jump to navigation

Buta Warna, haruskah tersingkir?? Desember 23, 2009

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan.
trackback

Buta warna adalah “cacat” bawaan yang tidak dapat disembuhkan. Sementara buta warna yang bukan bawaan –saya baru tahu ternyata ada -, mungkin bisa disembuhkan (http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=5644). Bagi penderita buta warna keturunan, tidak ada hal lain selain sabar dan syukur atas karunia ini. Buta warna setahu saya digolongkan ke dalam dua kategori : total dan parsial. Bagi penderita buta warna total, keindahan dunia terkonversi menjadi abu – abu, dengan skala putih terang sampai dengan hitam gelap gulita. Penderita buta warna sebagian masih cukup beruntung karena masih bisa menikmati kilauan warna meskipun mereka tidak dapat membedakan sebagian dari warna dasar hijau, merah, biru. Yang terlihat bagi mereka dua diantara atau ketiga warna terlihat sama.

Buta warna sebagian, itulah yang saya derita dari lahir sampai sekarang tentu saja.:). Rasanya banyak yang bernasib seperti saya. Pernah saya baca sekitar 40 % lelaki di dunia adalah pengidap buta warna ini. Dalam kehidupan nyata saya, teman sekelas waktu kuliah dulu dari 40 orang, 3 orang jelas – jelas buta warna sebagian. Saya sendiri menyadari bahwa saya buta warna parsial pada saat test masuk APDN (STPDN, kemudian sekaran IPDN) tahun 90an yang lalu, saya gagal. Memang bagi penderita buta warna, dunia ini semakin sempit saja. Dalam pendidikan (perguruan tinggi), tidak boleh ada dalam kamus mereka jurusan Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan. Untuk jurusan – jurusan teknologi industri, mereka harus membuang jauh – jauh impian di jurusan – jurusan teknik industri (?), teknik kimia, teknik fisika, teknik elektro (arus lemah), teknik mesin. Untuk ilmu – ilmu dasar, lupakan semua selain mate-matika. Untuk seni, tentu saja disain grafis, seni rupa haram buat mereka.

Beruntung saya karena waktu itu memilih teknik informatika yang tidak harus dibuang ke jurusan yang lain karena buta warna. Namun nyatanya meski lulus pendidikan, di dunia kerja masih saja mensyaratkan ”sehat jasmani dan rohani, serta tidak buta warna”. Eh…terpaksa orang – orang seperti saya hanya bisa menjadi penonton dari luar gelanggang persaingan itu. Pernah dua kali saya mengikuti seleksi penerimaan pegawai yang –pada awalnya – tidak mensyaratkan harus melek warna ini. Setelah bercapek – capek bersaing dari tahap administrasi, test psikologi, wawancara, ujung – ujungnya medical test, saya harus meninggalkan gelanggang di saat babak akhir karena tidak melek warna ini. Padahal jelas – jelas bidang yang saya incar sesuai dangan jurusan kuliah saya yang pada waktu masuknya tidak ada urusan dengan buta warna atau tidak. Sempat sakiiiiit, tapi ya mau bagaimana lagi? Nikmat Allah yang lain masih jauh lebih banyak bagi saya dari pada menyesali setitik ”kelemahan” buta warna ini.

Untuk pekerjan – pekerjaan tertentu yang membutuhkan ketelitian pembedaan warna adalah wajar dan seharusnya tidak buta warna menjadi syarat perlu. Untuk pekerjaan – pekerjaan seperti dokter, ahli laboratorium, disain grafis, pilot mungkin. Namun sayangnya, terutama untuk lowongan CPNS, bersyaratan tidak buta warna ini mayoritas dijadikan syarat umum. Tanpa melihat bidang pekerjaan. Entah itu untuk bidang pekerjaan akuntansi, administrasi, pranata komputer, semuanya menggebyah uyah harus bebas buta warna. Seolah – olah persyaratan ”tidak buta warna” tambahan dari syarat ”sehat jasmani dan rohani” ini hanya dicopy paste saja dari waktu – ke waktu sebagai SYARAT UMUM. Tanpa peduli apa bidang pekerjaannya.

Sungguh tidak adil. Banyak orang merasa disingkirkan karena persyaratan ini. Salah satunya di sini http://www.mer-c.org/penyakit-kulit/197-buta-warna-partial.html (23 Desember 2009 12.21 WIB). Saya tidak tahu mulai dari mana dan harus ke mana untuk membenahi diskriminasi ini. Untuk penderita AIDS, misalnya sudah ada perkumpulan atau yang yayasan yang membantu mereka. Untuk penderita buta warna ini, adakah yang peduli ya ? Untuk saudara – saudara penderita buta warna total maupun sebagian, gabung di sini yuk http://www.facebook.com/advertising/?src=advf2#/group.php?gid=229890446224 . Sekedar sharing, curhat, sedikit ngumpat barangkali bisa meringankan kekecewaan🙂

Komentar»

1. Anonym.. - Maret 15, 2010

saya setuju…saya sebentar lagi lulus dan harus melamar kerja. Melihat saya yang buta warna parsial sepertinya semua sia2 saja kuliah lama2.

Sedih memang…

2. anikeren - Maret 15, 2010

@Anonym, tetap semangat Mas/Mbak. Tuhan pasti punya maksud sendiri memberikan kita “berkah” ini. Pasti ada celah lain yang disediakanNya untuk kita. Hanya memang diskriminasi (kalau boleh bilang begitu), sebaiknya harus diakhiri. Tapi nggak tahu mulai dari mana :)?

Thanks sudah mampir, n semoga sukses buat anda

3. icih - Mei 10, 2010

kenapa tenaga kesehatan gag boleh buta warna???
mereka kan gag di suruh liat bulat bulat banyak warna seperti halnya yg di ujikan ketika tes buta warna, mereka hanya melihat darah dan saya rasa saya bisa membedakan warna merah hijau secara real. hanya saja saya tidak bisa melihat bulat bulat banyak warna yang saya rasa tidak penting, kenapa buta warna itu menjadi syarat, siapa yg pertama kali mensyaratkan hal itu.
huhtttttttttt
dunia tak berpihak padakuuu

4. duuuuud - Juni 13, 2010

y gan bttuuullllllllllll .. ni adlh gifted from ALLAh yg g bs kta hindari .. ngmg2 kerjaaan yg co2k pa y ???

jaalllllaaannn truuusss tetap semangatttttttttttttttttttttttttttt

5. arif - Juli 17, 2010

aku jg bro..
selepas tes uji di perusahaan aku di vonis buta warna dunia seakan mau runtuh rasanya
tp skrg sy dah kerja teknisi elektronik.alhamdulillah perusahaan ngk minta tes buta warna.akhirnya aku di terima.
semangat terus buta warna….

6. KK - November 24, 2010

Ngomong2 Hari ini saya sementara mengikuti prosesi rekrumen salah satu perusahaan swasta di Kota tempat saya tinggal…sempat bingung harus bagaimana ketika saya mengetahui ada tes kesehatan lengkap (termasuk buta warna)padahal Profesi yang saya tuju blh dikata tidak berhubungan dengan warna….Tapi entahlah, saya sendiri menyadari bahwa saya buta warna. sempat ada gekolak dalam hati….
Karena Buta warna bukan seperti debu yang melekat dipunggung hanya dengan meniupnya sekali, kemudian debu hilang, Buta warna bukan pilihan hidangan dimeja makan yang kita boleh memilih mana yang menjadi tantapan malam. tapi ini perseoalan sesatu yang mengalir didarah dan daging kita bahkan sebelum kita sempat menyadarinya…4 tahun saya kuliah dan nda pernah tuh embel-embel warna diperseoalkan….
Semogalah………..

anikeren - November 24, 2010

Terimakasih sudah mampir.
Semoga perusahaan swasta itu tidak mempermasalahan “kekurangan” anda. Tetapi kalau toh mereka menghendaki yang sempurna, tetap semangat. Tuhan memilih kita untuk buta warna, kita yakin Dia pasti sudah memilihkan bagi kita sesuatu yang terbaik buat kita. Dan boleh jadi, yang terbaik bagi kita belum tentu sesuatu yang kita inginkan (untuk kasus saya, adalah keinginan masuk APDN dulu, untuk kasus anda mungkin perusahaan swasta itu).
Salam

7. Ipin - Desember 4, 2010

Saya setuju kalau ada persatuan buta warna indonesia,hehehe. Kita buktikan pd dunia bahwa kita pun mampu tuk berkarya.

8. Supardi - Desember 4, 2010

Knp di dunia ini harus ada tes warna sih?Haruskah yg buta warna tdk boleh bekerja?Haruskah yg buta warna tdk blh dan tdk boleh …….Knp orang2 yg merasa dirinya yg plng sempurna tdk memikirkan kita2 yg buta warna?Mau di kemanakan orang2 yg buta warna?…

9. silvy septiarasari - Januari 8, 2011

saya sebenarnya bukan buta warna, tapi saya berpacaran dgn seorang buta warna. Saya setuju dgn di adakanya perkumpulan ini, karena saya yakin dampaknya akan positif.. Karena sempitnya dunia kerja untuk kaum yg d beri keistimeaan oleh Allah ini maka nanti bisa saling sharing.. Saya yg akan mendaftar pertama kalinya nanti..
Karena pacar mendapat keistimewaan ini, membuatnya gagal masuk angkatan 2thn lalu, pdhl ortu saya ingin saya menikah dgn angkatan. Sedih sx mmg, pacar saya sempat mengundurkan diri krn ini, tp saya beri pengertian, saya yakin seorang buta warna jg bisa hidup mapan ko, asal b’usaha.. Saat ne mmg dia sdg kesulitan mndpt kerja, jd saya mhn untk tmn2 mau membantu kami, bila ada pekerjaan yg bs dia masuki bs k facebook saya silvyseptia@gmail.com. Sblme trimakasi smua.. Semangat!! Buat mas ardhika, jgn mau kalah, apalagi menyerah! I luve u..

anikeren - Januari 11, 2011

Terimakasih Silvy sudah mampir. Saya yakni mas-nya tidak patah semangat hanya karena bw ini🙂
Salam

anikeren - Januari 11, 2011

Kalau memang pekerjaan itu menyangkut keselamatan dan pertimbangan lain yang memang tidak bisa ditawar harus mampu membedakan warna dengan rinci, syarat itu bisa kita terima. Mungkin pekerjaan-2 seperti di laboratorium kimia, pilot di udara, atau tenaga medis, memang harus sempurna. Tetapi yang aneh, pekerjaan2 administrasi, akuntansi (terutama di syarat CPNS) mensyaratkan itu juga.

BTW tetap semangat bro…:)

10. Fajar Apriliyan - Februari 9, 2011

Buta warna saya nikmati sebagai kelebihan dari Allah SWT, saya jg berkali-kali ikut tes kerja, udah sampe tahap MCU, lagi-lagi harus patah karena buta warna… Kadang saya sering kesal, tapi mau gmn lagi.. sampe skrg saya masih bingung mau milih kerja apa? semua syaratnya “tidak buta warna”, saya jg anak IT, yah semoga Allah memberikan yg terbaik dibalik “kelebihan” saya dan teman-teman buta warna lain-nya… Semangat!!!!

anikeren - Februari 10, 2011

Terimakasih sudah mampir, thanks juga sharingnya🙂

11. lisa - April 19, 2011

Ikut nimbrung ya. Saya Lisa, kebetulan saya seorang dokter yang berkecimpung di medical check up,untuk calon karyawan. Saya sudah sering dengar makian, isak tangis, bahkan melihat bagaimana mereka depresi dan juga menemui berbagai usaha guna lolos dari pemeriksaan (seperti berusaha menghafal seluruh isi buku ischihara) dari calon karyawan yg BW. Tapi saya tidak pernah marah biarpun dicaci maki apapun dari calon karyawan bahkan keluarganya sekalipun. Krn saya peduli. Memang BW bukan hukuman tuhan, tapi kita ini hidup di negeri yg aturan mainnya begini. Janganlah membuang waktu dengan menyesali diri, menghujat tuhan, depresi, menghujat peraturan2 atau menunggu sampai aturan2 itu berubah. Gunakan waktu anda untuk menjadi seseorang yg kreatif. Penderita BW memang tidak akan menjadi seorang dokter, pegawai negeri atau pegawai di perusahaan2 yg ada. Tapi penderita BW bisa menjadi chairman di perusahaannya sendiri. Kembangkan jiwa wirausaha anda, tidak semua usaha itu perlu modal besar. Mulailah dari yg kecil seperti bisnis online, dan tekadkan utk membesarkannya. Saat ini saya sedang dlm proses membuat tulisan mengenai “deteksi dini buta warna”. Penting utk diketahui buta warna itu sex linked, dibawa kromosom X, utk wanita apabila kedua kromoson X nya membawa sifat mk dia seorg BW, tapi jika hanya salah satu maka dia hanya sebagai pembawa sifat. Sedangkan utk pria yg kromosomnya XY, apabila X nya pembawa sifat maka dia menderita buta warna, itulah sebabnya pria lebih banyak menderita BW daripada pria. Untuk itu bantu saya agar anggota keluarga lainnya, baik kakak adik atau anak2 kita terdeteksi BW sejak dini, sehingga para org tuanya dpt mengarahkan cita2nya dan mempersiapkan mentalnya menghadapi masa depan. Tq

12. anikeren - April 19, 2011

@Lisa, Terimakasih sudah mampir. Pencerahannya semoga membantu kaum buta warna agar tetap optimis menjalani hidup🙂.

Salam

13. Reno Arista - April 25, 2011

saya setuju gan, kamu gak sendiri, saya juga buta warna parsial. namun saya yakin allah memberikan jalan lain buat kita yang buta warna……

14. Reno Arista - April 25, 2011

@all : masih banyak kok pekerjaan bagi kita yang buta warna gan………

15. parul - Mei 12, 2011

kalo pramugara boleh butawarna ga?

16. andreas - Juni 1, 2011

buta warna rata-rata orang2 yg IQ di atas di banding yang tidak buta warna, mungkin dg cara itu aj orang yg tidak buta warna bersaing dg qt………..

17. nazar - Juli 27, 2011

mungkinkah tuhan pnya rencana lain buat orang yg “unik” seperti kita ini….
.
gw dukung ne komunitas…
kita bukti.in kalau kita bisa..
nazardevilez@yahoo.com

nazar - Juli 27, 2011

amin….

Mujiono Sadikin - Juli 28, 2011

Setahu saya nggak boleh, cuman alasannya kenapa. Itu yang jarang saya tahu…:)

18. Rahasia Membuat Website - September 29, 2011

tetap semangat bro.
TUHAN selalu adil..

19. djaty - November 14, 2011

tetap smgat saudaraku,kalian ga sndrian…….

20. een astuti - November 14, 2011

Sepertinya seorg buta warna di negeri ini mmg benar2 tersingkir dr persaingan dunia kerja. Tdk sedikit mereka yg buta warna memiliki prestasi melebihi dr mereka yg tdk..

21. een astuti - November 14, 2011

Setuju… Smga buta warna tdk menjadi penghalang bg kita dlm meraih apa yg kita impikan dn kita cita2 kan.

22. astuti - November 14, 2011

Sy punya saudara laki2 yg menderita BTW.. Sebnrnya dr tamat SMU kami dah tau klo dia menderita BTw, sehingga cita2 awalnya menjd TNI ia urungkan..
sampai akhirnya ia kuliah di fakultas ekonomi dgn jurusan Akuntasi.. Dr awal hingga akhir kuliah ia termasuk mahasiswa yg berprestasi, ini dibuktikan dg ia mendapat nilai yg tertinggi di kampusnya saat lulus kuliah.
Syangnya dia dan kmi semua tdk mengetahui klo BTW tdk bs menjd seorang accounting..
Dn saudaraku itu kcw n terpukul bnget saat perusahan yg dimasukinya mengelimiasinya krn BTW…

23. Andi - Januari 5, 2012

Kalian gak sendirian, aku juga buta warna. Aku anggap ini kelebihan, Ayah, ibu, dan adiku tidak buta warna. Hanya Aku! Tapi Aku tetap Bersyukur. Aku Yakin Allah itu Adil walaupun ini menghancurkan cita citaku di dunia komputer. . Tetap semangat. Kita Tunjukan. Kita Bisa.

24. SYAFRUDIN - Januari 15, 2012

Barangkali dr. Lisa bisa memberi pencerahan, kenapa pekerjaan dibidang adminstrasi, akuntansi dll harus tidak buta warna.

25. izul. - Januari 25, 2012

gua juga BW bro, sist…
gua depresi berat sekarang…minggu ini gua daftar polisi…hhhmmmhhh…dan emang sudah dipastikan gua gagal…
tp gua tetep coba..cuma buat buktiin ke orang orang ter dekat gua mau coba…

gua sempet mikir buat akhirin semua ini….tapi masih banyak yang harus gua pertanggung jawabkan…

asli…gua depresi…

can you all help me,,??????

Mujiono Sadikin - Januari 26, 2012

Mas Izul, tidak perlu putus asa dengan kondisi yang ada. Khan anda tidak sendiri. Kalau kita orang Islam (saya yakin semua agama juga mengajarkannya) belum tentu yang kita inginkan – baik buat kita. Kalau memang anda gagal di Kepolisian, percayalah di situ bukan tempat terbaik buat anda. Saya sendiri bersyukur sekarang, karena buta warna. Kalau tidak, mungkin saya sudah masuk APDN waktu itu, dan belum tentu saya ‘selamat’ sampai sekarang.

Sebagai orang beragama, kita harus yakin akan kuasa Illahi. Dan tentu saja Dia pasti menyiapkan yang terbaik buat kita.

Semoga, dan saya yakin🙂

26. Tian Setiawan - Februari 6, 2012

GIVE ME FIVE?

27. Dadan muhamad hamdan - Februari 13, 2012

Saya sangat setuju..Sya berapa kali gagal test d pt,karena test medical..
Kira2 adakah pekerjaan yg co2k y?Sya skrg dptr k pt.Kai mdh2n kterima,..Doain y..

sukma - Maret 6, 2012

memangnya dalam kesuharian kita dalam bekerja harus liat warna bulat2 kecil tu? ngak kan…….

trus apa salahnya kita yang buta warna ini harus tersingkir….???

28. sukma - Maret 7, 2012

hy mas bro….gue btw juga ni
ntar lgi gua mau tamat sma.

apa jurusan yang bagus tuk orang nasibnya kayak kita ni.

kasih solusinya donk all…….

29. 18 AK - Mei 28, 2012

saya terasa benar benar hancur..
mamak yg kini sendiri sepeninggal bapak..
tak sanggup aku mengatakan menyerah,, semua syarat.. semuaaanyaaa hampir pasti menolak orng orang BW Parsial..

saya tyang sdah diterima di PTN negeri.. harus mundur karena ini.. tes beasiswa gagal…

sulit bersedih di depan mamak..
matanya punya harapan besar.. harapan terakhir anak bungsunya ini.. membuncah kebanggaan.. memberikan kebahagiaan..

maaaf mamak.. maaf bapak.. anakmu belum bisa memberikan yang terbaik.. DIKEHIDUPAN LAIN SEMOGA ALLAH MELAHIRKAN AKU KEMBALI..

AKAN KU BUNGKAM DUNIA FANA IINI.. BAGAIMANAPUN CARANYA..
AGAR MAMAK BISA BANGGA.. BAPAK DISYURGA TERSENYUM…!!!

30. 18 AK - Mei 28, 2012

dua belas tahun aku bersekolah.. membuat tersenyum kedua orang tua.. dibicarakan oleh para tetangga.. dengan prestasii diatas biasa..
partial color blind… YAA ALLAH TUNJUKKAN KEKUASAANMU…

DOAKAN AKU BAPAK.. DOAKAN AKU MAMAK… DOAKAN AKUUUU…

Mujiono Sadikin - Mei 28, 2012

Jangan menyerah Uda, masih banyak kesempatan. Ada jurusan yang tidak mensyaraktkan BW seperti MIPA Mate matika, ilmu-2 sosial, atau kalau mau teknik, ada Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Elektro Arus kuat.

Selamat berjuang

18 AK - Mei 28, 2012

kalau ambil teknik cari kerjaa juga susah mas… liat pengalaman rekan2
yang lain…

Mujiono Sadikin - Mei 29, 2012

Jangan hanya melihat pengalaman yang buruk, lihat juga pengalaman yang sebaliknya. Saya tidak mengatakan bahwa pelangalaman saya baik, tetapi saya hanya ingin mengatakan tidak perlu menyesali diri. Saya buta warna, saya gagal masuk IPDN (karena ingin sekolah gratis) karenanya. Kemudian Allah menentukan saya masuk Teknik Informatika ITB yang tidak mensyaratkan buta warna. Sambil bekerja di luar (pernah jadi pekerja, pernah punya usaha sendiri, jadi konsultant) saya jadi dosen dan mendapatkan beasiswa untuk S2. Insyaallah sekarang saya mengambil program S3 di UI.
Itu juga pengalaman bukan :)? Percayalah Dik, jangankan hanya menciptakan kita yang kurang dari sebutir debu di jagad raya ini, Allah menciptakan jagad raya seisinya bukan dengan sia – sia, dan semuanya ada aturan yang pas. Demikian juga, Allah menciptakan kita dengan kondisi BW, PASTI dengan takaran yang pas dan sudah menyediakan ‘tempat’ untuk kita. Cacing itu bukan hanya buta warna, dia sama sekali buta. Tapi tidak ada cacing yang kurang kebutuhannya hanya untuk sekedar mencukupi keperluannya di masa hidupnya. Bahkan bisa berguna buat kita manusia bukan:)

So, never give up, keep ur spirit. Oh ya, you can contact me anytime if you want, just for talking or other good thing🙂

Salam

31. Mayen - Juni 8, 2012

Mari kita dirikan yayasan buta warna

Mujiono Sadikin - Juni 8, 2012

Gabung aja di facebooknya dulu gimana? Kita diskusikan di sana. Mudah-2an ada ide – ide lagi.

Salam, terimakasih sudah mampir

Brawijaya - Juni 25, 2012

32. Cipta – Juni 25, 2012

Slm sjhtera buat semua,,

ada beberapa opini yang pengen aku sampaikan……………..

pertama,,
Sebenarnya untuk masalah warga negara indonesia yang mengalami “Colour Blindness ” khususnya dalam menghadapi persaingan dunia kerja, sudah seharusnya pemerintah mulai memikirkan bagaimana cara menyediakan suatu ruang/lingkup kerja atau badan usaha yang sesuai dengan spesifikasi keahlian dan kemampuan seorang penderita Buta Warna.

ntar aja disambung….aku ngantuk….

32. eriq - Juni 30, 2012

ada yang udah kerja ??? lw ada, gwe boleh ikut ???

Gwe hampir depresi nih…Baru lulus Smk jurusan komputer n jaringan. tpi sulit cari kerja dikarenakan buta warna.

Lau mau buat usaha sendiri gak ada modal, buat mkan sehari hari aja susah…

Lw ada info lowongan kerja yang cocok, please hubungi saya : 089654434302 :'((

Makasih…

33. Eka Dwitiana - Juli 11, 2012

Malem semuaa…

berpendapat ya Gan… Memang seharusnya Pemerintah mulai membuka matanya, cukup Banyak di Indonesia Orang yang mengalami ‘Buta Warna’, Apakah pemerintah berpikir bagaimana nasib mereka di luar sana? Bukankah peraturan ini hanya menambah jumlah pengangguran saja? Bagaimana negeri ini bisa maju, padahal banyak oprang yang pintar, cerdas dan Mengerti, ttapi nasibnya ada di tangan ‘Buta Warna’. ingat, setiap orang yang mengalami ‘Buta Warna’ itu belum tentu mampu untk mnjadi seorang Wirausahawan….!!!!!!!!Akankah ada yang peduli dengan semua ini????
Tetapi kita harus tetap sabar, teguh, dan selalu berusaha serta semangat !!! ingat itu ya kawan🙂

34. fendy - Juli 24, 2012

bner agan agan semua…..syapun juga BWP,,,,,pemerintahpun seperti mengabaikan kaum BW,,,,padal penderita BW itu orangna melebihi orang yang normal…..aku kasi saran agan ma sista,,,,tpi in mang bener,,, cos tmen sya mau daftar akpol dia jg BWP….dia berbat di PAK HARJO sbya…..alahamdulilah ckrang lolos akpol

35. antok - Juli 25, 2012

saya penderita bw parsial. tahunya waktu daftar umptn ambil elektro gak bisa krn dites bw. akhirnya ambil informatika, tapi skrg informatika juga ada tes bw lo di itb, krn informatika dan elektro jd stei.
lulus kuliah mengalami hal-hal spt diatas, sempet depresi.
dengan bekal keyakinan dan keinginan, sy tetap daftar tapi sy seleksi lg jika ada syarat bw langsung sy skip.

alhamdulillah, msh ada bumn menerima saya. kebetulan saat tes sy ada kesempatan bertemu direksi langsung, dan sy bilang ke beliau jika saya bw parsial. dan alhamdulillah sy bisa diterima bekerja.

saat jadi pegawai, waktu ada rekrutmen pegawai baru sy pernah diminta pendapat apakah bw parsial ada kendala dlm bekerja. saya tegaskan bahwa tdk ada kendala selama sy bekerja. alhamdulillah adik angkatan sy yg bw parsial bisa diterima juga.

tapi bbrp thn kemudian syarat bw ada lagi, bener deh org sdm itu main copy paste saja.

masih ada kok ruang buat kita, walaupun itu sempit. sy lihat kmrn cpns depkeu udah bagus, ada syarat bw untuk d3, tapi syarat tsb tdk ada untuk sarjana. bbrp bumn juga ada yg memberi toleransi bw.

tetap semangat…….

36. erik - Agustus 27, 2012

hehehe………ternyata saya tidak sendiri….
saya sedikit curhat,,,saya telah melewati seleksi masuk Bank dan menyingkirkan ratusan orgntapi pada akhir test ada buta warna,,dunia seperti tidak ada lowongan lagi….tapi allah memberikan jalan yang seharusnya dan saya berwiraswasta alhamdulilah lebih nikmat dengan keberhasilan saya di bandingkan menjadi seorang PEGAWAI

Mujiono Sadikin - September 8, 2012

Siip, terimakasih advisenya🙂

Mujiono Sadikin - September 8, 2012

Benarkah bisa disembuhkan? Bywa selamat atas kelolosannya🙂. Salam

Mujiono Sadikin - September 8, 2012

Alhamdullillah, sudah ada perbaikan. Terimakasih informasinya🙂

Mujiono Sadikin - September 8, 2012

Terbukti kan, Allah sudah menyiapkan takaran yang pas untuk kita dari semua sisi🙂

37. benkz - September 10, 2012

hadir hadir…haha
pengen bgt kayaknya nyiptain lowongan kerja buat orng khusus buta warna..hahahaa
allah udh ngasih yg terbae buat kita..syukuri saja dah,…n 2 thn lg w lulus kuliah….pasti bakal sama seperti abang2 yg di ats…tp tetep bersyukur aja…hehe.

38. Patrick - Oktober 15, 2012

Semoga Tuhan memberikan jln trbaik bwt kita2 para penderita BW

39. Patrick - Oktober 15, 2012

2 mgu yang lalu saya Medcek di HPM dftar Purchasing, utk bidang ini buta warna jadi mslh gk ya?

40. NUR - Oktober 24, 2012

Saya tidak buta warna tetapi sangat tidak suka dengan diskriminasi yang dilakukan terhadap siapapun. Kalau saya boleh memberi saran, bagi para pengidap butawarnya yang sudah sukses, memiliki perusahaan dan menguasai lapangan kerja, buat persyaratan untuk yang masuk perusahaan anda yaitu: HARUS BUTA WARNA.

41. jafar - November 1, 2012

Tetap semangat buat temen2 yang BW,,saya juga BW,,,saat ini saya bekerja d bidang teknik,saya. Yakin masih banyak jalan buat temen2 semua,,,salam sukses.

42. man - Desember 27, 2012

pekerjaan apa aja yang dapat di ambil oleh buta warna,.,.
mohon penjelasannya gan,,

43. diskriminasi - Januari 7, 2013

Kumpul kan semua penderita bw, buang ke satu pulau..persis kyk di pulau buru…nama pulaunya pun pulau buta warna…skalian jd propinsi…malah kl perlu minta mérdeka..jd negara berdaulat..dri president smpe rakyatnya buta warna…anak turunan yg tdk bw dibuang keluar negara kita… Н̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊=Ḍ̥H̲̣̣̣̥̩̩̩̥ά̲̣̥α̩̩̩̥̇̇̇ά̲̣̥α̇̇̇=)) н̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊

44. Hakim sby - Februari 9, 2013

Assalamualaikum Teman2 semua,,,tetap semangatt kawan,,
saya juga mengalami hal yang sama, harapan untuk bisa masuk PT Kalbe Farma tinggal selangkah lagi setelah serangkaian tes yang menguras otak dan fisik..di medical chek up terkendala oleh buta warna parsial,,,semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupan kita semua kawan, tetap semangat, berusahan keras, ikhtiar, dan tawakal…
Ketika Satu pintu tertutup InsyaAllah Allah akan membukakan pintu lain yang lebih baik untuk kita,,,Amiiin..

Mujiono Sadikin - Februari 11, 2013

Amiin, InsyaAllah

45. anonymous - Februari 16, 2013

saya disini juga penderita BW parsial. skrg saya kelas 3 sma, mau dftr snmtpn FTTM-ITB dan disitu disyaratkan utk tidak BW parsial. tetapi setelah saya berusaha menghafalkan buku ishihara tersebut dan tes di RS dan dinyatakan tidak buta warna. tapi saya tahu bahwa saya Buta warna parsial. skrg masih dalam pertimbangan akan memilih FTTM ITB apa gak?

mohon sarannya. terima kasih.

46. Ibnu Hury - April 16, 2013

kayanya memang harus ada gerakan untuk ke arah pemerintahan ni kawan-kawan. . .
pada hakikatnya manusia di dunia itu sama
kalo kya gini diskriminasi buat kawan-kawan ni

47. Rahman Yasir - April 21, 2013

Entah apa rencana Tuhan atas buta warna yang saya derita ini,,
saya baru saja gagal masuk perusahaanimpian saya dan telah mengalahkan kurang lebiah 800 peserta dari tes Psikologi, interview 1 , interview 2 dan terakhir tes kesehatan ternyata saya buta warna parsial,, Ya Tuhan, saya harus tersingkir dari 8 orang terakhir hanya karena buta warna parsial,, dimana keadilan?

48. anonim - Juni 17, 2013

Saya mohon bantuan kepada kalian, saya adalah kk perempuan dari adik yang buta warna. Adik saya masih berusia 15 tahun, hancur rasanya hati saya ketika menerima kenyataan bahwa adik laki-laki saya satu-satunya ternyata buta warna. Dia ingin melanjutkan ke SMA, jurusan apa yang tepat untuk dia, agar nantinya dia tetap bisa bersaing di dunia pekerjaan. Saya memohon sekali bantuan kalian. Kalian bisa hubungi saya di wang.yai495@gmail.com , dengan kerendahan hati saya meminta saran anda semua :’)

49. Willy - Juli 16, 2013

shock mengetahui bahwa saya buta warna parsial, saya divonis BW pada test saat mau melanjutkan ke perguruan tinggi, cita-citaku semuanya hancur!!

50. Rijal - Juli 16, 2013

Sama aku juga hopeless…😦
Barusan aku juga mnjalani srgkaian medical check up (trmsuk buta warna), sbgai test akhir bkrja d slah satu Bank swasta nasional. Terbukti aku buta warna parsial. Aku terus kpikiran hal ini. Pdhal untuk mncapai tahap ini aku harus mlaksnakn sleksi ketat. Dari 486 peserta sehingga trsisa 3 org. Apkah pnderita buta warna parsial bisa bkrja di bank?😦
Hasil pengummn klulusanya bakal dketahui 2-3 hari kedepan.

51. oky - Juli 21, 2013

iya di perbankan sebenarnya boleh buta warna ga si?soalnya saya sangat ingin kerja di dunia perbankan,, tolong informasinya (syukur2 ada petinggi perbankan yang bisa memberikan penjelasan)

52. Rendi - Juli 22, 2013

tahun depan saya berniat melamar d Lion Air/Cathay Pacific airways sbg Flight Ateendant, saya yakin dg kemampuan saya d bidang itu … dan saya lagi berusaha keras untuk bisa membaca isihara … Mohon doanya teman” ,,, semoga kita semua MAMPU untuk bersaing d dunia kerja … AAAAAAAAAAAAAAAAMIIIIIN

Rahman Yasir - Juli 22, 2013

Kenapa si kok bayak yg sibuk mw kerja ma orang, sibuk mw menghamba sama orang?
meskipun kita buta warna , tapi kita punya kesenpatan kok jadi pengusaha. atau atau kuliah Hukun aja, jadi pengacara , notaris atau sbagainya. kan gak perlu buta wrna atau tdk. trus kalo gak mampu kuliah knapa gak coba berwirausaha sendiri aja….

53. Arya - Juli 27, 2013

sejak kecil cita2 saya adlh mnjadi Dokter… Tp sejak SMA sy tau klo sy Buta Warna Parsial…. Sempat Syok saya… Rencana nyari FK di UNAIR trnyt Syaratny gg Boleh Buta Warna… sy sudah putus Asa… tp ad keajaiban Tuhan,, DIA mmbrikan sy peluang,,, trnyt ad Universitas Bagus yg mw mwnerima lulusan SMA yg Buta warna parsial… yaitu UNS…. Mungkin Saja Ini jalan Tuhan… Semoga sy Bisa Lulus SNMPTN Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret… dan saat sy melamar mnjadi Dokter… smg sj Lamaran Sy Diterima Di Rumah Sakit yang saya Tuju Untuk Melamar…. Astungkara Amin

54. abu aji - Agustus 12, 2013

saya seorang buta warna, pns depkeu, lulusan d3 stan, udah kerja 7 taun, buta warna tidak menghambat kerjaku, paling cuma sedikit masalah kalo suruh buat power point yang full color(warnax norak dan ramai), tapi kalo kerja lain lancar-lancar saja
setahu saya, di depkeu khusus bea cukai yang gak boleh buta warna, karena tugasnya meriksa barang impor dan mereka juga dipersenjatai senpi
jadi kalau anda buta warna dan pengen jadi pns, daftar aja di departemen keuangan, hehehe…

agung_aria - Agustus 15, 2013

Bagaimana dengan instansi BPKP, Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan.?? apa juga membolehkan orang yang buta warna seperti di depkeu.??

yusuf - Agustus 23, 2013

ANE JUGA BUTA WARNA…
hidup ini seakan sempit untuk kita…

55. dms nining - Agustus 24, 2013

assalamualaikum..
saya jga bwp, saya jga mrasa hal yg sma dengan agan2 n sist2, sekrng sya kulia dijrusan TI ini pun jurusan yg sbnrnya bukan tujuan saya, saya tau butawarna ktika saya tes kesehatan untuk jurusan kedokteran, rasanya hancur bgt, ampe saya stress ampe 3 bulan gak mau ngapa2in, ketika saya ingat perjuangan dari smp ampe sma n ngerantau mati2an untuk dptn jurusan yg saya idamkan itu, tpi terhenti pada 1 titik, dokter2 yg kenal ama saya pun terkejut karna mereka gak percaya klo saya bwp terlebih lagi saya cewe, keluaga saya pun kget, mama papa nangis melihat saya pulang gak dpt apa2, sungguh batin saya sakit , dan rasa kepercYa dirian saya dulu gak ada, saya jadi minder, apa lagi klo tman2 saya mengejek2 saya, hanya kepala ini tunduk kbawah, sumpah rasanya dunia ini asing bagi saya..

56. smoga bejo - September 3, 2013

Q benci Dr. Shinobu Ishihara

57. fadly - September 15, 2013

bersyukr aja lah, kl kita tengok org2 yg sm sx tdk mliht dunia gmn? bruntg kta msh bs mliht dunia🙂

58. Seorang lulusan ITB yang buta warna - September 17, 2013

Saya baru lulus kuliah, kuliah di ITB jurusan Teknik Informatika yangmana jelas2 ‘boleh buta warna’.
Banyak universitas yang jurusan T.Informatika-nya boleh buta warna.

Tetapi setelah lulus dari ITB, saya kesusahan dan kebingungan melamar pekerjaan karena kebanyakan lowongan-lowongan yang mensyaratkan tidak boleh buta warna (total maupun parsial), jadi harus sehat jasmani dan rohani.

Lowongan perusahaan2 BUMN & pendaftaran CPNS umumnya mensyaratkan tidak boleh buta warna. Lowongan perusahaan2 swasta yang bonafit juga kebanyakan mensyaratkan tidak boleh buta warna. Padahal kedua orangtua memiliki harapan yang sangat besar kepada saya yang lulusan ITB ini. Setiap kali orangtua bertanya : “Kamu sudah melamar di mana aja ?”. Saya terdiam sesaat dan tersenyum meskipun di dalam hati sedih dan kemudian memberikan jawaban & alasan macam2 yang membuat mereka merasa tenang dan tidak khawatir. Selain orangtua dan anggota keluarga lainnya, tetangga2 dan teman2 juga banyak yang bertanya yang seperti itu.

Saat ini saya hanya bisa menguji keberuntungan saya dengan tetap sabar dan tetap mencari/berburu lowongan2 pekerjaan yang tidak mensyaratkan buta warna, yangmana mungkin lowongan2 tsb bukanlah lowongan perusahaan2 BUMN, juga bukan lowongan perusahaan besar atau bonafit yang biasanya anak2 lulusan ITB targetkan.

Sekian curhat dan keluh kesah saya.
Dan mungkin masalah kesempatan kerja para buta warna ini perlu diangkat di media elektronik TV.

Terima Kasih.

59. alfa meidiyan - November 14, 2013

Ttp semangat iya,,wlpun kt buta warna kita msih bisa kok membahagiakan orang terdekat kita dgn kekurangan kita.

60. Dony Sudiarta Pratama - Desember 8, 2013

meski begitu
dibalik kekurangan pasti ada kelebihan
allah maha adil atas segala sesuatu

jangan menyerah.. !!!!!! kita buktikan pada dunia kalau kita lebih baik dari mereka

samuel - Januari 30, 2014

Ini gw alami gan. Gw di SMA rangking 2 trus. Pas mau ngelamar krja ane ga di terima gara gara buta warna. Smentaraaa…… tmen gw yg sekolahnya semrawutaan bisa masuk di perusahaan.
Adil kahh?

61. samuel - Januari 30, 2014

Baru saja gw gagal ngelamar di di perusahaan dikarenakan buta warna.
Betapa sempitnya indonesia ini.
Emak doakan anakmu
Respect “color blind”

62. rizal - Februari 16, 2014

Sedih banged rasax , sering nangis kalau tau diri sendiri buta warna dan nantinya kuliah bakal susah masuk ke beberapa jurusan terus pas kerja peluang jdi kecil

Uti Darul Aqsa (@uti_darul_aqsa) - Maret 13, 2014

yap gan, saya dulu juga begitu. padahal saya dulu hampir tiap sore waktu masih SMA latihan fisiknya untuk masuk APDN itu. dan Alhamdulillah saya lulus SMA dengan nilai yang memuaskan. tapi waktu dites kesehatan saya divonis buta warna. dunia serasa runtuh, tapi saya yakin Allah menakdirkan saya seperti ini pasti ada maksud. seperti kata Albert Einstein “Tuhah menciptakan sesuatu tidak seperti bermain dadu”. sekarang saya sedang kuliah di jurusan Pendidikan jasmani dan rekreasi. doakan saya mudah-mudahan dimudahkan jalannya gan

agus wibisono - April 25, 2014

saya bukan BUTA WARNA TAPI SAYA BELUM BISA MELIHAT BUKU ISIHARA. SAYA YAKIN KELEBIHAN SAYA INI BISA DISEMBUHKAN BERKAT MUKJIZAT ALLAH. setahu saya dan berdasarkan pengalaman pramugara yg sudah diterima. syarat tidak buta warna merupakan persyaratan MUTLAK untuk menjadi seorang FA. ketika saya bertanya, mengapa? mereka menjawab karena kebanyakan peralatan keselamatan dalam pesawat adalah menggunakan warna-warna.

63. Fawzi - Mei 7, 2014

gan saya bw parsial & masih sma, mau naik kelas 2
enaknya ambil jurusan IPA/IPS
guru2ku nyuruh aku masuk ipa soalnya aku pandai di IPA, tpi kayaknya nnti kalo ambil IPA susah untuk kedepannya buat bw
ini gimana ya gan?

64. mardhi - Mei 15, 2014

Saya bukan buta warna , tapi simpatisan , saya sempat berfikir seandainya ada partai buta warna didirikan untuk ikut pemilu 2019 mungkin bisa menang , karena pernah saya baca bahwa populasi penyandang buta warna di suatu negara adalah antara 7,5 sd 8 % ,
Jadi bila ada satu kelompok laki laki yang berjumlah 12 , paling tidak ada 1 orang yang buta warna ,
Lha kalau 120 juta berarti 10 juta yang buta warna
Jadi kalau ada partai buta warna anggotanya pasti banyak ,belum lagi simpatisannya yang berasal dari adik adiknya , ibuknya ,ayahnya yang tidak bw pasti akan mendukung memilih partai ini.
Atau didirikan perusahaan yang modalnya dari saham para penyandang buta warna , dan mempekerjakan orang orang khusus penyandang bw , dalam seleksinya dites istikhoro ( bukan ishihara) ,bila ternyata normal langsung ditolak jadi karyawan. Ha ha ha , bagaimana setuju

65. meglopalumpun - Mei 27, 2014

Agan2 yang senasib sepenanggungan saya pun juga seperti anda2 sekalian. Saya juga buta warna persial juga. Memang sunggu sunggu teramat sedih emng betul ini sebuah ‘penyakit’ yang dianggap tidak sakit tp klo dirasakan akan begitu teramat sakit dan buat diri saya down hingga saat ini. Lebih baik sakit karna putus cinta berulang kali dari pada harus menerima dengan kenyataan kalo kita seseorang yang ”buta warna persial”. Yah klo boleh curhat (sambilnetes2 air mata)bagi sepenanggungan teman2 semua jujur skrng saya berumur 19 tahun yg sebentar lagi akan 20 tahun sekarang saya kuliah di bidang yg membutuhkan dimana sesorang tidak boleh buta warna. Saya dan teman2 saya di tmpt kuliah ini sekitar ada 6-orng yg sama buta warna persial juga harus berjuang begitu beratnya dalam menempuh kuliah ini. Kami berenam harus melakukan ”kucing2-an” dengan pihak pemerintah kedinasan indonesia, memang di kampus kami mengijinkan secara ‘ilegal’ untuk ambil jurusan ini. Tp untuk berhubungan ke dinas pendidikan pemerintahan indonesia kami harus saling kucing2an. Kami memang bersusah payah untuk memperjuangkannya . Memang buta warna ini memang sesuatu yg selalu saya pikirkaan ketika saya sedang sendiri di tmpt tidur sellalu saya pikirkaan di otak saya dan selalu terngiang2 dipikiran saya. Tapi kenapa syaa berani untuk terus karna melihat dari pengalaman ada alumi dari kampus kami dia menjadi sukses sekarang dengan jurusannya skrng dan pekerjaanya sesuai dengan jurusanya walau setiap pekerjaan yg dia ambil harus ad tes buta warna. Walau seperti itu dia masih bisa kucing2an dan dpt pekerjaan yg sesuai dengan jurusaanya.

Kembali lg kepada cerita saya. Sekarng saya akan mengalami kucing2an tersebut. Semoga kucing2an saya ini bisa tembus terus. Sampai saya dinyatakan lulus dan bisa bekerja sesuai jurusan saya ambil walau ada tes buta warnanya setiap pekerjaan.
Dlm kuliah ini juga saya masih bisa mengikutinya dan terbukti dlm hitung2an saya gak takut dan yakin saya bisa bersaing dengan orng yg normal matanya(tdk buta warna).

Yah memang bagi mereka yg tidak buta warna dlm menyebutkan hal angka2 dalm tes buta warna(buku ishara palet warna) itu sangat mudah bagaikan menjumlahkan ”1 1=2” diluar kepala mereka masing2. Tapi tidak untuk kami!. Itu merupakan tes hal tersulit di dalam seumur hidup saya sendiri. Lebih baik saya pelajari buku matematika, fisika, kimia, sejarah , pisikologi, dll semuanya dri pada saya harus melihat dan menyebutkan angka yg ada di palet wrna itu. Memang terdengar tidak adil sama sekali buat jurusan dan pekerjaan yg membutuhkan tes buta warna. Seakan kita disingkirkan oleh 1 hal ini. Walau secara pola fikir bila dibandingkan dengan yg normal kami bisa berjuang lebih baik dengan mereka. Saya yakin seyakin2nya orng yg buta warna mempunyai daya juang lebih tinggi dan semngat dlm mengapai cita2nya dibanding mereka yg memiliki normal matnya . Sbagai contoh : dlm hal ini di kampus saya . Mereka yg normal matanya lebih suka bermain2 dengan jam kuliahnya menggagap remeh semua mata peljaran, cabut dlm wktu kuliah(just absent aja abis itu cauu keluar), nilai akademis yg buruk, daya juang yg sedikit, bersantai2, dan kerjaanya Tukan ngecengin orang, abis ngecengin terus ngecengin kami yg buta warna, pdhl meliht dri kenyataan dari fakta2 itu mereka tidak lebih bagus dari kami bahkan jauh dari kemampuan kami.

Untuk itu cobalah sistem di dunia ini di kroscek lagi ulang. Ini merupakan sesuatu diskriminatif hidup sesorang yg ingin berjuang.
Mereka salaah menyampaikan itu pada kami yg buta warna walu sebenra kami ini mampu melakukannya.
Oia 1 lagi!
Coba bayangkan bila 50 thun atau 100 thun kemudian. Bila di dunia ini yg buta wrna dan tidak buta wrna menikah apakah nantinya di dunia ini seseorng yg bakal buta warna atau pembwa sifat buta warna akan membumi. Lalu bagai mana dengan peraturan tes pekerjaan yg membutuhkan tes buta warna???

Bagi temn2 yg sepenanggungan memang saya akui sejauh ini pekerjaan yg tersedia selalu membutuhkan tes buta warna. Kecuali wirausaha. Lalu apakah dari sekian juta orng buta warna ini hanya bisa jadi wirausaha aj? Pdhl dia punya kemampuan dan semngat dlm cita2nya yg besar. Apakah itu adil? Saya rasa itu jauh dari ketidak adilan buat kami!

Untuk teman2 seperjuangan jgn kecil hati. Gapai terus cita2 kalian keep on fire walau kita ditolak atau dipandang sebelah mata oleh mereka yg normal matanya. Kami siap melawan dan bersaing secara sehat dengan kalian walau mata kami tidak seindah mata kalian yg normal!

Kalau saya nanti bisa sukses dlm bidang saya ini saya akan ngumpulin modal sebanyak2nya dan saya akan buka peluang kerja KHUSUS bagi kita yg buta warna. Saya akan tunjukan kita lebih baik dari mereka. Daya Juang kami lebih dari pada mereka yg normal matanya. Semngat kami lebih berkobar2 dari kalian yg normal. Dan 1 hal lg hidup kami lebih baik dari kalian yg normal.😉 -salam hangat untuk rekan2 buta warna-. Keep on fire! Perjuangkan impian anda.😉 and 1 hal lg keep pray to GOD!

66. Eko - Mei 30, 2014

Saya BW, dan saya diterima bekerja sbg PNS di Kementerian Keuangan, waktu itu memang ada tes kesehatan dan saya dipastikan BW, tapi entah kenapa saya lolos tes kesehatan, dan memang sejak awal tdk ada persyaratan bebas BW di penerimaan PNS di Kemenkeu ini….

67. antho89 - Juni 12, 2014

sama swdra sya jga trtmpah buta warna!!!
sya brncna mau prjuangkan bta warna saya!!!!

68. ngundang kita - Juni 26, 2014

mantep nih blognya, masih eksis komenya sampae 5 tahun lebih🙂
untuk rekan2 yang punya buta warna, jangan sedih, justru kita bersyukur, karena masih begitu banyak nikmat yang ALLAH berikan kpada kita..
ingat kita lahir sebagai pemenang (ngalahin ratusan juta s**rma lain)

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.”
(Al Qur’an, 76:2)

69. Padil - Juli 22, 2014

Gmana Klo Kta Kumpul D Suatu Tempat Dan Kta Mendtangi Kdiaman Presiden Dan Kta Minta Bhwa Bta Warna Jangan D Diskriminasi.

70. Padil - Juli 22, 2014

G
mana Klo Kta Kumpul D Suatu Tempat Dan Kta Mendtangi Kdiaman Presiden Dan Kta Minta Bhwa Bta Warna Jangan D Diskriminasi.
Dan Kta Mina Presiden Membuka Lapangan Krja Untuk Bw

rony - Agustus 29, 2014

klo boleh tw mas eko penempatan d mn kerjanya ? trim

71. erick - September 11, 2014

Mas mba, tolong infonya kesempatan untuk penyandang bw. Kalau ada hubungi nomer saya. Saya baru lulus 2 tahun ini sekedar curhat dlu sy mau masuk smk jurusan otomotif trnyata sya bw saat itu sy depresi berat tp saya berusaha ke sma jurussan ips dan di sma sya bsa di blang berpreestasi di bidang akdemik maupun non. Pd saat UN kemarin saya kecewa dan iri pda mereka yang menggunakan kunci jawaban bsa kerja layak dn meneruskan ke univ favorit sdangkan sya yg mengandalkan kmampuan sya hrus menitih dr 0 dri menjadi marketing dan pegawai toko untuk masuk ke univ tujuan saya tp skrang ssudah putus asa dgn bw ini pdhl nilai un sy di blang memuaskan. Jika blog ini masih aktif tlong bantuannya ini nomer saya 085643991361 trimakasi

72. arif - Oktober 8, 2014

saya adalah penderita buta warna parsial,, saya lolos semua test masuk kerja di bank, di perusahan asing tp tereliminasi karena buta warna parsial usia sy sekarang 31 saya lulusan s1 sya mau punya anak dua dan saya kerja srabutan…. mohon jika ada yang bantu sya kasih kerja bisa hub saya di 085600011683 sya sudah ngerasa lelah sekali…. terima kaish

sandya - Oktober 20, 2014

Saya termasuk Seorang buta warna partial , sudah belajar keras selama 12 tahun lebih , kuliah 4 tahun ipk lumayan, akankah Tidak diterima kerja Karena Tidak bisa melihat angka 6,45, di buku Ishihara?

Adilkah? Saya Sekarang hanya bisa percaya Dan menekankan bahwa ini semua ADIL, ya adil bahkan sangat adil, Karena barangkali yg menurut Baik bag I kita Belum tenth Baik bagi Allah🙂

satriafebri (@Satria85Febri) - November 8, 2014

seberapakah sulitnya mencri pekerjaauntuk seorang BWP ? saya baru lulus SMK dan itu juga sudah memberatkan saya untuk menentukan cita-cita. adakah masukan untuk saya gan sebelum jauh melangkah ?

sebenarnya saya memiliki cita-cita yang tinggi bisa di terima di BUMN apa jadi PNS atau bekerja di perusahaan yang bonafide melihat nilai saya yang memang selalu bagus di atas rata-rata, tapi semua saya pikir ulang setelah membaca betapa sulitnya mencari pekerjaan bagi penderita bwp. saya sebenernya belum terlalu berpengalaman dalam mencari kerja karena saya baru lulis smk, trus apa yang harus saya lakukan sebelum terpelosok jauh melangkah ? jalan apa yang harus saya ambil ? mohon jawabannya kawan

73. satriafebri (@Satria85Febri) - November 8, 2014

seberapakah sulitnya mencri pekerjaauntuk seorang BWP ? saya baru lulus SMK dan itu juga sudah memberatkan saya untuk menentukan cita-cita. adakah masukan untuk saya gan sebelum jauh melangkah ?

sebenarnya saya memiliki cita-cita yang tinggi bisa di terima di BUMN apa jadi PNS atau bekerja di perusahaan yang bonafide melihat nilai saya yang memang selalu bagus di atas rata-rata, tapi semua saya pikir ulang setelah membaca betapa sulitnya mencari pekerjaan bagi penderita bwp. saya sebenernya belum terlalu berpengalaman dalam mencari kerja karena saya baru lulis smk, trus apa yang harus saya lakukan sebelum terpelosok jauh melangkah ? jalan apa yang harus saya ambil ? mohon jawabannya kawan

74. Mohamad Kisnanto - November 30, 2014

ada bebrapa perusahaan yang saya incar semuanya lolos sampai tes kesehatan … apa daya semua gugur karn BW. dan skrng juga kesempatan akn sangat tipis . sy mengikuti CPNS tahap akhir dikementrian keuangan. dan sudah tahap Akhir, tgl 2 dan 4 desember adlh tes kesehatan dn wawancara. munginkan sy lolos dlam tahap akhir ini .. apkh akn menambah rasa penderitaan ini,, apakh pintar tak ada gunany.. kalo semua orng menyarankan mendirikan uasaha sendiri bikin perusahaan sendiri. apakh kita akn keluar sm urusan accounting atau keuangan nggk kan,, dan kenp perushaan dan pemerintah tak membantu dalam hal ini.. saya sngt capek dengan penyakit BW ini ,, dunia terasa tak adil.

Mohamad Kisnanto - November 30, 2014

iya .. apakh bener mas eko diterima.. soalnya saya juga BW.. dan sekrng ikut seleksi thap akhir di Kementrian keuangan. Mas eko di Bagian apa cept bales mas eko.. minta No hanpone kalo ada ..

Mohamad Kisnanto - November 30, 2014

ini no saya mas eko tolong di sms ya 085749798883

75. Rio - Desember 1, 2014

saya baru kemarin ada panggilan tes kesehatan di salah satu bank bumn, sya mempunyai cita2 bekerja di salah satu bank bumn. semua tes psikotest, interview vendor, interview user semua nya lolos sampai tanggal 28 nov kemarin di jadwalkan tes kesehatan, dan alhasil saya gagal cuma gara2 buta warna parsial. sebelumnya saya juga pernah bekerja di salah satu bank swasta, dan alhamdulillah saya tidak ada kesalahan selama saya bekerja pdhal posisi saya adalah buta warna parsial. yang membuat saya tanda tnya, kenapa seorang buta warna partial harus di asingkan? seakan2 pendidikan yang selama ini sya tempuh seperti tidak berbuah sama sekali 12 thun pendidikan dasar 4 thun buat kuliah, semua mentok cuma gara2 buta warna partial. sya hanya bisa berdoa semoga Allah mempunyai jalan lain buat kita semua, amien

76. yossimitzu - Desember 9, 2014

jangan bersedih Tuhan itu maha adil, contohnya saya buta warna tapi posisi saya adalah salah satu head laundry di sebuah perusahaan kapal pesiar di Eropa

77. Didit Fitriawan - Januari 6, 2015

Saya selaku distributor buku ishihara sejak tahun 2008, banyak berinteraksi dengan customer kami yang rata2 penderita buta warna. Mereka kebanyakan orang2 pandai, yang sangatmudah lolos tes interview dan psikologis. Hanya karena mereka tidak bisa membedakan warna saja, mereka tidak diterima di tempat kerja. Sangat disayangkan memang.

Semoga ada kebijakan tersendiri yang menghapuskan syarat buta warna pada pekerjaan yang relatif umum.

Salam kenal,
CV. Fitrah Cemerlang

78. effendy - Februari 22, 2015

saya juga buta warna dan sya ingin kerja di bumn trutama pln , bnyak yg bilang klo kerja bumn hrus sempurna tp sya telah membuktikanya klo buta warna tdk bisa menghalangi cita” saya dan ibu saya , bukti nyatanya saya bisa kerja di bumn , yg penting kita sdah berusaha sekuat tenaga dan di barengi dngan doa ALLAH gg bakalan tidur mas bro , ALLAH bakal mmberikan jalan yg terbaik jika kita mau usaha dan berDOA

kurniawan - Februari 28, 2015

@mas effendy : kalau boleh saya tau bumn apa yg skrang ditempati? Krna saya jga ingin krja d bumn tetapi banyak yg mngtakan bahwa d bumn harus sempurna. Trims..

taufiq - Maret 16, 2015

ayo bertindak teman2

taufiq - Maret 18, 2015

Apa bisa menghafal polanya teman???

79. Faiz - Maret 21, 2015

Jangan putus asa Teman Ttp lah mencari jalan nya syukur . “ketika allah menutup 1 nikmatnya maka dia mengganti dgn Beribu rohmatnya”🙂 .
#I do too with ya . but we must keep try n try . N believe althougt we are diffrent but We can do anything better (y) .

ynr - Maret 30, 2015

Nama grupnya apa mas

taufiq - Maret 31, 2015

Amin

80. AL - April 23, 2015

“AKU BANGGA BUTA WARNA PARSIAL”

81. saya buta warna - Agustus 22, 2015

Tuhan memberikan keistimewa’an kepada makhluk yang dipilihnya. Orang yang memiliki buta warna memang kesulitan dalam mencari pekerja’an. tapi orang yang meimiliki buta warna lebih memiliki banyak peluang untuk menjadi pengusaha..

Let’s smart, ayoooooo jadilah pengusaha…
Semangatt..!!

82. adi arif hidayat - Februari 22, 2016

Saya sekarang kuliah di d3 perbankan tapi saya bw, apakah semua pekerjaan di perbankan tidak boleh bw? Terimakasih

83. adi arif hidayat - Februari 22, 2016

Saya sekarang kuliah di d3 perbankan tapi saya bw, apakah semua pekerjaan di perbankan tidak boleh bw? Terus apa aja pekerjaan yang boleh buta warna dari d3 ini? Terimakasih

84. adi arif hidayat - Februari 22, 2016

Saya sekarang kuliah di d3 managen keuangan dan perbankan tapi saya bw, apakah semua pekerjaan di bank tidak bpleh bw? Terus apa pekerjaan yang cocok untuk saya? Terimakasih

85. adhika31 - April 9, 2016

Saya 3 tahun bekerja di bank bumn sebagai sales/marketing dengan status outsourcing, dengan hasil kerja keras saya mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi karyawan tetap, rangkaian tes sudah saya lalui dengan berhasil namun saya gagal di medical check up (tes warna), BWP ini menghancurkan impian saya untuk menjadi karyawan tetap di bank bumn, sehingga status saya masih outsourcing hingga sekarang

Saat ini saya sedang mencari pekerjaan di bank swasta untuk mendapatkan status sebagai karyawan tetap. Pertanyaan saya apakah semua bank (termasuk bank swasta/bank asing) syaratnya harus bebas buta warna?

86. DISKRIMINASI DAN TIDAK ADANYA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA - April 13, 2016

Assalamualaikum..

salam sejahtera untuk Pak Mubarok.. sangat menginspirasi seklai terutama untuk kaum yang diberi anugrah seperti kita ini oleh Allah SWT.. yap “Buta Warna Parsial”
saya Adi dari Bekasi
begini pak,
sy skrg kelas XII SMK Mutimedia yang doyan megang kamera, dan editting Video.. sy kalau boleh jujur termasuk Orang yang berbakat di bidang ini dalam satu jurusan Multimedia di SMK ini.

sy sudah ikut SNMPTN pilihan 1 unpad – ilmu komunikasi, pilihan 2 upn jogja – ilmu komunikasi dan tinggal nunggu hasil nya saja tgl 10 Mei, sy sudah Daftar STAN sebesar 250rb , dan sy liat disitu salah satu syaratnya Tidak Buta Warna.
sy baru sadar buta warna pas saya masuk ke SMK.. untungnya guru yg ngetest sy baik akhirnya saya diloloskan..

sy juga daftar 150 rb MMTC (Multi Media Training Center) Yogyakarta dibawah Kemkominfo, disitu juga tertulis tidak boleh buta warna. nanti tgl 19 april sy ke jogja untuk ikut tesnya.

pertanyaan saya, apa yg harus sy lakukan pak? menimbang hal diatas, karna sy sudah tau kalau saya itu “Buta Warna Parsial” apa sy harus nekat mengikuti serangkaian ujian dan med check up dari berbagai universitas itu? kalau nekat apa tidak sayang biaya yg dikeluarkan? apa yg harus sy lakukan? arrrggghhh… sumpah sy kepikiran terusss… apalagi sekarang lagi belajar buat ngejar SBMPTN materi SOSHUM untuk masuk Ilmu Komunikasi, kadang suka gak konsen mikirin masalah ini.. saya udah searching kesana kemari BW Parsial belum ada penyembuhnya karna genetik. mohon masukan dan saran yang terbaik pak Mubarok.

Terimakasih~
tolong dibales ya hehe

punkez - April 19, 2016

Saya kebetulan yg komen disini jga saya dulu sudah masuk sekolah playaran (silahkan scrool ke atas komentar atas nama meglo) sudah 3 Tahun saya di sekolah pelayaran but, i think i was wrong with my choice. So i stop my dream to be a seaman. Jd saya berhenti sekarang karena saya memahami betul melawan hukum itu salah. Bukan saya tidak percaya Tuhan akan memberikana saya Mujizat. Tp saya percaya mujizat dan rencana Tuhan bukan hanya dari satu jalan saja (menjadi seaman) so i think diffrent, than before banyak jalan menuju roma . banyak jalan menjadi sukses. Lihat lah dari sisi lain. Sblm rasa bersalah mengikuti kamu dan membuat hati kamu tdk sejahtera lebih baik tidak. Skrng saya sedang memulai ulang kuliah saya. Yah 3 Tahun adlah wktu yg lama.. But it make it me to storng to fight for my future.. Disini saya mau cerita tentang proses yg skrng saya alami. Bljr dari pengalaman orng lain tdklah salah & Menimang2 dalam mengambil keputusan sangatlah penting apa lagi buat masa depan. Jujur saja skrng saya dpt full beasiswa.. Dan skrng memperjuangkan dobel degree saya ke korea selatan i think thats why it happend in my life for “learn” . saya mau memberi gambaran sblm km mengeluarkan materi,waktu,dan tenaga tolong di pikirkan ulang. Ini cuman saran dari saya.

87. George Rudi Gunawan - Juni 6, 2016

Sekedar sharing..

Saya buta warna parsial merah hijau (deuteronopia).
Cita-cita saya menjadi seorang pelukis. Dulu waktu sehabis lulus SMA saya berniat mendaftar di beberapa Universitas seni rupa, karena waktu itu saya sudah tahu kalau saya buta warna jadi jaga-jaga coba daftar di beberapa Universitas. Hasilnya ditolak semua, saya menjelaskan ke mereka kalau orang buta warna parsial masih bisa membedakan warna. Mereka menjawab kalau buta warna parsial dan total sama saja. “Yang buta warna siapa, apakah anda pernah buta warna, sehingga anda bisa menyimpulkan hal itu sama saja”, saya marah. Padahal waktu itu saya masih bisa diterima jika saya mengirimkan portfolio hasil karya saa, namun saya sudah merasa sakit hati karena dianggap tidak mampu (difable).

Sekarang saya sudah semester 4 di jurusan manajemen bisnis, bisa dibilang ini merupakan pelarian. Disamping itu kegiatan lain saya adalah melukis dan menggambar. Saya hanya menggunakan tinta, cat hitam, pulpen dan spidol hitam, dan pensil.

Saya hanya menggunakan warna hitam dan putih bukan karena saya tidak mampu, tapi karena saya ingin membuktikan bahwa mereka (Fakultas Seni Rupa dan Desain di Indonesia) salah, bahwa tidak semua yang berwarna itu indah. Bahwa kita orang buta warna bukan orang yang tidak mampu (difable).

Saya ingin membuktikan pada dunia bahwa warna bukanlah sesuatu yang terpenting, tapi yang penting adalah tekad dan kemauan kita.

colorblindness - Juni 6, 2016

inspiring..

sakit hati gan kalo ane di posisi ane pas ditolak masuk univ. gara2 kita dikira g mampu bedain warna -__-

colorblindness - Juni 6, 2016

kalo ane di posisi ente*

88. Anonim - Juni 28, 2016

Permisi semua, saya ingin cerita. Hari ini pengumuman sbmptn, dan alhamdulillah saya keterima di universitas di malang. Tapi ternyata saya baru tau kalo jurusan saya itu tidak membolehkan buta warna. Jadi apa yg saya lakukan? Sia sia kah semua waktu yg saya habiskan untuk belajar sbmptn yg notabene sangat amat susah soalnya?

89. Anonim - Agustus 30, 2016

kalau tes cpns buat guru ada tes buta warna ndak ?? saya smentara msh kuliah fkip pgsd . saya buta warna persial

90. Anonim - September 17, 2016

Permisi semua,,saya mw cerita, saya hari ini ada pangilan untuk interview di sebuah perusahaan. saya jujur saja di awal kepada penelepon(HRD) bahwa saya menderita parsial, karena sudah saya ketahui kelainan ini saat pertama lulus sekolah dan melamar kerja di perusahaan x,,benar juga pada saat itu dunia seperti gak adil. Tidak sampai sepuluh menit di telepon lagi dan interview di batalkan. Padahal saya sekarang ini bekerja sebagai engineering design, dan posisi yg saya lamar sama bidang perkerjaannya. Artinya kita yang buta warna parsial bisa saja bekerja dalam bidang yang selama ini di haramkan buat kita, tapi generalisasi syarat yang menjadikan semakin sempit peluang kita ini.Saya jadi berfikir, ironi sekali kondisi ini, setiap kali melamar kerja yg saya pikirkan bukan bagaimana susahnya soal tes, sulitnya menjawab interview User,,kita cuma lebih memikirkan kertas warna yang berisi angka2 yang bagi kita seperti kertas ajaib yg menentukan hidup kita,lucu bukan..

91. Imam Rozhidin - September 24, 2016

Aku percaya bahwa ALLAH maha adil . so jangan berkeluh kesah dengan apa yang kita trrima . ya allah beruntungnya aku masih engkau berikan penglihatan

92. Dwi Sastrayana - November 24, 2016

BUTA WARNA DICIPTAKAN TUHAN KARENA KITA DICIPTAKAN BUKAN UNTUK MENJADI KARYAWAN TAPI MENJADI OWNER, saya seorang buta warna yang memilih jurusan Mesin saat kuliah tapi sebelumnya elektrik waktu STM(hehehe pindah jurusan karna alasan ini),. Memang peluang jadi sangat sempit dan saya juga iri ngeliat temen yng kerja di BUMN tapi jalan satu-satunya adalah jadi Owner.

93. Montheza - Desember 1, 2016

Assalamulaikum, saya sedang menunggu penggumuman sebagai Humas AP 1. dan saya menyadari BW sejak SMA. Beberapa perusahaan yang ada buta warna pernah menolak saya, tapi saya juga pernah lolos juga dari syarat ini.

Bagi yang baca tulisan saya ini mohon bantu doanya agar saya bisa diterima, karena logikanya seorang humas adalah jurusan non-teknis dimana BW bukanlah perkara yang besar.

94. Anonim - Desember 1, 2016

Assalamualaikum, mudah2an kita semua yang diberikan karunia oleh Allah ini, diberikan kesempatan dalam pekerjaan yang lain yang lebih baik. Apapun yang terjadi rezeki, kematian, jodoh dan lainnya sudah di atur oleh-Nya jadi kita disuruh untuk berusaha lebih keras agar mendapatkan yang lebih baik itu, Amiiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: