jump to navigation

Kemasan dan Layanan, saya rasa kunci sukses Industri Wisata Thailand… Januari 14, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari.
trackback

Brosur-1

Brosur-1

Dua hari yang lalu saya berkesempatan mengelilingi pulau – pulau di sekitar Phuket. Sekali lagi saya merasakan kualitas kemasan dan layanan industri pariwisata thailand yang membuatnya unggul. Promosi di Internet yang merupakan gerbang informasi untuk seluruh jagad kelihatannya benar – benar dimanfaatkan oleh mereka. Baik secara formal oleh institusi yang bertanggung jawab maupun pihak lain yang berkepentingan seperti agen tour dan travel. Promosi secara informal di forum – forum, blog, dan lain – lain juga begitu mudah di dapatkan. Setidaknya kita akan bisa mendapatkan informasi – informasi berikut tentang Phuket : Apa yang ada, tempat – tempat yang wajib dikunjungi dikategorikan berdarkan: wisata entertain, wisata malam, wisata belanja, wisata sejarah, dan seterusnya.  Ada juga informasi mengenai bagaimana mengunjuginya, apa yang sebaiknya di bawa, apa yang boleh dan apa yang tidak dan lain – lain. Tak ketinggalan tarif yang memberikan kepastian dan kemudahan pengaturan anggaran.

102_3274Bungkusan yang ke dua adalah bagaimana mereka memaketkan suatu lokasi wisata sehingga terlihat menarik. Satu tempat wisata sebenarnya, tetapi bisa terkesan 3 – 4 karena diiambil dari sudut yang berbeda dengan narasi yang berbeda. Padahal tempatnya itu – itu juga. Sengaja diambil foto –foto berjibunnya pengunjung yang secara mencolok membedakan bahwa mereka dari manca negara, maka banyak foto bule bersenang-senang di bungkusan – bungkusan itu. Kemasan berikutnya adalah bagaimana mereka menjualnya. Di setiap sudut Phuket dengan mudah ditemukan kaki lima penjaja paket wisata. Ini memudahkan bagi siapapun sekalipun ini kedatangan pertama mereka di Phuket.

Layanan, jangan ditanya bagaimana seolah – olah semua pihak di sana sebagai pintu depan penerima turis mempunyai prosedur yang baku. Bisa berbicara Bahasa Inggris, ramah, dan banyak bicara. Mulai dari sopir, penjaja paket turis kaki lima, penjaga hotel /motel, sampai pemandu wisata tentu saja, semuanya bisa berbahasa inggris meski standard minimal. Semuanya banyak bicara dan senang ngobrol.  Jika kita sudah ikut paket wisata, termasuk makan misalnya, semuanya dipenuhi tanpa ingkar janji. Tidak ada lagi sama sekali pungutan di tempat –  tempat wisata itu.

102_3275Okay, mari kita mulai dengan rute Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island. …cerita berlanjut nanti..

http://www.mercubuana.ac.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: