jump to navigation

Memikirkan stand up comedy.. Maret 27, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Jam biologi saya bekerja dini hari ini, terbangun dan sulit terpejam lagi. Pikiran melayang ke mana – mana. Rasanya alami untuk semua orang masih membawa sifat kodrati masa kecil yang selalu ingin menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Setelah memikirkan apa – apa dan kemana – mana, saya mebayangkan berdiri di panggung stand up comedy.  Tentu saja saya mempunyai riwayat untuk itu. Saya dulu waktu sekolah di Bandung adalah termasuk pemain, sutradara, dan penata tari setidaknya, untuk Ludruk ITB.  Yang kedua, semua guyonan di TV terutama, sekarang ini menurut saya tidak ada yang bermutu. Hanya stand up comedy saja yg layak untuk ditonton.

Jadi komedian (pelawak?) di Indonesia memang susah. Harus mempunyai trade mark sendiri. Dan trade mark itu kalau bisa sangat gampang dikenali, membuat orang (men)tertawa(kan) tanpa perlu mereka berfikir. Trade mark itu misalnya wajah atau fisik yang lucu (jelek ?). Jadi di urusan trade mark ini wajah orang pas – pas an seperti saya, tidak berlaku.  Dan memang dunia hiburan di Indonesia hanya dikuasi oleh dua kelas manusia ‘atas bawah’ itu. Manusia dengan penampilan kelas atas jadi pemain sinetron, bintang iklan, atau bintang film. Manusia dengan penampilan kelas bawah jadi bintang lawak, bintang komedi, bisa juga bintang sinetron, bintang iklan, atau bintang film tapi tetap (dipaksa) lucu.

Ada yang mengerti nggak apa yang saya katakan tadi ? Ya sudah kalau semua pada diam, kuliah selesai, absen, pulang aja kalian. Begitulah gaya saya kalau lagi ngajar di depan kelas. Sebagai dosen saya biasa bicara ngomong di kelas, tapi memang sudah jarang bicara di panggung seperti ludruk ITB dulu. Tapi enak sekarang jadi dosen. Kenapa ? Karena ditakuti oleh orang yang paling ditakuti Presiden. Mahasiswa itu ditakuti sama Presiden lo. Karena rumus yang umum dihapal dan dikenal di kalangan dunia kampus dari jaman saya kuliah sarjana dulu, Presiden masih Pak Harto, sampai sekarang adalah mahasiswa akan bilang begini “Ah jangan takut sama dosen, dosen takut sama dekannya, dekan takut sama rektornya, rektor takut sama presiden, presiden takut sama mahasiswa”. Tapi tetap saja Mahasiswa takut sama dosen. Kalau tidak, mengapa mereka menyebut dosen Killer?? Tapi..ya itulah lingkaran ketakutan yang tak habis – habisnya di Indonesia. Dan sekarang mungkin masih berlaku..Ketika mahasiswa –baru dikabarkan- turun ke Jalan, Presiden sudah jalan – jalan ke luar negeri itu.

Saya berpikir, kira – kira kata apa yang paling diingat oleh orang Indonesia saat ini, eh orang Jakarta saja lah. Karena terlalu luas batasan masalah nya (ini efek dari kasih bimbingan mahasiswa TA kemarin) jika harus Indonesia. Kata – kata yang paling diingat itu rasanya adalah “BBM”,  “Subisidi”, “Anggaran”,”Tolak”. Kata korupsi mungkin sudah tidak diingat lagi. Pertama karena kalah pamor dengan BBM, yang kedua kalau BBM naik nggak apa-apa, masih bisa SMS an (Lah nggak nyambung ya ?).  Begini maksud saya, biarin saja lah orang Korupsi. Loh kok….La iya UU TIPIKOR sudah diberlakukan dengan hukum yang harusnya berat, KPK sudah bekerja maksimal, toh sama hakim dibebasin juga. Buat apa usaha keras2, ngabisin duwit banyak2, kalau hasilnya sudah jelas tergambar? Toh nanti kalau sudah tidak bisa korupsi paling makan sandal. Sengsara to? Duwitnya banyak yang dimakan sendal jepit? Pelajaran lain bagi para koruptor, kalau mau korupsi sendiri saja, jangan sama istri. Kalau ketangkepnya bareng mungkin enak, tapi kalau ketangkepnya terpisah apalagi istri belum tertangkap, sengsaranya bukan main. Karena tidak bersama mamah sehingga tidak bisa menikmati mamah, sekarang terkena penyakit mah jadinya khan ? Oh ya kabar baik juga buat para koruptor, katanya Menkumham akan membuat ruang biologis di Rutan. Nggak tahu sekarang sampai mana statusnya. Jadi para koruptor sekali – kali jangan korupsi bareng – bareng istri atau suami anda.  Repot kalau anda tertangkap sementara pasangan anda kabur, tidak bisa menikmati ruangan itu to?  Tapi ngomong  – ngomong, sebenarnya paragraf ini tidak ada isinya sama sekali, jadi kasian anda yang baca / denger andaikata.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: