jump to navigation

Mengisi Waktu Hari Pertama : Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island Januari 15, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Berkano di Pangna Island

Berkano di Pangna Island

Kompromi antara tanggal konferensi yang saya ikuti di Phuket Thailand dan jadwal penerbangan yang tersedia mengharuskan saya tinggal lebih lama di Phuket. Maka dengan asistansi Mrs Ladda saya mengikuti program jalan – jalan sekitar Phuket. Paket perjalanan Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island ini merupakan kemasan jalan jalan antar pulau – pulau kecil di sekitar Phuket Laud Andaman. Transportasi utama yang digunakan adalah kapal motor ukuran sedang berpenumpang 25 – 65 orang tergantung ukuran. Kapal boat ini dua tingkat, tingkat pertama di bawah, merupakan lokasi tempat mayoritas kru bekerja. Kru terdiri dari awak kapal (nakoda), pemandu wisata, koki, pelayanan makanan, dan tukang kayuh kano. Maka di tingkat bawah disimpan semua perlengkapan dan keperluan mereka seperti dapur beserta perabotan dan bahan masakan, kano, jaket pelampung dst dls dll. Bagian atas kapal diperuntukkan bagi penumpang perjalanan, ada bangku  – bangku sederhana dari kayu di semua sisi. Di tengah ada meja makan.

 

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Perjalanan dimulai dari Port Pier, menuju pulau Panak sebagai singgahan pertama. Pulau – pulau di sekitar Phuket ini (sama seperti Halong bay di Vietnam?) merupakan pulau – pulau kecil yang kelihatannya seperti batuan. Yang membuatnya sangat menarik adalah konstrusksinya yang menjulang ke atas dan sisi – sisinya tegak lurus dengan permukaan laut.  Di tengah pulau – pulau kecil ini biasanya ada laguna yang airnya tenang dengan kedalaman tidak seberapa. Nah tujuan utama paket perjalanan ini sebenarnya  melihat – lihat pemandangan di sekitar laguna sambil berkano ria.  Jika kita beruntung di sisi – sisi gua dalam pulau – pulau ini beberapa binatang menampakkan diri seperti  iguana, monyet, burung – burung bahkan ikan – ikan kecil yang senang berjalan di lumpur laguna.

 

102_2892 102_2908 102_2960Singgahan berikutnya adalah Hongs Island.  Apa yang dilakukan sama dengan Panak Island, tetapi laguna dan pemandangan di sini lebih eksotik. Karena kita dibawa kano memasuki gua  – gua di bawah Pulau Hong. Juga lebih banyak satwa bisa ditemukan di sini.

 

Selesai bermain di situ, perjalanan dilanjutkan k eJames Bond Island. Dari Panak Island biasanya tengah hari. Maka sudah waktunya makan siang. Makan siang dilakukan di atas kapal boat tadi. Menu makanan standard Thailand. Ada tom yam, ada ayam goreng tepung, cap cay, dll. Tidak tertinggal buah dan minuman ringan selalu tersedia. Pisang dan semangka adalah buah standard di Phuket ini.  Di James Bond Island,  kita diajak menikmati konstruksi batu cadas yang tidak biasanya. Sekilas beberapa bagian batu cadas tengah laut itu membentuk formasi gajah di sisi – sisinya.  Konon tahun 1995 kepuluan ini pernah digunakan shooting film James Bond. Karena itulah, pulau ini disebut begitu.  Untuk mencapai daratan di pulau ini digunakan long Boat yang suara berisiknya minta ampun. Mesin motornya telanjang (kelihatannya sengaja begitu) lebih besar dari mesin truk diesel ukuran besar.  Suara – suara bising dan keras ini kelihatannya juga menjadi ciri dan daya tarik tersendiri hasil kemasan yang luar biasa oleh pengurus pariwisata di Thailand ini.

Little beautiful Nada with her father

Little beautiful Nada with her father

 

102_2983 102_2988 102_2997 102_3001 102_3010 102_3012 102_3014 102_3027 102_3042 102_3067 102_3075 102_3084

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persinggahan terakhir adalah Lawa Island. Di sini kita bisa relaks, nyebur di laut atau berjemur di pantai berpasir putih yang lembut.  Tak ada gading yang tak retak. Dengan segala kelebihan kualitas kemasan dan layanannya masih ada kekurangan yang  cukup mengganggu di sisi lokasi wisatanya. Toilet di Lawa Island sangat buruk dan kotor, air tidak mengalir, bau menyengat minta ampun. Sayang.. (www.mercubuana.ac.id) 

 

 

 

Komentar»

1. za - Januari 15, 2014

Wah asyiknya sudah sampai Thailand. Bukannya lagi rusuh, mas?

Mujiono Sadikin - Januari 16, 2014

Rusuh yang di Bangkok Zai, ini saya ke Phuket…Bikin rusuh (mata) juga sih😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: