jump to navigation

Idul Qurban 1434, Perlu trik aljabar mate matika dasar :) Oktober 15, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari.
trackback

q5 q-1 q3 q-2

Kembali, seperti tahun – tahun sebelumnya, Musholla AnNur di lingkungan tempat tinggal saya mengadakan kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam rangka Idhul Qurban 1434 tahun ini. Tidak seperti tahun lalu, jumlah hewan qurban tahun ini lebih sedikit. Kalau tahun lalu disembelih 5 ekor sapi dan 11 ekor kambing, tahun ini hanya 4 sapi dan 3 kambing/domba. Meskipun menurun dari tahun lalu, tetap saja jumlah ini cukup banyak untuk lingkungan yang hanya terdiri kurang lebih 2 RT di kawasan Jakarta Timur.

Yang selalu sama dari tahun ke tahun adalah guyub dan gotong royongnya jamaah musholla. Karena guyub dan gotong royong ini lah semua pekerjaan dilaksanakan sendiri secara bersama – sama mulai dari menjaga hewan qurban beberapa malam, menyiapkan tempat penyembelihan dan pembagian daging, penyembelihan, pembagian sampai distribusi. Karena dari  tahun ke tahun kegiatan selalu sama, meski secara resmi dibentuk kepanitian masing – masing warga suah tahu apa bagian yang harus mereka kerjakan.  Selalu ada yang bertugas mengurusi kupon, menunggu ternak dan memberi makan beberapa hari sebelum hari S (hari Sembelih J), merobohkan sapi, memotong leher – leher hewan qurban, mengurusi jerohan, dan seterusnya.

Dan bagian saya – entah pada saat memegang “jabatan” ketua, sekretaris, dokumentasi, atau hanya fungsional seperti saat ini – adalah memulai pembagian daging, tulang, thethelan dll sehingga untuk semua kantong kurang lebih akan mendapatkan bagian yang relatif sama. Jika ada sebagian kita yang berfikir bahwa pembagian daging dll tersebut tiap kantongnya adalah dengan menimbang total kemudian membaginya dengan jumlah kupon yang tersedia dan menimbang satu – per satu, maka ini salah. Kalau ini dilakukan, akan memakan waktu yang lama karena bungkusannya bisa mencapai lebih dari 400 bungkus. Maka yang dilakukan adalah membagi dengan ‘serampangan’ yaitu mendistribusikan bagian  per bagian daging ke grup – grup cikal bakal bungkusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Jadinya tugas saya adalah menyiapkan tanda cikal bakal bungkusan tersebut sesuai dengan rencana bungkusannya. Kalau jumlah bungkusan genap misalnya 400, atau 600, urusannya lebih mudah. Tetapi kalau jumlahnya 425 tentu diperlukan sedikit mikir. Karena perkalian banyaknya baris dan banyaknya kolom tidak akan persis sesuai jumlah yang diinginkan. Belum lagi “dimensi” alas nya yang harus disiasati. Seperti contoh pada kali ini jumlah 425 terbagi menjadi dua blok, yang pertama adalah 22 x 15 dan yang kedua ( 10 x 10 ) – 5. Perlu sedikit perhitungan mate matis bukan ? Jadi mungkin karena itu atau bisa juga karena saya selalu paling dulu mengambil inisiatif untuk menentukan konfigurasi tersebut, maka panitia yang lain biasanya selalu berteriak, “Sudah biarkan Pak Muji saja yang urus !”. He …he…

Dan hasilnya, seperti poto di bawah :

q8 Q7

Begitulah sedikit cerita sisa pembagian qurban hari ini…..(salam dari www.mercubuana.ac.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: