jump to navigation

Dari Pelaksanaan Seminar Nasional Pengaplikasian Telematika (SINAPTIKA ) 2012 Juli 8, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

SINAPTIKA merupakan forum berbagi pengetahuan, pengalaman, dan informasi aplikasi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi  Tingkat Nasional. SINAPTIKA diselenggarakan tiap tahun mulai tahun 2009 oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana.

SINAPTIKA merupakan forum berbagi pengetahuan, pengalaman, dan informasi aplikasi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi  tingkat Nasional. Mengacu pada latar belakang bahwa korupsi masih menjadi permasalahan utama Bangsa Indonesia, tahun 2012  ini SINAPTIKA diadakan dengan tema “Aktualisasi Peran TIK dalam mendukung egrakan Anti Korupsi Nasional”.  Diharapkan seminar ini dapat :

  • Menjadi media saling berbagi pengetahuan, pengalaman, metode, maupun kakas (tools) yang terkait dengan TIK untuk memberdayakan masyarakat, khususnya terkait dengan gerakan anti korupsi
  • Memunculkan gagasan dan atau pemikiran peran TIK dalam pemberdayaan masyarakat khususnya dalam rangka mendukung gerakan anti koprupsi

Pembicara utama pada SINAPTIKA 2012 terdiri dari kalangan Pemerintah / Lembaga dan Pakar / Akademisi. Pembicara dari Pemerintahan / Lembaga diwakili oleh KPK yaitu Bapak Johan Budi SP sebagai Kepala Biro Humas sekaligus Juru Bicara KPK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diwakili oleh Bp. Ir. Bambang Heru Tjahjono M.Sc. yang menjabat sebagai Direktur Keamanan Informasi. Pakar / akademisi datang dari ITB dan UI. Dari ITB tampil sebagai pembicara utama adalah Prof. Iping Supriana Suwardi, guru besar STEI ITB. Sedangkan pakar dari UI yang berkenan membagi ilmunya adalah Prof. T. Basaruddin, Dekan Fasilkom UI.

Pada kesempatan pertama P Johan Budi SP (Juru Bicara, sekaligus Kabiro HUMAS KPK) memaparkan bagaiaman korupsi secara massif memiskinkan puluhan juta rakyat Indonesia yang bahkan jumlah seluruh penduduk miskin Indonesia melebihi keseluruhan penduduk Malaysia. Dampak mengerikan korupsi bukan hanya memiskinkan masyarakat tetapi juga misalnya mengakibatkan kecelakaan yang “disengaja”, seperti bangunan sekolah yang ambruk sesaat setelah diresmikan, jembatan yang jebol sebelum waktunya, dan lain – lain. Kemiskinan membuat frustasi masyarakat di berbagai daerah yang berujung bunuh diri. Kemiskinan membuat orang mati sia – sia karena tidak mampu berobat ke puskesmas yang biayanya hanyalah 15 ribu rupiah, jauh dari pengeluaran parkir harian di mall – mall Jakarta yang mungkin sering dilakukan oleh anggota dewan yang terhormat.

Dikaitkan dengan tugas KPK dalam mencegah dan memberantas korupsi, peran teknologi informasi sangatlah vital. Modus korupsi sudah semakin canggih, dan beberapa hal tertentu hanya dapat diselesaikan dengan bantuan Teknologi Informasi. Penyadapan, penguraian dan pengembalian isi penyimpanan data (hard disk) barnag bukti kasusu yang sudah rusak, pencocokan suara, pendeteksian money loundry, adalah sekedar beberapa contoh bagaiaman peran teknologi informasi sangat dibutuhkan dan membantu tugas KPK. Pada kesemapatan ini Johan Budi SP menantang peran serta mahasiswa dalam pemberantasan korupsi, karena hanya kepada mereka P Johan Budi masih percaya. Jika ingin berdemo, berdemolah ke kantor – kantor pemerintahan atau DPR yang pegawai atau anggotanya sudah diindikasikan terlibat korupsi. Bukan berdemo apalagi tawuran yang tidak jelas antar mereka.

Sayang karena waktunya sangat terbatas (P Johan Budi harus menghadiri 2 acara dengan tema yang sama pada waktu yang hampir bersamaan di Mercu Buana), maka tidak ada tanya jawab. Sayang sekali…

Pembicara kedua adalah P Bambang Heru Tjahjono dari Kominfo. Pak Bambang memaparkan peran penting TI dalam rangka memajukan bangsa dan mendukung gerakan pencegahan korupsi dan pemeberantasan korupsi melalui transparansi, efesiensi, dan efektifitas. Untuk keperluan ini pemerintah, khususnya Kominfo, telah menginisiasi dan menghasilkan berbagai peraturan dan regulasi yang tujuannya mendorong ke arah transparansi. Tidak kalah penting menurut beliau adalah penyiapan sumber daya manusia yang berbudaya. Sebab secanggih apapun teknologi yang digunakan, tidak akan berarti tanpa SDM yang berbudaya.

Pembicara berikutnya Prof Iping & Prof Tjan juga memaparkan materi yang –menurut saya – luar biasa bagus dari segi filosofi dan teknologi terapan yang terbaru. Edisi berikutnya tulisan ini  akan saya teruskan J. Berikut beberapa foto sesi Seminar Utama.

Para Pembicara dan Panitia

Para Pembicara dan Panitia

 

Dekan Harwikarya Membuka Seminar

Dekan Harwikarya Membuka Seminar

 

Sesi Pertama - P Bambang, P Johan Budi SP, dengan moderator Wachyu Hari

Sesi Pertama – P Bambang, P Johan Budi SP, dengan moderator Wachyu Hari

 

Sebagian Materi Pak Johan Budi

Sebagian Materi Pak Johan Budi

 

Prof Iping,  Prof Tjan, dengan moderotor Penulis

Prof Iping, Prof Tjan, dengan moderotor Penulis

 

Audience-dari-kalangan-mahasiswa-dosen-dan-ada-juga-yang-sekedar-mampir-pingin-tahu

Audience-dari-kalangan-mahasiswa-dosen-dan-ada-juga-yang-sekedar-mampir-pingin-tahu

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: