jump to navigation

Perjalanan ke Puket Dari Pantai Sampai Bukit, Berkano dan menemui Big Budha: 2. Seri Sejarah, Budaya dan Belanja : Menggunakan motor sewaan menjelajahi Kota Tua, Chalong Temple, Big Buda, dan Pasar Sovenir April 7, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana.
trackback

Hari ke dua dan ke tiga kami jalani tanpa ikut paket wisata. Setelah dirasa mengenal medan dengan bertanya ke beberapa orang yang kami temui dan mengandalkan peta perjalanan wisata Phuket, kami menjelajah daratan Phuket menggunakan sepeda motor sewaan.  Phuket adalah daerah turis, banyak fasilitas yang tersedia untuk turis, termasuk berbagai kendaraan sewaan. Tarif sewa motor biasanya 300 bath per hari. Berkendara menggunakan motor di Phuket bisa gampang – gampang susah. Gampangnya antara lain pemilik motor sangat percaya kepada penyewa. Asal bayar sesuai tarif selesai, tanpa perlu jaminanan, kita diberi motor dan kuncinya. Tidak perlu menggunakan STNK di Phuket. Tidak pernah ada razia Polisi di sana. Meski dominan menggunakan Bahasa dan Huruf Thai,  hampir semua petunjuk arah dan nama jalan dilengkapi dengan Bahasa Inggris berhuruf Latin. Susahnya adalah nama jalan – yang berhuruf Latin setidaknya – hanya terpampang di ujung – ujung jalan. Jadi ketika kita tidak memperhatikan dan menghapal nama jalan tersebut, kita tidak akan mendapatkan nama jalan tersebut saat sampai di tengah.

8-SalahSatuSudutKotaTua

Gambar  1 Gedung tua di sudut Kota Tua Phuket

gambar-2

 

Gambar  2 Gang Soi Romanee, kawasan pecinan di Kota Tua Phuket

Tujuan kami yang pertama adalah Kota Tua Phuket di tengah Kota Phuket yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kami menginap di daerah pantai Panwa. Setelah beberapa kali tersesat, tengah hari kami sampai di Kota Tua itu. Lokasi Kota Tua tidak jauh dari Circle Clock yang merupakan penanda utama Kota Phuket, seperti halnya Monas di Jakarta. Kota tua ini dulu menurut sejarahnya adalah tempat tinggal para imigran Tionghoa ke Phuket, mereka disebut dengan Thai Hua. Representasi Kota tua ini berupa bangunan – bangunan kuno bergaya Chino – Portugise di sepanjang dan sekeliling jalan Thalang Road – Krabi Road – Mae Luan Road – Thung Kha Road  dan Thepkrasattri Road.  Di jalan – jalan ini bangunan – bangunan tua masih terlihat asli dan kokoh. Kebanyakan bangunan tua ini dulunya – menurut penjelasan di Thalang Museum – adalah rumah – rumah pribadi milik pekerja / pengusaha Thai Hua.  Kebanyakan sekarang difungsikan sebagai kios – kios, tempat beribadatan, kantor pemerintah, kantor pos dan museum.  Salah satu bangunan menarik yang mencolok menarik perhatian di Kota Tua ini berupa wat/candi tempat peribadatan ummat Budha. Seperti kebanyakan bangunan sejenis di Thailand, candi ini selalu menempati tempat yang luas, berbentuk bangunan tinggi dengan dominasi warna kuning emas.

9-PetaHartaKarunKotaTuaPhuket

Gambar  3 Peta Harta Karun Kota Tua yang memudahkan pelancong asing, peta seperti ini mudah di dapatkan di kaki lima berupa brosur

Di Thalang Road tedapat museum Thalang yang menyimpan kisah Thai Hua. Pada awal kedatangannya mereka adalah pekerja pada tambang Timah di Phuket. Selain kisah perjalanan perantauan mereka, museum Thalang Road juga menceritakan budaya mereka mulai dari kelahiran, upacara pernikahan sampai dengan ritual kematian. Dokumentasi, photo – photo, model atau narasi mengenai pakaian, rumah, dan makanan mereka juga tersaji. Semuanya dalam format yang cukup detil. Rumah orang Thai Hua misalnya, disajikan dalam bentuk maket yang memperlihatkan per bagian ruangan dalam rumah yang biasanya terdiri dari dua lantai, apa fungsi masing – masing ruangan, siapa saja yang biasanya ada di ruangan tersebut, dan bagaimana penggunaan ruangan tersebut. Demikian juga pakaian, ada narasi contoh pakaian, narasi penggunaan dan lain – lain. Terdapat pula model makanan orang Thai Hua seperti bakso dan mi. Masih banyak yang bisa dilihat dan dinikmati mengenai semua yang terkait dengan Thai Hua di Museum ini. Tokoh – tokoh penting Thai Hua dalam bidang pendidikan, adalah salah satunya.

musem-thalang

Gambar  4 Thalang Museum di Thalang Road, tempat di mana sejarah bercerita mengenai perjalanan para perantauan Thai Hua dari tanah Tiongkok sampai Phuket memulai dari menjadi pekerja di pertambangan timah, membangun tradisi unik bersumber budaya Tiongkok, dan membangun pusat Kota Phuket

peralatan-thai-hua

Gambar  5 Koleksi berbagai peralatan yang digunakan orang – orang Thai Hua pada masa lalu

alat-tukar-thai-hua

Gambar  6 Alat tukar (uang) yang digunakan pekerja Thai Hua di pertambangan timah Phuket masa lalu

dokumentasi-masa-lalu

Gambar  7 Dokumentasi masa lalu yang menceritakan kegiatan penambangan timah di Phuket

contoh-hasil-tambang

Gambar  8 Contoh hasil tambang

maket-rumah-orang-thai-hua

Gambar  9 Maket rumah orang Thai Hua..

dapur-thai-hua

Gambar  10 Suasana dan peralatan di dapur

11-.SatuSudutCircleClock

Gambar  11 Circle Clock, Penanda Utama Kota Phuket seperti halnya Monas untuk Jakarta

 

Hari berikutnya masih dengan menggunakan motor, kami menjelajah ke bagian tengah daratan Phuket. Kami mengunjungi Wat Chalong (Chalong Temple) di daerah Chalong dan Big Buddha. Semua tempat menarik di Phuket selalu ramai oleh turis – turis asing, demikian juga Wat Chalong. Wat Chalong merupakan komplek peribadatan bagi ummat Budha. Komplek ini juga cukup luas dengan tiga atau empat blok bangunan. Bangunan utama terdiri dari tiga tingkat berada di tengah – tengah komplek. Di bangunan ini bisa dilihat patung Budha berbagai ukuran dengan berbagai sikap berdiri, duduk, bahkan terbaring. Sementara setiap dinding dihiasi dengan lukisan – lukisan indah yang kelihatannya menceritakan perjalanan dan tauladan dari sang Budha. Juga beberapa gambar / foto biksu utama yang mungkin merupakan reinkarnasi dari Budha Gautama sehingga mendapatkan tempat yang istimewa dalam sejarah umat Budha.

12- BangunanUtamaChalongWat

Gambar  12Bangunan utama di Wat Chalong / Chalong Temple. Megah didominasi warna kuning emas

13-.ChalongWatSebagianIsi

Gambar  13 Sebagian isi bangunan utama Wat Chalong. Patung Budha, foto – foto, lukisan semuanya indah untuk dipandang

14.BangunanYgLain

Gambar  14 Bangunan lain di komplek Wat Chalong

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Big Budha. Disebut demikian karena unsur utama komplek ini adalah patung Budha yang sangat besar dalam posisi duduk. Posisinya yang di puncak bukit dan ukurannya yang sangat besar membuatnya bisa terlihat dari tempat – tempat yang sangat jauh. Bahkan dari Port Chalong tempat keberangkatan kami ke Phi Phi Island hari sebelumnya pun, Big Budha terlihat. Juga bisa dipandang dari lantai dua dan tiga bangunan utama Wat Chalong. Komplek Big Budha ini sejatinya belum selesai dan masih dalam tahap pembangunan. Bahkan di bagian utama bangunan penyangga Big Budha masih terlihat besi – besi rangka beton yang dalam proses pengerjaan. Bangunan tempat memamerkan segala pajangan, foto, dokumentasi atau media – media lain hanya berupa bangunan sementara beratapkan asbes. Tetapi inilah hebatnya otoritas wisata Thailand atau Phuket khususnya, komplek wisata belum jadi pun bisa dikemas menjadi tujuan wisata yang dikunjungi sangat banyak turis dari berbagai negara termasuk wisatawan dari Indonesia.

15-BigBudhaDariWatChalong

Gambar  15 Big Budha dilihat dari Wat Chalong

 

Kami perhatikan semua ya semua apapun yang terkait dengan pembangunan Big Budha ini dikemas dalam berbagai media untuk disajikan menjadi sesuatu yang menarik untuk dilihat dan sekedar diingat pengunjung. Pengunjung bisa melihat gagasan dan ide awal pembangunan Big Budha, bagaimana dana dikumpulkan, mata uang apa dan dari negara mana saja yang berperan dalam pembangunan Big Budha ini, bahan bangunan apa saja dan dari mana yang digunakan, bagaimana proses pembuatan bagian per bagian dikerjakan, dan seterusnya. Pengunjung dan siapapun boleh menyumbang dengan satuan bath tertentu untuk dijadikan dalam bentuk apa (semen, ubin, dst). Dan untuk setiap sumbangan ini penyumbang bisa mengabadikan namanya yang kelak akan jadi bagian yang akan ditunjukkan.

16-.BigBudha

Gambar  16 Big Budha, masih dalam proses pembangunan. Toh sudah sangat ramai dengan kunjungan turis manca nergara

 

Penduduk Thailand sangat menghormati Raja dan sangat bangga dengan bangsa dan negaranya. Mungkin aneh bagi kita, ketika acara televisi dimulai dan dinyanyikan lagu kebangsaan semua yang melihat dan mendengar dengan sukarela menghentikan aktivitasnya dan dengan sikap sempurna ikut menyajikan lagu kebangsaan. Tetapi itulah yang terjadi di Thailand. Maka tidak heran jika di semua tempat keramaian apalagi tempat – tempat wisata religi seperti Big Budha ini gambar dan photo Raja Bumiphol selalu mendapat tempat istimewa. Di komplek Big Budha dokumentasi foto – foto aktivitas Raja baik sebagai kepala negara, kepala rumah tangga, atau sebagai biksu disajikan sebagai sesuatu yang sangat menarik.  Saat kami berkunjung, seorang perajin pahat kayu sedang menggarap replika mata uang kertas 1000 bath yang dikerjakan pada media kayu ukuran kira – kira 2 x 1 meter dengan ketebalan kurang lebih 10 – 20 cm. Replika ini sebagai persembahan rakyat untuk Raja yang dicintainya. Begitu keterangan tertulis yang bisa dibaca.

17-RuangPamerSementara

Gambar  17 Ruang pamer sementara di komplek Big Budha. Bangunan sementara beratap asbes..

18-.MataUangMenunjukkanAsalDonatur

Gambar  18 Koleksi mata uang yang berperan dalam membangun Big Buddha, termasuk Rp.

19-PersembahanUntukRajaTercinta

Gambar  19 Replika 1000 Bath Thailand, persembahan untuk raja yang dicintai

Belanja untuk mendapatkan oleh – oleh rasanya tidak mungkin terlewatkan untuk perjalanan ke negari orang seperti ini. Maka itu pula yang menjadi agenda utama kami. Tentu saja kami ingin mendapatkan harga yang murah. Referensi yang kami dapatkan dari internet sebelumnya untuk berburu suvenir mayoritas adalah Central Festival dan tempat – tempat wisata itu. Tetapi di tempat – tempat ini harga lebih mahal. Kami tidak belanja ke tempat – tempat tersebut melainkan mencoba mendapatkannya di tempat asal sovenir atau setidaknya pasar grosir.  Untuk mendapatkan tempat belanja ini, kami menanyai hampir setiap orang Phuket berinteraksi dengan kami. Hingga akhirnya kami mendapatkan keterangan di rumah makan muslim di kota tua Phuket. Tempat belanja ini namanya Expo Market, tidak jauh dari Kota Tua dan berdekatan dengan Circle Clock. Benar saja, barang –barang di sini sangat bervariasi sebagai sovenir. Mulai dari yang standard seperti kaos, gantungan kunci, patung gajah berbagai ukuran dan bahan, lukisan, patung budha dan lain – lain. Sampai dengan yang khas Thailand seperti cermin rias untuk wanita. Harga di sini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di Kota Tua atau di tempat – tempat wisata, bisa setengah atau setidaknya dua pertiga.

7-SudutdiPhiPhiIsland

Gambar  20 Expo Market, salah satu tempat alternatif untuk belanja sovenir yang murah

Sebagai penutup dari cerita perjalanan ke Phuket ini, beberapa catatan mungkin berguna bagi kita terutama anda yang hendak ke Phuket untuk pertama kalinya. Saya kira yang membuat wisata Thailand begitu terkenal adalah kemasan dan layanannya yang sangat baik. Promosi di Internet yang merupakan gerbang informasi untuk seluruh jagad kelihatannya benar – benar dimanfaatkan oleh mereka. Baik secara formal oleh institusi yang bertanggung jawab maupun pihak lain yang berkepentingan seperti agen tour dan travel. Promosi secara informal di forum – forum, blog, dan lain – lain juga begitu mudah di dapatkan. Setidaknya kita akan bisa mendapatkan informasi – informasi berikut tentang Phuket : Apa yang ada, tempat – tempat yang wajib dikunjungi dikategorikan berdarkan: wisata entertain, wisata malam, wisata belanja, wisata sejarah, dan seterusnya.  Ada juga informasi mengenai bagaimana mengunjuginya, apa yang sebaiknya di bawa, apa yang boleh dan apa yang tidak dan lain – lain. Tak ketinggalan tarif yang memberikan kepastian dan kemudahan pengaturan anggaran.

 

Bungkusan yang ke dua adalah bagaimana mereka memaketkan suatu lokasi wisata sehingga terlihat menarik. Satu tempat wisata sebenarnya, tetapi bisa terkesan 3 – 4 karena diambil dari sudut yang berbeda dengan narasi yang berbeda. Padahal tempatnya itu – itu juga. Sengaja diambil foto –foto berjibunnya pengunjung yang secara mencolok membedakan bahwa mereka dari manca negara, maka banyak foto bule bersenang-senang di bungkusan – bungkusan itu. Kemasan berikutnya adalah bagaimana mereka menjualnya. Di setiap sudut Phuket dengan mudah ditemukan kaki lima penjaja paket wisata. Ini memudahkan bagi siapapun sekalipun ini kedatangan pertama mereka di Phuket.

 

Layanan, jangan ditanya bagaimana seolah – olah semua pihak di sana sebagai pintu depan penerima turis mempunyai prosedur yang baku. Bisa berbicara Bahasa Inggris, ramah, dan banyak bicara. Mulai dari sopir, penjaja paket turis kaki lima, penjaga hotel /motel, sampai pemandu wisata tentu saja, semuanya bisa berbahasa Inggris meski standard minimal. Semuanya banyak bicara dan senang ngobrol.  Jika kita sudah ikut paket wisata, termasuk makan misalnya, semuanya dipenuhi tanpa ingkar janji. Tidak ada lagi sama sekali pungutan di tempat –  tempat wisata itu.

 

Bagi kita yang muslim, di Phuket tidak perlu khawatir dengan makanan. Mayoritas penduduk Phuket, terutama di daerah Selatan, adalah muslim. Maka tidak heran jika banyak bertebaran restoran dan rumah makan muslim. Bahkan penduduk Phuket – yang muslim  tentu saja – akan selalu mengucapkan salam terlebih dahulu jika melihat rombongan kita ada yang berjilbab. Di Kota Phuket dan sekitarnya, masjid cukup mudah untuk ditemukan karena memang kebanyakn orang Phuket dari suku Phattani yang secara kultural memeluk Islam.

20-SalahSatuMasjidDiKotaPhuket

Gambar  21 Masjid Agung di Kota Phuket

Jika berbelanja, apalagi di pasar dan pedagang mengetahui kita turis asing, jangan segan – segan untuk menawar. Barang yang dijual biasanya ditawarkan dengan harga gila. Rata  – rata kami membeli barang dengan harga sepertiga sampai maksimal setengah dari harga yang ditawarkan. Bahkan untuk satu item barang dari penawaran 290 bath bisa dilepas dengan harga 40 bath !. Terakhir, cuaca di Phuket kebanyakan panas terik. Paling tidak itulah yang kami alami dan penjelasan dari beberapa orang yang kami temui. Setidaknya Januari di saat tanah air diguyur hujan hampir tiada henti, Phuket panas menyengat. Maka ada baiknya anda selalu menggunakan penutup kepala, kaca mata hitam, atau jangan lupakan sun block jika di daerah pantai / laut.

 

(www.mercubuana.ac.id) , https://moedjionosadikin.wordpress.com

Komentar»

1. www.wisatamenarik.com - Oktober 24, 2015

You could certainly see your expertise within the work you write.
The world hopes for more passionate writers such as you who are not afraid to mention how
they believe. Always follow your heart.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: