jump to navigation

Hari ke dua di Lombok, dengan motor pinjaman Bang Kadri menyusuri Unram, Ampenan, Narmada Juli 6, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback


Mataram-1-PetaPetunjukHari ke dua di Lobok saya isi dengan mengitari Kota Mataram menggunakan motor pinjaman Bang Kadri, sopir taksi BB yang hari sebelumnya mengantar kami bertiga dengan mobil sewaan. Hari sebelumnya, untuk urusan pekerjaan, dengan taksi nya dia mengantar kami ke mana-2. Kebetulan hari berikutnya dia libur jadi bisa mengantar kami ke berbagai tempat sekaligus berlaku sebagai pemandu. Hari terakhir dia meminjamkan motornya untuk saya. Terimakasih Bang Kadri.

Dengan petunjuk peta Mataram yang saya beli malam sebelumnya, saya memulai penyusuran dengan mengunjungi teman lama yang bertugas di Universitas Mataram, melihat perkampungan Nelayan Pondok Prasi, melihat-lihat Pemakaman Cina di Ampenan, dan menikmati sekilas wisata sejarah di Taman Narmada, Kec. Narmada. Lombok Barat (?).

Universitas Mataram

Tujuan saya ke Univ Mataram sebenarnya ingin bersilaturahmi dengan teman SMA dulu yang kebetulan bertugas di sana. Saya mendapatkan lebih, karena bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan lebih banyak dosen FT yang kebetulan ada di tempat (biasanya nggak ada di tempat ya ? :p). Kebetulan sedang ada pemilihan rektor tingkat pertama saat itu (pemilihan rektor di ptn biasanya dua tahap. Tahap pertama internal Senat PTN ybs, tahap ke dua melibatkan Menteri Budaya dan Pendidikan), jadi saya mendapatkan pengetahuan lebih mengenai proses pemilihan rektor. Ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Pemilihan rektor bukan proses dan akvitias tunggal. Kegiatan ini ternyata melibatkan berbagai aspek, dukungan, kegiatan penielitian, pengabdian, atau pendidikannya juga. Di sini juga ada kubu – kubuan yang sudah, sedang, dan akan menyertai proses pemilihan rektor. Implikasinya bisa sampai ke kegiatan-2 dosen yang kita kenal dengan Tri Darma Perguruan tinggi. Rincinya bagaimana? Biarlah kali ini cukup menjadi pengetahuan pribadi saya sendiri.

Gerbang utama Universitas Mataram terletak di Jalan Majapahit, persisnya no 1. Kampusnya cukup luas, jadi bisa diakses dari Jalan Pendidikan di seberang nya atau Jalan – jalan lebih kecil di sisi lain atau di antara gedung-2 / bangunan / fakultas / lembaga dll milik Kampus tersebut.

Unram-1 Unram-2 Unram-3 Unram-6-DenganTeman-2DosenFT Unram-4 Unram-5

Perkampungan Nelayan Prasi.

Tidak banyak keterangan yang bisa dapatkan dari sini selain bahwa di sini mayoritas nelayan adalah penduduk asli Lombok dengan sedikit di antaranya Penduduk dari Bali. Untuk saudara-2 dari Bali yang bergama Hindu dibangun Pura Segara yang cukup besar. Sayang saya tidak bisa masuk ke dalam. Pura Segara ini dikepung oleh  Banyak Masjid yang suaranya bersautan pada saat Adzan seperti saya datang kemarin pada waktu Shalat Dzuhur. Lombok sendiri juga dikenal dengan wilayah seribu masjid, jika Bali adalah pulau Seribu Pura. Apapun Pura yang tenteram di tengah banyaknya masjid ini menunjukkan keharmonisan beragama tetap terjada di Tanah air kita ini.

KampungNelayan-1 KampungNelayan-2 KampungNelayan-6 KampungNelayan-3 KampungNelayan-5

KampungNelayan-4

Pemakaman Cina

Pemakaman Cina selalu menarik perhatian saya di manapun. Selain karena secara fisik yang besar-2, juga terutama karena hiasannya yang indah-2. Bersebelahan dengan Pondok Prasi, di Jalan Raya Arah Selaparang dari Senggigi terdapat pemakaman cina tersebut.

PemakamanCina-2 PemakamanCina-1 Pemakaman-Cina-3 PemakamanCina-4 PemakamanCina-5 

Bandar Udara Selaparang

Bandara ini sudah sementara waktu tidak digunakan, ditinggalkan, dan sudah diganti dengan Bandara Lombok Raya yang lebih representatif dan aman (?). Mungkin salah satu alasan mengapa Selaparang Bandara ini harus ditinggalkan karena sekarang lokasinya sudah sangat dekat dengan pusat kota. Tentu jika demikian, akan mengganggu kenyamanan penduduk dan juga kurang mempertimbangkan faktor keselamatan (?) jika tetap dipertahankan untuk digunakan. Sayang aset – aset yang ada ditinggalkan begitu saja tanpa diurus.  Padahal sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang lebih berdaya guna. Mungkin untuk museum dan pendidikan Penerbangan? Mungkin untuk perkantoran / bisnis ? Mungkin untuk pusat budaya dan kerajinan, pusat pameran seperti Kemayoran ? Atau bisa jadi dengan sedikit modifikasi dan pemeliharaan, landasan pacu bisa sebagai arena balapan ? Atau memang dibiarkan seperti sekarang ini lebih menguntungkan dari sisi bisnis ?

Selaparang-1 Selaparang-2 Selaparang-3-Gedung Uatama Selaparang-4-Landasan Pacu Selaparang-5-lorongAntarGedung Selaparang-6-Sisa-2AktivitasKantor Selaparang-7-PapanNamaInstansi Selaparang-8-CargoBandara Selaparang-9-Menara ATCS

Taman Sejarah Narmada

Taman ini merupakan komplek istana kerajaan yang dibangun tahun 1722 oleh Raja AA Ngurah Karang Asem sebagai miniatur Pegunungan Rinjani. Sayang, seperti peninggalan sejarah lain di Negeri ini, sangat minim informasi yang bisa diperoleh sebagai pengetahuan.  Jika saja ada informasi lebih lengkap misalnya dari segi fungsi, bahan bangunannya, keterkaitan dengan kerajaan sekitar, sejarah kerajaan mulai dari pendirian sampai keruntuhan, dll tentu akan lebih menari. Dari pengamatan sekilas, area bangunan ini cukup luas. Ada pendopo, kolam pemandian kerajaan, tempat sembahyang penganut Hindu, dan juga ruang – bangunan tempat Raja tinggal (?). Sekarang sudah dilengkapi fasilitas wisata terkini antara lain kolam pemancingan, kolam renang, dan arena permainan anak – anak. Kios – kios cendera mata tentu tidak tertinggal.

Narmada-1 Narmada-2 Narmada-3 Narmada-4 Narmada-5 Narmada-6 Narmada-7 Narmada-8 Narmada-9 Narmada-10

www.mercubuana.ac.id 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: