jump to navigation

Nyantrik di penelitian: Pelajaran terakhir Acara Monev Penelitian dibatalkan karena reviewer belum tahu meski jadwal secara resmi sudah diberitahukan kepada para peneliti :( November 8, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Untuk urusan penelitian terus terang saya ini hanyalah pupuk bawang orang jawa bilang. Baru pemula dengan pengalaman nol. Baru kali ini saya ikut nyantrik penelitian Hibah Dikti dengan peneliti utama (istilah untuk pimpro lah) supervisor saya.  Namanya juga cantrik, apa yang dilakukan sebatas apa yang diarahkan oleh peneliti utama. Proses nyantrik, adalah proses belajar. Dan saya menyiapkan diri untuk itu. Jadi ya saya belajar membuat proposal pengajuan dana penelitian, membuat RAB, membuat laporan, menyiapkan keluaran, dan tentu saja menyiapkan materi yang akan disampaikan pada saat monev (monitoring evaluasi).

Penyantrikan penelitian Hibah Dikti ini diawali sekitar Januari – Pebruari lalu ketika saya belajar menyiapkan proposal teknik dan proposal biaya. Untuk keduanya, DIKTI telah menyiapkan panduan (outline) isinya apa saja. Untuk proposal teknik lebih bebas  karena mungkin: 1. tidak semua reviewer (penelaah ?) mengerti materi yang kita ajukan, 2. Terlalu banyak proposal yang masuk, sehingga tidak sempat untuk ditelaah secara mendalam. Wallahu alam. Tapi untuk proposal biaya, lebih rigid karena memang menyangkut uang dan – dugaan saya – konstrain2 yang lain seperti aturan honorarium dari Kementerian Keuangan. Aturan honorarium itupun juga mempertimbangkan banyak aspek misalnya – ini juga analisa saya sendiri – asumsi bahwa penelitian oleh dosen ini hanya pekerjaan sampingan, jadi honornya juga sampingan juga. Mau tahu komposisinya ? Kira – kira seperti inilah biaya honor penelitian itu.

1

Gaji Upah

No.

Pelaksana

Jml

Jam/ Minggu

Minggu

Total Jam

Honor/Jam (Rp)

Jumlah (Rp.)

1

Peneliti Utama

1

10

20

              200

         60.000

     12.000.000

2

Peneliti Madya

1

10

20

              200

         50.000

     10.000.000

3

Pembantu Peneliti

2

10

20

              400

         20.000

       8.000.000

Jumlah Biaya

     30.000.000

Sekedar catatan, aturan pembiayaan ini bisa diidapatkan di mana saja di internet.

Setelah proposal disetujui – layaknya proyek – peneliti utama menandatangani kontrak SPK juga. Kurang lebih berisi jadwal dan target keluaran sebagai hasil penelitian. Saya tidak tahu pasti apakah di situ disebutkan jadwalnya. Untuk pengendalian dan pemantauan, biasanya ada aktivitas monev itu. Jadwalnya kapan ? Hanya Dikti dan Tuhan yang tahu, kayaknya begitu. Itulah yang saya rasakan. Setelah berbulan-2 mengadakan penelitian (saya menganalisa, mendisain, membuat program dan mengujinya), tidak kabar kapan monitoring evaluasi akan dilakukan. Dan tiba – tiba 3 hari yang lalu dapat email dari DIKTI monev akan dilaksanakan tanggal 8 – 9 November. Peneliti harus menyiapkan ini  itu dan itu ini kurang dari 3 hari. Untungnya, kami sudah siap dari awal. Jadi tidak ada masalah untuk penyiapan material yang harus disampaikan. Jadwal pastinya kapan ? Kami baru dapat kabar kemarin jam 17.00 molor dari jam 15.00 seperti yang djanjikan. Dan kami dapat jadwal jam 8.45 pagi ini di FIB UI Depok. Baiklah, kita sudah siap kok. La da la, ketika pagi-2 saya sudah menyiapkan segala sesuatu ubo rampe upacara monev dan datang tepat waktu, ternyata jam 08.45 acara belum mulai (Harusnya sebelum kami, sudah ada peneliti lain yang dimonev, kami urusatn 3). Jam 09.00 dapat kabar bahwa penelaah yang ditunjuk belum mendapatkan surat tugas, jadi tidak bisa berangkat. (Kalau tidak salah  penelaah dari Bandung). Dengan suka rela atau terpaksa monev kami hari ini dibatalkan dan ditunda minggu depan. Kapan ? Hanya Dikti dan Tuhan yang tahu.

Itu dari jadwal, bagaimana dananya turun? Lagi – lagi, peneliti hanya bisa berdoa semoga Tuhan bermurah hati segera. Kasus yang saya alami, dari Februari kontrak, Oktober uang yang banyak itu baru turun termin pertama 70 % potong pajak. Jadi selama perjalanan 9 bulan itu, peneliti dan anggotanya masing – masing menanggung biaya sendiri. Untung bagi kami yang berkecimpung di perangkat lunak, jadi tidak butuh biaya yang banyak untuk belanja atau ongkos ke sana ke mari nyari data.

Begitulah sekelumit hasil nyantrik penelitian yang baru pertama kali ini saya ikuti. Alhamdullillahnya, saya pribadi tidak terlalu mikirin hasilnya. Dan mohon maaf, sudah terbiasa juga dengan gaya zig zag instansi pemerintah seperti itu. Hanya berfikir saja, instansi yang menguru pendidikan saja seperti itu dalam pengelolaan aktivitas penelitian (yang katanya di situ syarat nilai – nilai akademis, kedisiplinan, ketekunan, konsistensi, dan lain – lain yang baik – baik), apatah lagi untuk pengurusan aktivitas yang lain ? Semoga Allah memberikan petunjukknya untuk kita semua agar memberikan yang terbaik sesuai dengan lahan masing – masing. Kalau dikorek-2, mental peneliti – peneliti kita (sekarang saya juga ada dalamnya) juga banyak yang perlu dibenahi.

Wallahu alam bissawab. Salam dari  www.mercubuana.ac.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: