jump to navigation

2014 2nd International Conference on Innovation and Information Management(ICIIM 2014), Phuket, Thailand Januari 14, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

ICIIM (iciim.org) merupakan salah satu konferensi tahunan yang diorganisasikan oleh IACSIT (www.iacsit.org). ICIIM 2014  diadakan di Phuket Thailand. Tujuan dari iCIIM 2014  adalah untuk menyediakan landasan fasilitas bagi peneliti, perekayasa, akademisi maupun profesional dari kalangan industri dari seluruh penjuru dunia untuk mempresentasikan hasil penelitian dan aktivitas pengembangan di area inovasi dan pengelolaan informasi. Mengutip dari situs resmi konferensi, konferensi ini juga menyediakan kesempatan bagi semua peserta untuk saling bertukar ide – ide baru maupun pengalaman penerapan aplikasi riset secara face to face sebagai landasan relasi bisnis maupun penelitian untuk mendapatkan jaringan global demi terwujudnya kolaborasi dan kerja sama yang baik.

Mengutip laporan panitia ICIIM 2014, kompetisi makalah di konferensi ini cukup ketat. Dari 200 makalah yang masuk hanya sekitar 50 yang dinilai layak dan memenuhi syarat untuk dipresentasikan serta dipublikasikan di jurnal internasional. Untuk ICIIM, makalah yang masuk dipublikasikan di  Journal of Advanced Management Science  (ISSN: 2168-0787 http://www.joams.com ), yang akan diindeks olah Ulrich’s Periodicals Directory, Google ScholarEBSCOEngineering & Technology Digital Library and Electronic Journals Digital Library.

luch-with-keynote-speakersIsu utama yang diangkat pada ICIIM 2014 ini adalah algoritma kompetisi dan pengelolaan pengetahuan. Ide algoritma kompetisi disampaikan oleh Prof., Ph.D. Dong Hwa Kim dari Dept. of Electronic and Control Engineering, Hanbat National, Korea.  Algoritma ini diadaptasi dari perilaku alamiah makhluk hidup. Optimasi algoritma kompetisi dilakukan pada algoritma genetika klasik.  Dengan optimasi proses algoritmas genetis ini, Prof Dong mengklaim proses komputasi bisa jauh lebih cepat. Generasi baru algoritma genetika ini diterapkan salah satunya untuk menggenerate robot yang lebih “manusiawi”. Lebih manusiawi di sini adalah  misalnya image robot tiga dimensi yang bisa mewakili emosi manusia. Emosi manusia secara dominan diwakili oleh raut muka, suara, dan gestur tubuh. Meski tentu saja ada unsur – unsur yang lain. Aplikasi nyatanya adalah bagaimana karakter kartun 3 dimensi yang mewakili manusia yang sedang senang misalnya, ketiga unsur tadi merepresentasikan perasaan senang manusia.

Pengelolaan pengetahuan (Knowlodge Management/KM) sebenarnya bukan hal yang baru dalam area sistem informasi. Namun kekinian KM ini tidak akan pernah usang, sepanjanga ilmu pengetahuan berkembang maka permasalahan KM ini juga akan terus bertambah dan membutuhkan ide – ide serta inovasi baru untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul. Pada presentasinya, Prof Ritesh Chugh dari School of Engineering and Technology, Central Queensland University Australia, mengemukakan thesis “Bagaimana mentransformasi knowledge (tacit, intangible) menjadi informasi (tangible) yang berguna tidak hanya bagi pemilik knowledge tetapi juga pihak lain”. Knowledge adalah pengetahuan yang ada di otak kita masing – masing. Dan hanya kita masing – masing yang tahu. Sementara informasi merupkan pengetahuan yang diketahui bersama atau lebih dari satu orang, bersifat tangible. Mentransformasi knowledge personal menjadi informasi umum merupakan kebutuhan sekaligus tantangan yang utama bagi suatu organisasi.  Dalam kasus ini Prof Ritesh melakukan studi pada beberapa universitas di Australia. Kebutuhan tranformasi knowledge menjadi informasi ini sangat penting karena knowledge melekat pada personal. Dan jika tanpa transformasi ini, maka keberlangsungan organisasi bisa dikatakan sangat tergantung pada personal.  Namun ternyata di kalangan akademisi sekalipun, transformasi ini bukan merupakan hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus diatasi antara lain: kesediaan masing – masing personal untuk berbagi knowledge untuk orang lain, ketersediaan waktu (anggapan perlukah dilungkan waktu untuk menuliskan knowledge kita misalnya), kebijiakan organisasi mendukung atau kurang mendukung, budaya tulis yang kurang, sikap pimpinan, dan lain – lain. Profesor Ritesh juga mengajukan beberapa usulan solusi untuk masalah ini.

Sedangkan dari makalah lainnya, topik pembahasan cukup bervariasi mencakup berbagai bidang disiplin ilmu terkait teknologi informasi dan electrical engineering. Bidang teknologi informasi bervariasi mulai dari tata kelola sistem informasi, kecerdasan buatan, bahkan juga pembangunan protitipe aplikasi. Pemakalah datang dari segala penjuru dunia. Dari Asia Pasifik ada Thailand, Malaysia, Indonesia, Korea, Jepang, Australia, India, Canada, China dan Pakistan. Beberapa peserta dari Eropa juga terlihat, dari Timur Tengah antara lain Iran.

http://www.mercubuana.ac.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: