jump to navigation

Kerja bakti …. Juni 3, 2008

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
trackback

Hati - hati ndi

Andi di atas pohon..

“Andi….talinya kok kamu iket di lehermu….Mau bunuh diri ??”

Salah satu momen yang paling saya senangi dalam kehidupan keseharian saya adalah (selain mendapatkan proyek tentunya…he..he..he..) ketika kami warga lingkungan bisa kumpul – kumpul. Entah itu kumpul dalam rangka acara slametan, tahlilan, arisan, mauludan atau kerja bakti. Nah kerja bakti, itulah yang Hari Minggu kemarin kami lakukan.

Dulu yang saya khawatirkan ketika akan pindah dari Bandung ke Jakarta adalah akan kehilangan suasana dan sikap gotong royong, guyup dan saling peduli antar tetangga. Yang terbayang di kepala waktu itu adalah sikap warga Jakarta yang hanya asik dengan diri sendiri, individualistis, dan tidak saling kenal dengan tetangga apalagi kumpul.

Alhamdullillah, yang saya dapatkan adalah sebaliknya. Meskipun kami tinggal di Jakarta, yang katanya kota megapolitan itu, kami tetap membina silaturahmi dan sikap guyup dan gotong royong itu.

Paling tidak sekali dalam sepekan kami usahakan untuk berkumpul, silaturahmi, bercanda, saling ejek dalam momen arisan mingguan. Arisan mingguan ini sudah berlangsung 3 tahun dan alhamdullillah semakin tahun anggotanya semakin bertambah. Saat ini peserta yang tercatat sebanyak 150 anggota. Kalau seminggu ditarik dua pemenang undian, perlu waktu 75 minggu atau lebih dari 1.5 tahun untuk menyelesaikan putaran kali ini. Kegiatan ikutan dari arisan ini antara lain berkunjung ke anggota / tetangga yang kesusahan semisal lagi sakit, atau berduka cita. Juga berkunjung saat senang, bareng -2 ke undangan pernikahan atau khitanan misalnya. Tahun ini kegiatan arisan juga membuat kalender 2008. Gambar hiasan kalender tentu saja adalah kegiatan – kegiatan arisan kami, tentu ada gambar photo-2 kami yang lagi mejeng di kalender itu. Wah senengnya…Arisan ini diikuti hampir semua tetangga tanpa mempedulikan latar belakang ekonomi, suku ataupun agama. Maka jangan heran jika saat lebaran tetangga kami yang Protestan / Katolik berkunjung ke yang muslim, demikian sebaliknya saat yang Katolik/Protestan natalan, kami yang muslim berkunjung sekedar silaturahmi ke P Aldofus, P Bram, P Sitorus, dan P FX. Jumakir. Bagi saya sendiri melihat arisan ini lebih dari sisi silaturahminya, sementara dari sisi iuran dan dapatnya, itu urusan no 2. Karenanya saya hanya ikut 1 undian arisan saja. Dan (celakanya) itu sudah saya dapatkan pada putaran 7 yang lalu. Jadi sekarang saya tinggal membayar hutang J

Kegiatan kerja bakti minggu kemarin dalam rangka membantu persiapan P Mohammad Rosyid yang insyaallah Sabtu ini akan mengadakan perayaan atas pernikahan putrinya. P Guru ini membutuhkan tempat yang sedikit lega untuk menjamu tamu – tamu beliau. Tetangga – tetangga menyarankan agar resepsinya tidak diadakan di Gedung. Banyak alasan, terlalu jauh lah, tidak leluasa, dan yang lebih penting keterlibatan tetangga jadi berkurang. Memang kalau saya perhatikan tetangga – tetangga kami,jarang menggunakan gedung umum untuk keperluan perayaan meraka. Pesta nikahan atau sunatan lebih banyak diadakan di rumah. Demikian juga dengan P Rosyid, untuk pesta nikahan putrinya kali ini digunakanlah lapangan badminton yang menempati tanah P Haji Sungkono. Kami para tetangga membantu persiapan dengan tenaga dan pikiran yang kami punya. Maka bergotong royong lah kami membersihkan dan menyiapkan lapangan untuk kepentingan pesta itu. Kerja bakti dimulai jam 8 (katanya). Karena saya sendiri baru gabung j 9 pagi karena baru bangun, akibat malam itu tidak tidur karena main badminton terus nonton wayang sampai jam 5 pagi. Seperti biasa, kemunculan saya yang telat menjadi bahan ejekan mereka L. Tapi kami tetap enjoy dan menikmati, kerja bakti diakhiri jam 1 siang dengan makan nasi bungkus bareng-2. Wah nikmatnya…

Akhir suasana kerja bakti nih. Andi harus naik pohon duren lagi karena dianggap motongnya belum bener. Masih ada satu sisa batang yang “ngacung”. Kata yang lain “Ah tidak pantas, saru, pamali”. Maka yang ngacung itu tadi harus diptong lagi. Ini dia Andi lagi manjat pohon duren, ada kalau kalau 40m tingginya. Sementara bapak – bapak yang lain menjadi penonton sambil istirahat dan meledek yang diatas. Ketika saya ambil gambarnya, saya janji akan membuat ceritanya dan menguloadnya di Internet. Janji saya sudah terpenuhi ….:)

tenang boss

Hoey…tenang Ndi, jangan bunuh diri di situ….!

Komentar»

1. nelly - Oktober 21, 2010

bagusz.comd

nelly - Oktober 21, 2010

iyyah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: