jump to navigation

Anakku, Kita bebas memilih. Pilihan kita lah yang menentukan akan bagaimana dan jadi apa kita kelak. September 13, 2011

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi.
trackback

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi  (dan apa-apa yang ada di, pada, dalam, antaranya) dan silih bergantinya siang dan malam terdapat pelajaran bagi orang  – orang yang mau berfikir (QS. Ali Imran 190).

Di sebuah sarang di atas pohon entah di mana, tinggallah induk burung elang dengan beberapa ekor anaknya yang masih bayi. Setiap hari induknya terbang mengangkasa mencari mangsa untuk anak – anaknya. Begitulah keseharian mereka sampai suatu saat anaknya beranjak dewasa dan siap belajar mengarungi angkasa mencari mangsanya sendiri. Meski begitu mereka belum cukup mahir untuk mendapatkan mangsanya sendiri. Indunknya masih dengan telaten mencari dan menyuapkan potongan daging ke paruh – paruh anaknya. Ada salah anaknya yang malas belajar mencari mangsa. Ketika saudara – saudaranya yang lain belajar mengangkasa memburu mangsa, anak elang yang satu ini memilih bermalas – malasan di sarang menunggu suapan induknya yang masih setia menyuapi semua anak – anaknya itu. Entah karena alasan apa, induk elang itu tetap setia menyuapi semua anaknya tanpa membeda – bedakan satu dengan yang lainnya. Tanpa memandang yang malas maupun yang rajin belajar mengankasa. Sampai suatu alasan entah mengapa induknya tidak kembali ke sarang untuk selamanya. Mungkin sudah menganggap anaknya tidak perlu lagi disuapi, mungkin pula dia sudah memiliki anak – anak yang lain di sarang yang lain yang butuh perhatian, atau mungkin karena alasan lain.

Anak – anak elang yang rajin belajar mencari mangsa meskping pada hari pertama kelaparan dan kebingungan, hari – hari selanjutnya dapat dilalui dengan lebih baik. Kemampuan berburu hasil belajarnya bertambah baik dengan cepat seiring kondisi yang memaksanya mencapai batas atas kemampuannya. Mereka dapat melalui hidup dan meneruskan generasi selayaknya seperti bangsa mereka. Sementara anak elang yang malas belajar, meskipun sekarang telah dewasa menghadapi kesulitan yang luar biasa. Dia tidak tahu sama sekali apa yang harus dilakukan begitu keluar dari sarang. Dia tidak mengerti bagaimana mengintai, memburu, apalagi menangkap mangsa demi kelangsungan hidupnya. Itu semua karena pilihannya di masa lalu yang dia tuai hasilnya saat ini.

Begitulah anakku, semakin dewasa kita semakin bebas kita menentukan pilihan. Sebagai manusia balig, tidak ada yang mampu memaksa kalian untuk memilih dan menentukan sesuatu di luar kehendak kalian. Kalian bebas akan memilih jalan manupun. Namun Allah begitu adilnya. Pilihan kita sendirilah yang menentukan akan seperti apa, akan jadi apa, dan akan bagaimana kita nanti di masa yang akan datang. Memang ada takdir dalam kamus rukun agama. Tetapi takdir hanya kita ketahui setelah semua terjadi. Sementara, kita dari awal akan tahu masa depan kita dari pilihan kita yang kita ambil saat ini. Kita tahu tentu saja bukan karena kita bisa menebak masa depan kita. Kita tahu karena kita belajar, kita tahu karena contoh – contoh nyata, kita tahu karena Tuhan menciptakan langit, bumi dan apa – apa yang ada di dalamnya untuk kita belajar darinya.

 

Wallahu alam bissawab

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: