jump to navigation

Ke Phuket : Dipandu Mrs. Ladda, photo raja bukan photo politikus, makanan halal Januari 12, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Ini kedua kalinya saya ke Thailand. Kalau dulu ke Bangkok, sekarang saya berkesempatan menginjakkan kaki di Phuket. Perjalanan ke Phuket ini sebenarnya untuk keperluan dinas, menghadiri dan mempresentasikan paper di iciim.org. Tetapi tentu saja sayang kalau hanya itu yang dijadikan alasan. Kata ABG sekarang “secara phuket gitu loh”. Maka menyambangi tempat – tempat menarik tentu saja sayang dilewatkan.

Internet sangat membantu untuk berbagai keperluan, termasuk mencari tahu hal – hal terkait negeri orang seperti ini. Tetapi untuk menggunakan internet, itupun perlu modal pengetahuan meski hanya sebatas kata kunci. Maka yang pertama saya lakukan adalah mencari kata kunci ke teman yang kebetulan pernah ke sana. Dari kata kunci ini lah akhirnya menuntun ke perjalanan saya menemukan “Mrs Ladda”.  Dia salah satu (setidaknya satu – satunya yang saya tahu) yang bisa membantu mengatur semua perjalanan kita ke Phuket dengan biaya relatif terjangkau dibanding skema perjalanan yang lain.

Saya menemukan Mrs Ladda dengan segala attributnya sekitar 3 bulan yang lalu. Dan sekitar 3 bulan yang lalu juga saya mengontaknya melalui email. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, dan sebulan dua bulan, tidak ada jawaban !. Saya mulai frustasi dengannya. Aih, tiba-tiba 2 minggu sebelum keberangkatan datang surel darinya yang langung to the point mengatur perjalanan saya di sekitar Phuket hari pertama dan kedua. Termasuk dengan tarifnya. Tentu saja saya tidak langsung menerima begitu saja, saya mencoba membanding – bandingkan dengan skenario yang kurang lebih sejenis dari “pihak lain”. Masih lebih baik.

Singkat cerita Jum’at sore lalu saya sampai ke Bandara Phuket. Mrs Ladda dan staffnya sudah menunggu saya dan drivernya mengantar saya ke penginapan yang terletak di daerah Panwa. Ini jauh kalau diukur dari Bandara, karena menyeberang phuket. Bandara di seberang utara phuket, sementara panwa di ujung selatan. Bagi kita yang muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Sebelum kita menanyakan Mrs Ladda sudah menjelaskan bahwa semua makanan halal. Dan dia ternyata juga seorang muslim, nama aslinya Hasanah. Tapi nama panggung yang sudah kadung terkenal di belantara turis adalah Ladda.

IMG_00000410Kesan pertama menginjakkan Thailand masih saja sama dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke lain tempat. Berbeda dengan di Indonesia setelah reformasi terutama. Jika di Indenesia – apalagi sekarang – sangat jauh lebih banyak sekali (sengaja digunakan hiperbol begini) gambar – gambar photo orang dengan sederet gelar bertebaran di jalanan atau di tempat umum, baik nyangkut di pohon, ditancapkan di tiang listrik, di baleho, spanduk, dan kadang bercampur dengan penawaran iklan produk; di Thailand photo raja ada di mana – mana, juga gambar famili Kerajaan. Biasanya dibingkai (setidaknya diberi gambar bingkai) dengan ornamen bagus – bagus dengan warna kuning – warna kuning adalah warna kebesaran Kerajaan Thailand-, dan menempati tempat – tempat terhormat dan mudah di lihat. Dengan demikian tidak ada yang tersangkut di pohon atau bergantungan di tiang listrik. Setidaknya poto Raja ada di baleho-2 persimpangan jalan, dan hampir di setiap pintu gerbang instansi pemerintah atau tentara.

Warung Muslim

Warung Muslim

Awalnya saya berpikir akan sulit mencari makanan benar, menurut Islam, di Phuket. Ini juga berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu di Bangkok. Saya pernah terjebak menelan makanan haram di sana. Tetapi di Phuket kondisinya ternyata jauh panggang dari api. Orang lokal pertama, ke dua, ketiga ke empat, ke lima yang saya ajak ngobrol ternyata muslim, dengan nama muslim.  Mulai dari Hasanah, Alek driver, Isnan penjaga hotel, Abdullah driver, Haji Osman pemandu wisata. Mungkin hanya Sujida Nam pemilik gerai tour & travel saja yang non muslim🙂. Jadi makanan halal di Phuket bukan merupakan hal yang sulit. Bahkan jika melihat kita muslim, untuk yang putri berjilbab, mereka akan menyapa duluan “Asalamu’alaikum” dan penjaja makanan atau pelayan restoran akan menjelaskan “halal – halal”. Memang – setidaknya kata orang – orang lokal yang saya temui itu – di Phuket ini muslim merupakan mayoritas kalau tidak separo – separo. Atau setidaknya daerah Panwa ini mayoritas muslim. Kebanyakan mereka dari etnis Phatani. Photo ini merupakan salah satu kegiatan warung makan yang dikelola oleh orang Muslim di daerah Panwa Cape.

http://www.mercubuana.ac.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: