jump to navigation

Teknologi melestarikan tradisi… Mei 26, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Tidak perlu penelitian yang serius untuk menyimpulkan bahwa banyak tradisi kita hilang karena kemajuan jaman. Mulai dari nyanyian anak – anak yang sudah jarang lagi terdengar,  tergantikan gemuruh budaya pop.  Mainan anak – anak yang habis tergerus game elektronik.  Atau misalnya Bahasa Daerah yang sudah sangat jarang dituturkan oleh suku pemilik Bahasa itu.

Mengenai Bahasa Daerah itu, di keluarga kami sendiri sudah sangat jarang menggunakan Bahasa Jawa. Anak – anak tidak lagi mengenal Bahasa Jawa. Karena keadaan atau karena desakan jaman. Saya orang Jawa, ibunya anak – anak orang Sunda.  Sulit menggunakan Bahasa Daerah. Apalagi di luar rumah lingkungannya selalu bertutur dengan Bahasa Indonesia.

Tetapi belakangan ini sejak menggunakan pesan seketika (instant messaging) terutama BBM saya berkesempatan menemukan dang menggunakan kembali Bahasa Jawa yang sudah sangat lama tidak saya tuturkan.  Di antara teman – teman sedaerah, se SMA dulu, terbentuk grup BBM alumni SMA. Di komunitas maya itulah kami menikmati kembali bertutur dengan Bahasa Jawa. Saya rasa hal yang sama dilakukan oleh kebanyakan orang pemegang gadget dan sejenisnya. Itulah, salah satu hal yang saya anggap positif dari penggunaan teknologi. Kita jadi mempunyai lahan lain untuk tetap secara tidak sengaja melestarikan Bahasa Tradisional.  Berkomentar di pesan seketika dengan Bahasa Jawa, seolah kembali ke masa lalu saat kami di kampung, menikmati permainan masa remaja dan anak – anak.

Untuk menyemangati agar grup tetap hidup memang kami terkadang (sering malah) kasar satu dengan yang lainnya. Saling meledek dan saling mencela. Saling mencari perhatian dan saling menjatuhkan. Tidak apa – apa, asal itu hanya sebatas di pesan seketika dan kenyatannya di dunia nyata kami jadi sangat rukun. Karena lokasi kami berbeda beda kota, maka jika salah satu dari kami karena satu keperluan mengunjungi kota tertentu, pasti mendapat sambutan hangat dari kawan di Kota tersebut. Itulah salah satu bukti bahwa kekasaran di pesan seketika malah membawah manfaat bagi kami.

Maka di pesan seketika itu kami menikmati kembali kata – kata kuna, seperti : kenthir, koclok, edyian, yang merupakan umpatan. Atau kata – kata diladaki, padu, bubrah, dan lain – lain. Bagi orang Jawa perantauan yang jarang menggunakannya, rasanya akan tertawa terpingkal – pingkal  saat menikmati kembali kata – kata itu apalagi dalam bungkus semangat bercanda. Sebagian dari screen capture pesan seketika grup kami itu saya cuplik seperti di bawah🙂.

Grup BBM-SMASA-90

Grup BBM-SMASA-90-1

BBM-Grup_SMASA-90-2

BBM-Grup_SMASA-90-2

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: