jump to navigation

Candi Gedong Songo [Jika ilmu Jin dan Manusia di muka bumi dikumpulkan, nilainya hanya sebatas sisa basahan di jari telunjuk yang dicelupkan ke samudra] Februari 22, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

118_2387Di sela – sela temu kangen dengan teman – teman SMA (yang ceritanya seru dan terkadang saru , tetapi lebih tepat kami nikmati sendiri) EO kami mengarahkan kunjungan wisata sejarah ke Candi Gedong Songo. Candi, semua kita tahu kurang lebih adalah bangunan kuno yang terbuat dari batu. Songo adalah dalam bahasa Jawa untuk angka sembilan. Jadi artinya menurut bahasa Candi Songo berarti candi sembilan. Atau mungkin sembilan Candi. Tetapi kenyataannya di sana hanya terdapat lima group Candi. Beberapa candi hanya tersisa reruntuhan batu yang berkelompok.
Terletak di ketinggian Gunung Unggaran di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Semarang, Candi Songo meninggalkan jejak keunggulan rekayasa bangunan leluhur kita (orang Jawa mungkin) di masa lalu. Bukan hanya bangunannya yang menyiratkan keunggulan rekayasanya, tetapi juga tempatnya yang di atas bukit merupakan tantangan tersendiri. Rasanya dari sisi tempat, Borobudur dan Prambanan lebih landai dengan demikian lebih mudah dicapai. Beda dengan Candi Songo yang terletak di atas perbukitan. Untuk sampai lokasi, dari Semarang menuju Unggaran kemudian naik ke Kecamatan Bandungan, jalan yang dilalui berkelok dan menanjak. Sampai di lokasi Gerbang Candi untuk sampai ke lokasi Candi Pertama yang paling rendah, berjalan kaki bagi kebanyakn orang usia kepala empat masih bisa. Tetapi menuju candi ke dua, sudah mulai membuat lelah. Candi ke tiga melihat tanjakkanya saja sudah capek lebih dulu, bagi kebanyakan orang yang biasa tinggal di Kota.

 

Papan Informasi Lokasi Administratif, Geografis dan Elevasi

Papan Informasi Lokasi Administratif, Geografis dan Elevasi

Sebagai peninggalan sejarah, tidak banyak informasi yang bisa didapatkan dari Candi Songo ini. Di papan informasi hanya tertulis lokasi administrastif, lokasi geografis dan elevasi saja. Tidak ada informasi mengenai Candi Songo, seperti Boro Budur misalnya yang sudah sampai pada perkiraan tahun dibuat, oleh dinasit Syailendra (?), dll. Dengan demikian, jadinya jika kita wisata ke Candi Songo “hanya” akan mendapatkan udara segar, pemandangan yang indah, pengalaman naik kuda, dan foto – foto . Memang, benar kata Kalam Allah, jangankan ilmu ghaib, ilmu nyata seperti Candi Songo ini saja kita belum tahu apa – apa. Andaikan Ilmu Allah itu seluas lautan samudra di bumi, maka ilmu yang ada pada kita itu sebatas sisa basahan (bukan air lagi) yang menempel di jari telunjuk kita setelah dicelupkan.
Sebagai tempat wisata melepas lelah, menyegarkan badan dan pikiran, bersenang – senang, rasanya cukup menarik. Untuk informasi lengkap dan akses ke sana, silakan tengok http://seputarsemarang.com/candi-gedong-songo-7342/

 

Kawah Sulfatara

Kawah Sulfatara

 

118_2381

118_2377

Papan Informasi Tarif Naik Kuda

Papan Informasi Tarif Naik Kuda

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: