jump to navigation

Tinggal Cari, Salin, dan Ubah, membuat program sekarang jauh lebih mudah. Tetapi tantangan juga selalu bertambah. April 20, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Basis Data Biologi NCBI

Basis Data Biologi NCBI

Sudah sekian lama tidak pernah membuat program komputer, bahkan sama sekali belum menggunakan  pernah menggunakan Bahasa Pemrograman Java, sekarang saya harus membuat program sendiri dalam Java.  Dibanding pertama kali membuat program untuk tugas Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman awal – awal tahun sembilan puluhan yang lalu, menggunakan Bahasa Pemrograman saat ini terasa jauh lebih gampang. Selain mungkin waktu itu masih belajar logika pemrograman, kemudahan memrogram saat ini ditunjang oleh berlimpahnya sumber daya yang hampir – hampir tanpa batas. Dulu untuk membuat program kita harus hampir menghapalkan semua kata kunci Bahasa Pemrograman tersebut karena sangat terbatas nya alat bantu. Sebagai contoh dulu, pertama kali membuat Program dalam Bahasa Pascal, di dalam Disket (karena komputer Lab belum dilengkapi hardisk internal) hanya tersedia kompiler dan editor. Tidak ada panduan. Panduan berisi kata-kata kunci Bahasa Pemrograman itu biasanya berupa buku. Jika kita lupa kata kunci atau pas melakukan kompilasi ada kesalahan sintak, maka kita harus membuka-2 buku panduan itu untuk mencari kata kunci yang tepat.

Seiring dengan kemajuan Bahasa Pemrograman dan peningkatan kapasitas sumber daya perangkat keras seperti memory, hard disk, dan processor, pada tahapan berikutnya editor bahasa pemrograman lebih maju, editor secara otomatis membedakan warna kata kunci dengan kata selain kata kunci. Dengan demikian kita segera tahu sebelum kompilasi jika kita mendefinisikan / menggunakan peubah yang sama dengan kata kunci. Tapi ini biasanya jarang, karena kita menggunakan peubah Bahasa Indonesia sementara kata kunci Bahasa Inggris.  Kemajuan berikutnya, editor bahasa pemrograman dilengkapi dengan fasilitas panduan dan contoh – contoh program jadi yang sangat membantu. Jika saat kompilasi ada kesalahan sintaksis, tinggal kita tekan F1 pada kata yang salah, maka akan dipandu bagaimana yang benar untuk kata – kata tersebut. Atau kalau kita lupa dengan struktur perintah (misalnya repeat – until), maka cukup dengan F1 pada salah satu kata yang diingat dalam struktur tersebut, keluarlah panduannya lengkap dengan contohnya.

Sekarang jauh lebih mudah lagi. Bukan hanya panduan, bukan hanya editor yang membantu, tetapi juga source code “apa saja” bisa kita dapatkan di internet. Panduan pemrograman bertebaran di mana – mana, meski timbul masalah baru mana yang kita pilih J. Editor saat ini sudah punya mata yang membantu mata kita. Editor akan memberitahu sesaat setelah kita mengetik ada kata kunci atau struktur blok program yang salah. Jadi tanpa perlu dikompilasi, kita sudah tahu kesalahannya. Sakti memang, seperti saktinya orang Jawa “ngerti sakdurunge winarah”, mengerti sebelum salah kalau ini. Sekarang, kita mau mencara program apa saja dalam bahasa apa saja, rasanya source code ada di internet. Maka sekarang yang dilakukan programmer (saya tepatnya) hanyalah cari, salin, modifikasi. Asal programmer tahu “masalahnya” sendiri, maka tinggal mencari saja masalah itu dan penyelesaian permasalahan pemrogramannya bisa didapatkan di Internet. Kebanyakan 100 persen selesai bahkan, atau apes-2nya 80 – 90 % selesai lah J. Nah tinggal sisanya di 20 – 10 % dimodifikasi.

Lantas…apa lagi menariknya jadi programmer ??? Manusia sama sekali tidak berhak sombong sebab jika ilmu seluruh jin dan manusia di jagad raya ini dikumpulkan nilainya tidak lebih dari setetes air di lautan jika dibandingkan dengan ilmu Allah. Artinya semakin banyak kita tahu, semakin banyak lagi yang kita tidak tahu. Satu sisi masalah membuat program menjadi lebih mudah, tetapi tantangan ilmuwan ilmu komputer dan teknologi informasi berkembang jauh lebih cepat. Penemuan baru menimbulkan permasalahan baru. Dari situlah manusia belajar.  Kalau masalah pemrograman sudah begitu mudahnya, maka tantangan berikutnya bagi programmer dan orang ilmu komputer misalya adalah bagaimana bergerak dari kegiatan menggunakan Bahasa Pemrogaman (karena menggunakan sudah bukan masalah lagi) ke bagaiaman memanfaatkan teknologi pemrograman untuk permasalahan yang lebih luas demi kemanusiaan, peradaban dan lingkungan. Sudah saatnya orang ilmu komputer tidak asik dengan dunia sendiri, tetapi juga melihat dan terlibat lebih erat dengan dunia di luar ilmu komputer. Misalnya, jika dulu sebelumnya asik dengan algoritma pengurutan, atau pengklasifikasian, dll maka sudah saatnya – terutama di Indonesia – ilmu komputer lebih terlibat ke masalah – masalah kesehatan dan kemanusiaan, kependudukan, mitigasi bencana dll.

Tidak ada yang salah dengan orang – orang TI dan ilmu komputer yang asik dengan dunia game dan entertainment, demikian juga sah – sah saja dengan konsentrasi ke basis data dan sistem informasi perkantoran dan sejenisnya. Tetapi seharusnya sudah ada yang memulai untuk bidang – sekali lagi misalnya – biomedis, bioteknologi, atau mitigasi bencana.  Tantangan di bidang biomedis yang harus dipecahkan (karena berbagai hal) dengan bantuan komputasi masih belum terurus meski pada tataran minimal. Misalnya saja Malaysia, Singapura, India sudah lama bergerak membuat basis data genetika penduduknya. Hal ini perlu untuk berbagai kepentingan baik kesehatan maupun sosial kemasyarakatan. Negara – negara lain sudah mempunyai basis data berbagai penyakit yang bisa diakses bebas untuk mendukung kegiatan riset guna : diagnosa semi otomatis, pendeteksian penyakit baru, terapi, penemuan obat baru dll. Dalam bidang pengobatan, negara – negara lain sudah sangat masif memanfaatkan teknologi algoritma dan komputasi untuk misalnya mensimulasikan efek obat baru sebelum dibuat, mempelajari pengaruh obat pada tubuh manusia, dll. Sementara kita sudah merasa puas dengan kecepatan internet yang semakin tinggi, teknologi industri kreatif game, entertainment, content dll yang tumbuh subur, atau kapasitas data center kita. Sekali lagi itu semua tidak salah, tetapi seharusnya tidak membuat kita merasa cukup, karena sejatinya kita masih di sini – sini saja.

Gambar terlampir adalah salah satu basis data biologi (DNA, gen, protein, dll) berbasis komputasi yang dikelola oleh pemeirntah Amerika.

Wallahu alam bissawab🙂

www.mercubuana.ac.id 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: