jump to navigation

Perjalanan ke Puket Dari Pantai Sampai Bukit, Berkano dan menemui Big Budha April 1, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

  1. Seri Pantai Laut : Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island – Maya Bay – Phi Phi Island  – Khai Island

102_3075Perjalanan Pertama Mengikuti paket wisata Pulau, Pantai, Laut Kompromi antara tanggal konferensi yang saya ikuti di Phuket Thailand dan jadwal penerbangan yang tersedia mengharuskan saya tinggal lebih lama di Phuket. Waktu yang senggang kami (saya berdua istri) isi dengan mengikuti paket wisata pantai, laut, pulau – pulau di hari pertama dan kedua. Sedangkan hari ke tiga empat, menjelajah daratan Phuket dengan sepeda motor sewaan, tanpa ikut paket wisata.   Bagi anda yang baru pertama kali datang ke Phuket, tidak perlu khawatir dengan tujuan wisata dan cara menikmatinya. Begitu kita keluar Bandara dan juga di hampir sepanjang jalan Phuket, paket – paket wisata dijajakan di kios – kios dengan harga yang bervariasi dan penjaga kios biasanya fasih menjelaskannya dalam Bahasa Inggris. Atau jika masih punya waktu lebih, kita bisa mencari jasa paket wisata di Internet. Sangat banyak pilihan paket ditawarkan di Internet dengan berbagai variasi harga tergantung isi paket misalnya apakah termasuk penginapan atau tidak, termasuk tiket pesawat atau tidak.  Paket standard biasanya terdiri dari jemputan di hotel menuju tempat – tempat wisata sudah termasuk tiket masuk, makan siang, tips pemandu, tips pengemudi dan pengantaran kembali ke hotel. Karena Phuket merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal, banyak penerbangan dari Jakarta langsung ke Bandara Internasional Phuket. Air Asia misalnya, melakukan penerbangan 3 kali seminggu Jakarta – Phuket, Phuket – Jakarta. Sesampai di Bandara Internasional kita bisa menggunakan taksi untuk sampai penginapan. Ongkos taksi antara 400 Bath sampai dengan 800 Bath tergantung jarak. Bandara international Phuket terletak di utara Phuket, di Distrik Thalang. Jika tujuan kita masih di area ini ongkos taksi bisa 400 Bath, tetapi jika tujuan di area selatan seperti Kathu atau Mueang Phuket, ongkos bisa 800 atau maksimal 1000 Bath. Untuk transport di di daratan dan kota beberapa alternatif tersedia antara lain tuk – tuk khas Thailand, bus untuk jarak menengah, taksi, bahkan ojek motor, sewa mobil atau motor.  Tempat penyewaan mobil atau motor banyak tersedia di pinggir – pinggir jalan sekaligus informasi tarifnya. Untuk  mobil sekitar 900 – 2000 Bath tergantung jenisnya, sementara motor 300 bath per hari. Tuk – tuk dan bus beroperasi pada waktu terbatas, biasanya hanya sampai jam 18.00. Untuk pendatang asing yang baru datang ke Phuket rasanya bus dan tuk – tuk tidak disarankan karena alasan Bahasa dan ketidaktahuan rute. 102_3274 Gambar  1 Bermacam – macam Brosur Paket Wisata bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari Bandara sampai dengan kios – kios kaki lima   Kami memilih mendapatkan paket wisata  dari seseorang yang kontaknya kami dapatkan di Internet, namanya Mrs Ladda. Mrs. Ladda ini sudah biasa menjadi agen wisata personal bagi turis asing dan namanya cukup terkenal di dunia maya untuk urusan membantu mengatur perjalanan wisata turis, terutama turis asal Indonesia. Korespondensi mengenai paket dan harga dilakukan melalui email. Jasa yang kami dapatkan termasuk penjemputan dari bandara dan paket perjalanan dua hari tidak termasuk hotel. Hotel kami pesan terpisah melalui situs penyedia jasa pemesanan hotel.   Saya menemukan Mrs Ladda dengan segala attributnya sekitar 3 bulan yang lalu. Dan sekitar 3 bulan yang lalu juga saya mengontaknya melalui email. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, dan sebulan dua bulan, tidak ada jawaban!. Saya mulai frustasi dengannya. Aih, tiba-tiba 2 minggu sebelum keberangkatan datang surel darinya yang langung to the point mengatur perjalanan kami di sekitar Phuket hari pertama dan kedua. Termasuk dengan tarifnya. Tentu saja saya tidak langsung menerima begitu saja, saya mencoba membanding – bandingkan dengan skenario yang kurang lebih sejenis dari “pihak lain”. Masih lebih baik.   Singkat cerita tanggal 10 Januari malam waktu setempat yang lalu kami tiba di Bandara Phuket. Mrs Ladda dan staffnya sudah menunggu saya dan drivernya mengantar saya ke penginapan yang terletak di daerah Panwa. Ini jauh jika diukur dari Bandara, karena menyeberang phuket. Bandara di seberang utara phuket, sementara panwa di ujung selatan. Bagi kita yang muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Sebelum kita menanyakan Mrs Ladda sudah menjelaskan bahwa semua makanan halal. Dan dia ternyata juga seorang muslim, nama aslinya Hasanah. Tapi nama panggung yang sudah kadung terkenal di belantara turis adalah Ladda.   Kesan pertama menginjakkan Thailand masih saja sama dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke lain tempat. Berbeda dengan di Indonesia setelah reformasi terutama. Jika di Indonesia – apalagi sekarang – sangat jauh lebih banyak sekali (sengaja digunakan hiperbol begini) gambar – gambar foto orang dengan sederet gelar bertebaran di jalanan atau di tempat umum, baik tersangkut di pohon, ditancapkan di tiang listrik, di baleho, spanduk, dan kadang bercampur dengan penawaran iklan produk; di Thailand foto raja ada di mana – mana. Biasanya dibingkai (setidaknya diberi gambar bingkai) dengan ornamen bagus – bagus dengan warna kuning – warna kuning adalah warna kebesaran Kerajaan Thailand-, dan menempati tempat – tempat terhormat dan mudah di lihat. Dengan demikian tidak ada yang tersangkut di pohon atau bergantungan di tiang listrik. Setidaknya poto Raja ada di baleho-2 persimpangan jalan, dan hampir di setiap pintu gerbang instansi pemerintah atau tentara.

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Gambar  2 Di depan foto Raja di Salah Satu Markas Komando AL Thailand, Cape Panwa   Awalnya saya berpikir akan sulit mencari makanan benar menurut Islam, di Phuket. Ini juga berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu di Bangkok. Tetapi di Phuket kondisinya ternyata berbeda. Orang lokal pertama, ke dua, ketiga ke empat, ke lima yang saya ajak mengobrol ternyata muslim, dengan nama muslim.  Mulai dari Hasanah, Abdullah driver, Isnan penjaga hotel, Ahmad driver, Haji Osman pemandu wisata. Mungkin hanya Sujida Nam pemilik gerai tour & travel saja yang non muslim J. Jadi makanan halal di Phuket bukan merupakan hal yang sulit. Bahkan jika melihat kita muslim, untuk yang putri berjilbab, mereka akan menyapa lebih dulu “Asalamu’alaikum” dan penjaja makanan atau pelayan restoran akan menjelaskan “halal – halal”. Memang – setidaknya kata orang – orang lokal yang saya temui itu – di Phuket ini muslim merupakan mayoritas kalau tidak separo – separo terutama di area selatan. Atau setidaknya daerah Panwa ini mayoritas muslim.   Hari pertama kami mengikuti paket perjalanan Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island yang merupakan kemasan jalan-jalan antar pulau – pulau kecil di sekitar Phuket di Laut Andaman. Transportasi utama yang digunakan adalah kapal motor ukuran sedang berpenumpang 25 – 65 orang. Kapal motor ini terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama di bawah, merupakan lokasi tempat mayoritas kru bekerja. Kru terdiri dari awak kapal (nakoda), pemandu wisata, koki, pelayanan makanan, dan tukang kayuh kano. Maka di tingkat bawah disimpan semua perlengkapan dan keperluan mereka seperti dapur beserta perabotan dan bahan masakan, kano, jaket pelampung, dll. Bagian atas kapal diperuntukkan bagi penumpang perjalanan, ada bangku  – bangku sederhana dari kayu di semua sisi. Di tengah ada meja makan.

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Gambar  3 Kapal Motor dua tingkat bersandar di Port Pier siap mengantar turis berkeliling kepulauan sekitar Phuket Perjalanan dimulai dari Port Pier, menuju pulau Panak sebagai singgahan pertama. Pulau – pulau di sekitar Phuket ini (sama seperti Halong bay di Vietnam) merupakan pulau – pulau kecil yang kelihatannya seperti batuan. Yang membuatnya sangat menarik adalah konstruksinya yang menjulang ke atas dan sisi – sisinya tegak lurus dengan permukaan laut.  Dari kejauhan, jajaran pulau – pulau ini terlihat sangat indah dengan dinding – dindingnya yang kokok menjulang muncul dari permukaan laut. Di tengah pulau – pulau kecil ini biasanya terdapat laguna yang airnya tenang dengan kedalaman tidak seberapa. Nah tujuan utama paket perjalanan ini sebenarnya  melihat – lihat pemandangan di sekitar laguna sambil berkano ria.  Jika kita beruntung di sisi – sisi gua dalam pulau – pulau ini beberapa binatang menampakkan diri seperti  iguana, monyet, burung – burung bahkan ikan – ikan kecil yang senang berjalan di lumpur laguna.

102_2908

Gambar  4 Mendekati salah satu pulau batu dari kapal motor 102_2932 Gambar  5 Pulau Gunung Batu dari jarak dekat

 6-.LautLepasDariPintuLaguna

Gambar  6 Kapal dan Perahu Wisata Berbagai Ukuran berseliweran di sekitar pulau

102_2997

Gambar  7 Makan siang di atas kapal yang berlayar di lautan di antara pulau – pulau batu

 102_2988

Gambar  8 Menyusuri laguna di rongga pulau Singgahan berikutnya adalah Hongs Island.  Apa yang dilakukan sama dengan Panak Island, tetapi laguna dan pemandangan di sini lebih eksotik. Karena kita dibawa kano memasuki gua  – gua di bawah Pulau Hong. Karena laguna – lagunanya berada di ronga – rongga pulau – pulau batu itu, maka keadaan di sini terasa gelap meski di luar siang terik menyengat.  Diperlukan bantuan lampu penerang untuk menyusuri gowa – gowa bawah pulau di atas laut Andaman ini.  Suasana ini lah saya rasa salah satu kelebihannya. Selain juga lebih banyak satwa bisa ditemukan di sini. 1-. Berkano Mengitari Pulau Gambar  9 Berkano di laguna Kepualuan Hong

102_2973

  Gambar  10 Saya Cukup beruntung bertemu dan mendekati Iguana di antara bebatuan di atas laguna   102_2944 Gambar  11 “CanoDriver” menunggu kapal motor pengangkut turis tiba di  Hongs Island. Kapal Motor, Segrup Cano, dan Segrup long Boat di JamesIsland biasanya milik satu perusahaan terntentu. Mereka dapat dibedakan dari warna seragam dan canonya

 102_2983

Gambar  12 Keluar dari rongga pulau  di atas laut   Selesai bermain di situ, perjalanan dilanjutkan ke James Bond Island. Dari Panak Island biasanya tengah hari. Maka sudah waktunya makan siang. Makan siang dilakukan di atas kapal motor tadi. Menu makanan standard Thailand. Ada tom yam, ada ayam goreng tepung, cap cay, dll. Tidak tertinggal buah dan minuman ringan selalu tersedia. Pisang dan semangka adalah buah standard di Phuket. Bagi pengunjung muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Kebanyakn kru di sini, bahkan kokinya muslim. Dan mereka menjamin semua hidangan yang  disajikan merupakan makanan halal. Di James Bond Island,  kita diajak menikmati konstruksi batu cadas yang tidak biasa. Sekilas beberapa bagian batu cadas tengah laut itu membentuk formasi gajah di sisi – sisinya.  Konon tahun 1974 kepuluan ini pernah digunakan shooting film James Bond. Karena itulah, pulau ini disebut begitu.  Untuk mencapai daratan di pulau ini digunakan long Boat yang suara berisiknya minta ampun. Mesin motornya telanjang (kelihatannya sengaja begitu) lebih besar dari mesin truk diesel ukuran besar.  Suara – suara bising dan keras ini kelihatannya juga menjadi ciri dan daya tarik tersendiri hasil kemasan yang luar biasa oleh pengurus pariwisata di Thailand ini. 4-. GugusanJamesBondIsland Gambar  13 Salah satu formasi di James Bond Island. Berdasarkan keterangannya formasi kepulauan batu di James Bond Island ini terbentuk karena pada jaman purba air laut turun secara drastis dan tiba – tiba sehingga menyisakan bebatuan yang muncul di permukaan laut saat ini. 102_3042 Gambar  14 Long boat melaju menjemput turis di kapal motor 102_3046 Gambar  15 Turun dari kapal motor berganti mode transportasi menggunakan long boat menuju James Bond Island 102_3003 Gambar  16 Kerumunan turis lalu lalang naik turun long boat di James Bond Island   Persinggahan terakhir adalah Lawa Island. Di sini kita bisa rileks, nyebur di laut atau berjemur di pantai berpasir putih yang lembut.  Tak ada gading yang tak retak. Dengan segala kelebihan kualitas kemasan dan layanannya masih ada kekurangan yang  cukup mengganggu di sisi lokasi wisatanya. Toilet di Lawa Island sangat buruk dan kotor, air tidak mengalir, bau menyengat minta ampun. Sayang.   Paket wisata hari ke dua masih bertema laut dan pantai. Tujuan perjalanan adalah ke Maya Bay, Monkey Beach, Phi Phi Island, dan Khai Island. Pemberangkatan dari pelabuhan Chalong Bay menggunakan speed boat kapasitas 45 penumpang. Seperti halnya paket perjalanan sebelumnya, pemandu wisata menjelaskan rute tujuan dan rute perjalanan, apa yang akan dilakukan dan waktu masig – masing kegiatan, dalam Bahasa Inggris yang cukup mudah dimengerti. Di Maya Bay, pengunjung bisa menikmati keindahan pantai di tengah cekungan pulau dengan air laut yang jernih tenang berpasir putih lembut. Maya Bay selalu ramai dengan turis – terutama Eropa dan Asia Oriental – yang berjemur dan menikmati sengatan matahari yang selalu terik. Di sini mayoritas yang dilakukan adalah menikmati pemandangan pantai yang dikelilingi pulau – pulau batu berkonstruksi curam 90 derajat, menjulang dari permukaan air laut.  Setelah dirasa cukup waktu berkeliling pulau, kapal motor cepat meneruskan perjalanan sedikit ke tengah menuju kedalaman yang cukup. Kapal membuang jangkar ke tengah laut, dan wisatawan dipersilakan snorkling sekitar 30 menitan.  Aktivitas berikutnya di Monkey Bay adalah menyaksikan monyet  – monyet yang banyak berkeliaran, mengambil foto tentu saja. 5-.DeretanSpeedBoatDanKerumunanTurisdiMayaBay Gambar  17 Deretan Speed Boat dan Kerumunan Turis di Maya Bay   6-.LautLepasDariPintuLaguna Gambar  18 Laut Lepas dari Pintu Laguna   Persinggahan berikutnya adalah Phi Phi Island untuk makan siang dan sekedar jalan – jalan di daratan. Phi – phi Island merupakan pulau yang sangat terkenal di kalangan wisatawan dunia. Sinar matahari yang terik dan cuaca yang selalu cerah, dengan pantai berpasir putih yang lembut merupakan surga yang dicari oleh turis – turis Eropa.  Maka tidak heran kalau di sini sangat banyak turis Eropa.  Bahkan saya rasa jauh melebihi penghuni domestik. Sementara di sekeliling pulau ini didominasi oleh pasir putih yang lembut yang mereka cari, di pulau tersedia berbagai keperluan mereka mulai dari cafe & bar, salon kecantikan, toko – toko souvenir, atau tukang tato tubuh.  Berbeda dengan pulau  – pulau kecil lainnya yang hanya sekedar dijadikan persinggahan, di Phi Phi Island turis bisa menginap untuk jangka waktu tertentu. Banyak penginapan dan motel ditawarkan di sini. Secara periodik juga ada speed boat yang melayani rute Phi Phi Island – Chalong Port.  Persinggahan terakhir sebelum kembali ke Chalong Port adalah Khai Island. Tujuan utama di sini adalah berenang dan berjemur di pantai, tidak berbeda dengan di Phi Phi Island. Jadi sebenarnya di sini tidak terlalu menarik lagi. Kondisi daratan di Khai Island tidak terlalu baik kalau tidak dikatakan buruk. Kios – kios makanan terkesan seadanya hampir seperti kampung nelayan. Toilet kotor, sampah berserakan dan seringkali terlihat tikus – tikus berseliweran mencari sisa – sisa makanan para turis. 7-SudutdiPhiPhiIsland Gambar  19 Salah satu sudut di daratan Phi Phi Island 15-BigBudhaDariWatChalong Gambar  20 Big Buddha terlihat dari kejauhan, dari Chalong Bay Port

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: