jump to navigation

SINAPTIKA 2012 Maret 26, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment

Bagi anda praktisi, peneliti, maupu pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi, kami Panitia SINAPTIKA 2012 Univ Mercu Buana, mengundang untuk berpartisipasi dalam Call  for paper. Info lengkap milakan diacu di sini http://sinaptika.mercubuana.ac.id/

Kembali Menguji Sidang Tugas Akhir (Ada souvenir buat pembaca jika yang bersangkutan adalah Mahasiswa Fasilkom UMB) Februari 14, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments

Bulan Pebruari – Maret, adalah bulan sidang di Fasilkom. Maka begitu juga bulan ini. Total sekitar 60an mahasiswa telah mengajukan pelaksanaan sidang tugas akhir. Dua hari ini konsentrasi semua dosen terfokus pada pelaksanaan sidang baik sebagai penguji maupun pembimbing dan pemimpin sidang tugas akhir.

Dari sehari menguji sidang kemarin secara ringkas dapat saya tuliskan bahwa masih banyak kelemahan yang terdapat pada buku laporan tugas akhir.  Kelemahan dan kekurangan tersebut ada pada hal – hal yang bersifat umum dan tidak pada materi Tugas Akhirnya. Beberapa di antaranya saya ringkas seperti di bawah. Ringkasan yang merupakan hasil pengamatan dan ingatan selama sehari melaksanakan tugas menguji peserta sidan tugas akhir.

Tata Tulis

Masih banyak laporan tugas akhir yang mengabaikan kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar dan baik. Beberapa di antaranya antara lain :

  • Rancu dalam menerapkan kata “di” apakah sebagai awalan atau kata depan. Menurut kaidah yang benar, jika “di” merupakan kata depan maka penulisannya dipisah dangan kata yang mengikutinya. Jika “sebagai” imbuhan maka penulisannya disambung. Dengan demikian penulisan yang benar adalah: disambung, dipisah, ditulis, diteliti, di sana, di sini, di mana, di situ, di dalam atau dipahami. Dalam tugas akhir kesalahan yang umum adalah penulisan terpisah pada “di” sebagai awalan.  Saya lihat ini juga terjadi secara umum. Banyak warga masyarakat kita yang menulis di pinggir jalan seperti : di jual, di sewakan. Ini semua salah. Bobot kesalahan lebih besar untuk karya tulis yang bersifat ilmiah.
  • Penulisan huruf besar dan huruf kecil yang tidak tepat. Misalnya dalam kalimat “Dalam penelitian ini dihasilkan aplikasi perangkat ajar bahasa Inggris kelas 6 SD” terdapat kesalahan penulisan “Bahasa Inggris”. Karena “Inggris” merupakan nama untuk bahasa, maka penulisan gabungan keduanya seharusnya masing – masing kata ditulis dengan huruf kapital yaitu “Bahasa Inggris”, seperti halnya nama sungai, nama gunung juga ditulis dengan huruf kapital. Jadi penulisan yang benar adalah misalnya : “Aplikasi perangkat ajar Bahasa Inggris”, “Berlayar di Bengawan Solo”, “Menangkap ikan di Sungai Brantas”, atau “Mendaki Gunung Agung di Bali”.

Tata Kalimat

Kesalahan mendasar namun cukup sering dijumpai adalah akibat kurangnya pemahaman terhadap hukum dasar kalimat dalam Bahasa Indonesia. Kalimat – apalagi dalam penulisan karya tulis ilmiah – harus terdiri dari minimal subyek dan predikat. Banyak mahasiswa menganggap bahwa kalimat yang ditulisnya sudah lengkap karena “cukup panjang”.  Contoh yang saya kutip dari laporan tugas akhir misalnya “Disebut juga dengan kumpulan beberapa perintah yang dieksukusi oleh mesin komputer dalam menjalankan fungsi tertentu”.  Contoh lain “Dari berbagai penjelasan rumit yang terdapat di dokumen dan buku – buku UML”.  Kedua kalimat ini tidak lengkap. Kalimat yang pertama hanya mengandung predikat, sedangkan kalimat ke dua hanya mengandung subyek.  Untuk kalimat pertama contoh penyempurnaannya adalah “Perangkat lunak disebut juga dengan kumpulan beberapa perintah yang dieksukusi oleh mesin komputer dalam menjalankan fungsi tertentu”. Kata “Perangkat lunak” merupakan subyek.  Penyempurnaan untuk kalimat ke dua misalnya “Dari berbagai penjelasan rumit yang terdapat di dokumen dan buku – buku UML berbagai penjelasan rumit yang terdapat di dokumen dan buku – buku UML dapat dipahami bahwa….”

Tata Cara Penulisan Laporan

Masih banyak mahasiswa yang kurang paham mengenai tata cara penulisan laporan terutama mengenai isi sub bab Tujuan, Manfaat, Batasan Masalah, dan Kesimpulan.

Tujuan & Manfaat

Seringkali tujuan tertukar dengan apa yang dlakukan dalam penelitian. Contohnya sebagai berikut:

  • Tujuan yang ingin dicapai penulis adalah merancangan dan membuat perangkat lunak aplikasi pembelajaran….
  • Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kinerja jaringan Ad Hoc dengan…..

Manfaat penelitian juga sering dirancukan degan tujuan penelitian. Saya selalu memberikan contoh saat di sidang dan mempertanyakan hal ini dengan ilustrasi sebagai berikut. Saat kita menginginkan mempunyai rumah maka tujuan kita adalah :

  • Mempunyai rumah yang nyaman dengan aliran udara dan cahaya yang bebas keluar masuk
  • Tersedia taman di belakang rumah yang…..

Untuk mencapai tujuan itu maka kita melakukan pekerjaan menabung, membeli material, mengawasi tukang dst. Setelah tujuan tersebut tercapai maka kita akan mendapatkan manfaat dari tujuan yang dihasilkan tersebut yaitu antara lain : bisa beristirahat dengan nyaman, bisa bekerja dengan tenang, dst.

Batasan Masalah

Kekurangan yang paling sering ditemui dari sub bab Batasan Masalah adalah rancu antara kakas (tools) yang digunakan dengan batasan masalah. Kembali saya ambil contoh dari laporan tugas akhir, batasan masalah sebagai berikut :

  • Aplikasi ini berbasis web dan dibuat dengan Bahasa Pemrograman PHP
  • DBMS yang digunakan adalah MySQL 5

Batasan ini rancu. Seharusnya kakas yang dipilih untuk digunakan dimasukkan ke bagian Analisa dan Perancangan sbagai spesifikasi peralatan.   Untuk melakukan identifikasi apakah batasan masalah atau bukan, sebenarnya cukup sedarhana. Jika item tersebut bisa diganti, maka item tersebut bukan batasan masalah. Sebagai contoh, “batasan masalah” di atas.  Bahasa Pemrograman PHP bisa diganti dengan menggunakan Bahasa Pemrograman yang lain, demikian juga DBMS MySQL 5.

Kesimpulan

Kesalahan yang cukup sering ditemukan di sub bab kesimpulan adalah rancunya antara spesifikasi teknis atau spesifikasi kebutuhan dengan kesimpulan. Contoh kesimpulan yang kurang tepat adalah:

  • Aplikasi ini membedakan 2 jenis lagu yaitu Lagu Nasional dan Lagu Daerah
  • Aplikasi ini menerapkan permainan kuis dalam penggunaannya….
  • User dapat memilih jawaban….

Semua item kesimpulan di atas adalah spesifikasi kebutuhan yang sudah dirancang dari awal. Sebelum penelitian tugas akhir selesai pun hal – hal tersebut di atas sudah diketahui bahkan didefinisikan. Yang disebut kesimpulan seharusnya adalah hal – hal yang diketahui dan disarikan setelah keseluruhan proses penelitian dianggap selesai. Yang paling mudah untuk menyusun kesimpulan adalah dengan melihat kembali tujuan yang ingin dihasilkan dari penelitian. Apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak. Jika tercapai dijelaskan apa buktinya, jika tidak mengapa tidak tercapai. Baru kemudian ditambahkan kesimpulan – kesimpulan lain yang dianggap perlu dan menggambarkan keseluruhan proses dan hasil penelitian.

Demikian sedikit ringkasan dan pendapat mengenai penulisan laporan Tugas Akhir mahasiswa Teknik Informatika Fasilkom. Tentu saja pendapat dan pengetahuan saya tidak sempurna. Termasuk di dalam tulisan ini. Dalam tulisan ini setidaknya ada satu kalimat yang salah, selain kalimat – kalimat contoh. Jika anda pembaca adalah mahiswa Fasilkom UMB dan menemukan kalimat tersebut, jika kalian mau, silakan datang dan tunjukkan ke saya kesalahan tersebut. Masih ada souvenir yang saya dapatkan dari ITS Surabaya waktu mengikuti dan menjadi pemakalah dalam Seminar Nasional Tenknologi beberapa waktu yang lalu. Souvenir itu bisa anda dapatkan :)

Hore Kapal Datang…………. Juni 18, 2011

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment
Di kejauhan

Di kejauhan

Setelah sekitar 12 – 14 jam mengarungi Teluk Tomini antara kedua “kaki” atas pulau Sulawesi Kapal Motor Penumpang (KMP) Baronang untuk kesekian kalinya merapat di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo. Hari ini Baronang merapat setelah dhuha sekitar pukul 8 – 9 WIT. Terlimbat satu setengah jam dari waktu tercepat. Sudah tahunan kapal ini setia melayani masyarakat Gorontalo, Pagimana sekitarnya untuk berbagai keperluan menyeberangi Teluk Tomini. KMP ini telah membantu perputaran ekonomi dan pergerakan sosial masyarakat sekitar Sulut, Suteng, Gorontalo dan sekitarnya. Keramahan dan terkadang kenakalan Teluk Tomini sudah kenyang dirasakana. Jika Teluk ramah, maka kapal dapat berlayar dengan tenang, waktu tempuh terpendek bisa dilalui, dan para penumpang segera bisa memenuhi hasyaratnya sampai di seberang sana. Entah untuk sekedar silaturahmi, mengemban misi ekonomi, atau kepentingan jihad lainnya. Namun jika air teluk sedang tidak ramah karena cuaca yang kurang bersahabat terpaksa mereka harus bersabar. Bersabar menunggu untuk berlayar, bersabar lebih lama di tengah teluk atau bersabar mengikuti arus laut yang lebih tenang meski rute yang dilalu menjadi lebih jauh.

Para Penjemput

Para Penjemput

Seiring semakin mendekatnya kapal, kesibukan di Pelabuhan untuk ritual penyambutan pun semakin meningkat. Gaduh bentor berbaur dengan deru motor maupun kepulan asap kendaraan penjemput lainnya. Sanak famili di darat yang sudah sekian waktu memendam rindu atau menaruh harap perjumpaan ini tidak sabar hanya duduk di ruang tunggu. Ingin rasanya menjemput ke tengah teluk jika memungkinkan. Tetapi dengan memandang ke tengah teluk di pinggir Dermaga pun cukuplah. Ketika kapal mendekat, semangat berjumpa semakin meningkat. Anak – anak ramai menunjuk – tunjuk kapal di tengah laut itu meski hanya pucuk atas kapal yang terlihat. Anjungan kapal terlihat lebih dulu bagi mereka, merupakan pelajaran dan pembuktian bahwa bumi itu bulat. Begitu yang mereka pelajari dari guru dan buku geografi di kelas.

 

Bentor penjemput

Bentor penjemput

Petugas pelabuhan pun tak kalah sibuk. Mereka menyiapkan segala uba rampe demi ritual dua hari sekali ini. Gang way dan jembatan penumpang fleksibel harus disapkan. Jembatan fleksibel ini harus selalu dipantau kondisinya. Jembatan ini fleksibel karena dibuat lembam menempel di ujung kapal yang bersandar. Dengan begitu mau tidak mau jembatan akan mengikuti ayunan naik turun kapal seiring naik turunnya permukaan air laut dermaga. Jika kondisi air laut dermaga tidak memungkinkan, maka jembatan ini tidak boleh dipasang. Jika dipaksakan akan membahayakan penumpang orang yang melewatinya. Sesuai aturan, seharusnya tidak boleh ada orang selain petugas yang berkepentingan mendekat dermaga sebelum kapal benar – benar siap menurunkan penumpang. Maka petugas UPT Pelabuhan harus memastikan bahwa akses masuk ke arah dermaga selalu tertutup sebelum semuanya siap. Tetapi selalu ada pengecualian. Para penjemput kerabat, atau penjemput pekerjaan (kuli panggul dll) yang tidak sabar selalu mempunyai cara untuk mendahului aturan.

Petugas yang lain menyiapkan pemeriksaan penumpang sesuai manifest pelayaran yang telah diterima. Mereka bertanggungjawab memastikan semua isi kapal saat berangkat sampai di Pelabuhan secara lengkap dan tanpa kurang suatu apa. Ada tugas negara lain yang harus disiapkan yaitu memungut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi kendaraan yang akan turun berupa pas pelabuhan. Untuk kendaraan – kendaraan angkutan barang, juga harus membayar Pas Pemeliharaan Dermaga yang disubsidi oleh Negara.

Persiapan merapat

Persiapan merapat

Kapal merapat, penumpang turun, petugas memeriksa sesuai ketentuan dan keperluan. Setelah semua selesai. Mereka bubar menuju kepentingan masing – masing. Para penumpang melanjutkan perjalanan. Para petugas UPT dan Operator Kapal masih harus menyelesaikan pekerjaan laporan kedatangan hari itu. Sementara awak kapal turun ke darat untuk sekedar istirahat guna persiapan mengarungi Teluk Tomini Sore nanti. KMP Baronang pun berisitirahat. Sementara petugas kebersihan memenuhi panggilan tugasnya. Petugas fasilitas pun memastikan kebutuhan fasilitas untuk pelayaran sore nanti terpenuhi. Antara lain bahan bakar, air bersih, dan logistik keperluan semalam di tengah Teluk Tomini. Sampai esuk hari – seperti biasa – tiba di Pelabuhan Pagimana Sulawesi Tengah..

 

 

Turun dari kapal

Turun dari kapal

 

Kiriman dari saudara di Pagimana

Kiriman dari saudara di Pagimana

Bersama petugas

Bersama petugas

Meninggalkan pelabuhan

Meninggalkan pelabuhan

 

Pulang naik bentor

Pulang naik bentor

Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Salah Satu Bentuk Layanan Subsidi Negara bagi Rakyatnya Juni 18, 2011

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment
Gerbang pelabuhan

Gerbang pelabuhan

Tidak semua (bahkan sebagian besar barangkali) rakyat Indonesia termasuk dalam golongan yang berkecukupan. Bagi mereka ini Negara mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan Subsidi. Yang tentu saja biaya bantuan itu diambil dari pendapatan Negara. Sebagian besar dari Pajak meskipun ada juga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subsidi yang sering kita dengar barangkali adalah subsidi BBM, subsidi pendidikan BOS, subsidi beras miskin (RASKIN) atau subsidi jaminan kesehatan masyarakat.

Sektor transportasi darat pun ternyata masih perlu disubsidi untuk beberapa fasilitas. Salah satunya fasilitas penyeberangan. Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo adalah salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang melayani operasional pelabuhan penyeberangan “sosial” ini. Fungsi pelayanan ini dilakukan dengan menerapkan tarif sangat murah untuk pemanfaatan fasilitas pelabuhan penyeberangan. Gambarannya begini. Jika kita menggunakan transportasi umum darat, laut, maupun udara sebenarnya / sewajarnya kita tidak hanya membayar untuk biaya angkutan saja. Contoh untuk tiket pesawat misalnya, selain ada komponen operasional pesawat itu sendiri (yaitu bagian untuk perusahaan operator penerbangan seperti biaya pegawai, biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan pesawat, dll), penumpang juga dibebani biaya untuk operasionalisasi Bandaranya. Jadi dalam komponen itu misalnya ada biaya sewa bandara. Biaya sewa bandara tentu saja ada komponen – komponen untuk Bandara seperti pegawai bandara, biaya listrik dan air bandara, dst dan selanjutnya.  Jadi untuk Pelabuhan Penyeberangan, sebenarnya penumpang juga harus membayar biaya sewa dermaga, pemeliharaan, dermaga, pegawai pelabuhan yang mengatur dan melaksanakan segala hal terkait pelabuhan dan penyeberangan. Tetapi untuk kasus UPT Pelabuhan Penyeberangan yang disubsidi ini penumpang membayar sewa –sewa terkait dengan Pelabuhan dengan biaya sangat murah. Sebagai contoh biaya pas belabuhan hanya Rp. 300/orang, untuk kendaran bervariasi antara Rp. 100 (seratus) rupiah sampai dengan rp 700 / kendaraan. Kendaraan kelas berat / tronton hanya dikenakan biaya pas masuk Rp. 700 itu. Selain pas masuk pelabuhan, khusus untuk kendaraan selain kendaraan penumpang dikenakan biaya pemeliharaan dermaga yang besarnya bervariasi antara Rp. 200 (dua ratus rupiah) sampai dnegan Rp. 17.500 untuk kendaraan truk tronton (kelas VIII). Tidak ada biaya lain selain itu. Biaya untuk Pegawai dan operasional Pelabuhan (telpon, listrik, air, ATK, kebersihan, dll) disubsidi oleh negara dan dibebankan kepada APBN.

Gerbang pelabuhan

Terminal tunggu penumpang

Selain ada biaya pelabuhan tentu saja ada biaya pelayaran (angkutan) dan biaya asuransi. Kedua biaya ini tidak masuk ke UPT Pelabuhan. Untuk biaya pelayaran menjadi pendapatan Operator Kapal (misalnya PT. ASDP untuk Gorontalo), dan biaya asuransi menjadi premi Jasa Raharja. Besar biaya pelayaran diusulkan oleh pemilik kapal dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Dengan komposisi biaya sebesar itu tentu saja tidak menarik bagi swasta untuk menjadi operator Pelabuhan Penyeberangan seperti Gorontalo ini. Tetapi Masyarakat harus terus dilayani. Maka Negara dalam hal ini Pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Darat “turun tangan”. Khusus untuk Gorontalo ini, paling tidak berdasar pengamatan saya sekilas, swasta lebih tidak tertari lagi. Karena frekuensi penggunaan Pelabuhan Penyeberangan sangat jarang. Hanya ada 1 kali keberangkatan dan Kedatangan dalam dua hari. Itu pula yang saya jumpai kali ini. Saat saya datang ke sana, Pelabuhan sepi sekali. Seolah tak perpenghuni, kecuali setelah masuk dan bertemu dengan semua staff (yang mayoritas PNS) Pelabuhan Penyeberangan.  Saya datang kebetulan saat tidak ada kapal datang / berangkat.

Kantor UPT Pelabuhan

Kantor UPT Pelabuhan

Parkir bentor

Parkir bentor

Suar penanda dermaga

Suar penanda dermaga

Selamat datang para penumpang

Selamat datang para penumpang

Terimakasih hadiahnya, tapi tidak perlu diikuti oleh yang lain J Maret 15, 2011

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments

Hari ini satu lagi mahasiswa bimbingan saya telah menyelesaikan skripsinya.  Setelah berbulan – bulan berusaha, diikuti doa diri dan keluarganya, tentu saja kelulusan itu merupakan momen istimewa buatnya dan buat orang tuanya.  Saya selaku pembimbing, tentu saja turut bersuka cita dan berdoa yang terbaik selalu untuk mereka.

Satu yang membuat saya tidak menduga adalah saat dia memberikan bingkisan buat saya setelah semua selesai urusannya (approval revisi oleh dosen – dosen penguji, dan juga saya sendiri). Ini kejadian yang kedua kalinya ada mahasiswa saya yang memberikan bingkisan setelah mereka “berhasil”.

Tentu saja saya serba repot, kepada keduanya berkali – kali saya menolak dengan berbagai alasan. Tetapi mereka memaksa.  Kurang lebih kata mereka “Ini sudah dititipkan orang tua saya untuk Bapak, jadi tolong diterima”. Meski agak berat,  akhirnya saya terima dengan pertimbangan tidak ingin menyakiti (orang tua) mereka.  Khawatir juga dianggap meremehkan pemberian mereka kalau tidak saya terima. Toh dari awal saya sama sekali tidak mengharapkan.

Hanya saja, jujur, saya berharap ini kejadian yang terakhir.  Saya berharap (khususnya buat mahasiswa yang sedang bimbingan dengan saya)  tidak perlu lagi ada pemberian seperti itu. Buat saya usaha keras mereka secara serius dan penuh tanggung jawab untuk menyelesaikan skripsi sudah lebih dari cukup buat saya.  (Orang tua) mereka sudah membayar SKS  skripsi itu. Dan kami para dosen sudah mendapatkan imbalan untuk kerja kami. Jadi itu saja sudah cukup, impas, nol nol. Tidak perlu merasa berhutang satu sama lain.

Buat mahasiswa yang sudah terlanjur memberikan bingkisan buat saya, sekali lagi terimakasih. Tulisan ini bukan bermaksud untuk merendahkan apalagi meremehkan pemberian kalian. Hanya mengingatkan buat adik – adik kelas kalian yang belum lulus. Cukuplah berkonsentrasi pada usaha menyelesaikan skripsi dengan sebaik – baiknya dan sejujur – jujurnya tentu saja. Lain kali akan saya tuliskan, ada di antar teman – teman kalian yang kami coret skripsinya gara – gara plagiat :) .

Selamat mengemban amanah masing  – masing :)

Penyediaan Layanan dan dukungan Teknologi Informasi (IT Services Delivery & Support/IT SDS) April 25, 2010

Posted by Mujiono Sadikin in SI - Audit, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan.
add a comment

Obyektif dari pembahasan bagian ini adalah pemahaman tentang kualitas minimum layanan dan dukungan yang selayaknya diberikan oleh TI organisasi sehingga mampu mendukung obyektif organisasi secara keseluruhan.

Tugas Tugas Auditor SI pada area ini adalah :

1. Evaluasi terhadap praktek pengelolaan dan penyediaan layanan untuk memastikan bahwa tingkat layanan yang disediakan oleh pihak internal maupun eksternal didefinisikan dan dikelola dengan baik.

2. Evaluasi terhadap pengelolaan operasi untuk memastikan bahwa dukungan TI sesuai dengan kebutuhan bisnis secara efisien

3. Evaluasi terhadap adminstrasi data untuk memastikan integritas dan optimasi data.

4. Evaluasi terhadap peralatan serta teknik pemantauan penggunaan dan performansi untuk memastikan layanan TI sesuai dengan obyektif organisasi.

5. Evaluasi terhadap praktik – praktik pengelolaan pengubahan, konfigurasi dan release yang telah dibuat ke lingkungan produksi telah secara cukup dikendalikan dan didokumentasikan

6. Evaluasi terhadap praktik pengelolaan dan penanganan jika terjadi masalah maupun kejadian yang tidak diinginkan untuk memastikan bahwa masalah, kesalahan dan kejadian yang tidak dikehandaki tersevut dicatat, dianalisa dan diselesaikan sesuai dengan standard waktu yang telah ditetapkan.

7. Evaluasi terhadap fungsionalitas infrastruktur TI (komponen jaringan, perangkat keras, perangkat lunak sistem) untuk menjamin bahwa semuanya mendukung obyektif organisasi.

Pengetahuan dan Keahlian Pengetahuan dan keahlian dalam lingkup IT SDS ini adalah :

1. Pengetahuan terhadap praktik – praktik pengelolaan tingkat layanan pada organisasi

2. Pengetahuan terhadap praktik – praktek pengelolaan operasi (penjadwalan pekerjaan, pengelolaan layanan jaringan, pengelolaan pencegahan risiko)

3. Pengetahuan akan peralatan dan teknik pemantauan performansi (network analyzer, system utilitation reports, switches, firewall, dan peripheral lainnya)

4. Pengetahuan fungsionalitas perakngkat keras dan komponen jaringan (router, switch, firewall, bridges, dll)

5. Pengetahuan praktik pengelalaan dan pengadministrasioan basis data

6. Pengetahuan fungsionalitas perangkat lunak sistem sperti sistem operasi, dbms dan utilitasnya

7. Pengetahuan teknik pemantauan terhadap perencanaan kapasitas

8. Pengetahuan terhadpa proses pengelolaan penjadwalan dan perubahan darurat dari lingkungan pengembangan ke lingkungan prioduksi termasuk pengubahan, konfigurasi, reales, patch

9. Pengetahuan praktek pengelolaan masalah/incident (help desk, prsodur eskalasi masalah dan pelacakannya)

10. Pengetahuan lisesnsi dan inventory

11. Pengetahuan akan peralatan dan teknik – teknik kekenyalan (resilency) sistem (fault tolerant, clustering)

Alhamdullillah, satu proyek sudah selesai Maret 5, 2010

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan.
add a comment

Alhamdullillah, tiada kata lain yang lebih tepat selain ucap syukur kepadaNya. Secara resmi, tanggal 13 Robilul Awal 1431 H ini pekerjaan kami selaku panitia renovasi (selanjutnya saya sebut saja pembangunan karena memang kenyataannya merobohkan dan membangun kembali) Musholla An – Nur telah selesai dan diterima oleh Pengurus dan Jamaah Musholla.

Secara formal, pembangunan ini dimulai tanggal 9 Nopember 2008 yang lalu. Kurang lebih sebulan setelah Idul Fitri waktu itu. Ditandai dengan pembentukan panitia pembangunan. Entah mengapa saya yang sebenarnya secara administrasi berbeda dengan RT di mana Musholla berada bahkan, berbeda kelurahan, didapuk menjadi ketua pembangunan. Wah….terbayang di depan susahnya seperti apa. Terutama dalam mencari dana mengingat anggarannya tidak kecil. Seratus empat puluh (140) juta lebih anggaran yang kami susun merupakan nominal yang membuat saya awang – awangen (apa ya Bahasa Indonesianya ? Rasa was – was, tidak yakin, akan bisa) dengan target awal Romadhan 2009 dapat digunakan, minimal lantai I. Apalagi jika melihat contoh – contoh pembangunan Musholla/Masjid yang kebanyakan berlarut – larut (kayak proyek Aplikasi S/W juga hiks..). Bahkan saudara dan keluarga saya sendiri pun, menyangsingkan “proyek” ini bakal mulus.

Di tengah jalan memang banyak rintangan dan hambatan, juga dibumbui sedikit cercaan dari orang yang lebih “ahli”. Membangun tempat umum ternyata jauh lebih sulit daripada membangung tempat pribadi, jikalah dananya ada misalnya. Sebab dikarenakan kepentingan umum, maka banyak yang berkepentingan. Bahkan bisa saling bertentangan. Saya temui pertentangan itu di banyak hal: tata letak bangunan lah, disain tempat wudlu lah, gambar yang ternyata tidak digunakan lah dll. Masalah juga ditemui menyangkut penjualan barang – barang bekas sisa bangunan lama. Ada yang langsung main ambil dengan harga yang ditentukan sendiri. Tentu saja ini menimbulkan protes dan pertanyaan dari jamaah yang lain. Belum lagi masalah kesekretariatan, proposal misalnya. Ada yang merasa begitu saja cukup, yang penting jalan dulu. Tetapi ada juga yang ”meremehkan”, Proposalnya tidak menjual dan karenanya dia tidak sanggup mencari dana dengan proposal begitu. Belum lagi masalah pencatatan keuangan, masalah bon – bon pembelian, dll.

Alhamdullillah pelan – pelan pembangunan berjalan. Kesulitan pendanaan yang tadinya jadi kekhawatiran perlahan teratasi. Dengan menggunakan internet sebagai media ”menodong” teman – teman di berbagai tempat, pendanaan menjadi lebih lancar. Internet membantu kami untuk ”menemukan” teman – teman di berbagai penjuru. Kepada mereka kami memohon kerelaan. Dan Alhamdullillah, hampir semua yang kami mintai sumbangan, bersedia menyumbang dan mempercayakan sebagian rejekinya kepada kami.  Saya belajar, memang Allah sudah mengatur semuanya. Untuk urusan ini, mungkin, teman – teman saya di luar sana kebagian jatah untuk mengambil rejeki dariNya. Sementara saya di sini cukup sebagai penjaga dan pengelola kepercayaan yang diberikan oleh mereka – mereka :)

Momen pencarian dana yang paling berkesan adalah ketika bangunan lantai I sudah selesai, lantai dua sudah dicor. Waktu itu kami benar- benar kehabisan dana. Sempat terpikir pembangunan dihentikan sementara. Toh target awal sudah tercapai yaitu penggunaan lantai 1 pada Romadhon 2009. Panitia sudah sepakat lantai dua akan ditutup dengan terpal sebagai atap darurat. Alhamdullillah, pertolongan Allah begitu dekat. Teman dari mancanegara mengabarkan bahwa hamba allah bersedia menyumbangkan dananya. Jika tidak salah kurang lebih sekitar 36 jutaan waktu itu. Tentu saja ini suprprise besar buat kami. Dengan dana segitu atap dan genteng lantai dua selesai sudah. Dan kenyataannya memang begitu.

Melihat perkembangannya cukup cepat, rupanya mendorong donatur – donatur yang lain untuk turut membantu. Dan akhirnya semuanya selesai lebih awal dari rencana. Romadhon 2009 sudah rapi semua, tertinggal plafon luar lantai satu dan lantai dua. Juga masih ada hutang material untuk pintu dan kusen. Atas kesepakatan dengan jamaah, hutang dan kekurangan material plafon akan ditanggung sendiri oleh jamaah sekitar. Kami sudah terlalu banyak dibantu oleh ”orang luar”. Oleh karena itu, pencarian dana keluar kami hentikan dan fokus ke dalam.

Sekarang semua sudah selesai, secara resmi Musholla juga telah diserahterimakan dari Panitia kepada Pengurus. Membangun secara fisik memang tidak mudah, sulit bahkan. Namun mengisi dan meramaikannya untuk kegiatan yang sesuai dengan syariah, itu yang jauh lebih sulit dilaksanakan. Sekali lagi, terimakasih kepada para donatur. Laporan keungan dapat dilihat di situs Musholla : http://mushollaannur.wordpress.com . Sementara kegiatan peringatan maulid dan serah terima musholla saya upload di facebook di sni.

Meski demikian, bagi saya pribadi, PR masih belum selesai. Saya masih punya janji untuk untuk mendirikan Masjid/Musholla di tanah warisan orang tua di kampung yang diwakafkan. Mohon doa restu dan dukungannya :)

Jancukkk………………..buat (orang yang mengaku) politisi Senayan itu! Februari 25, 2010

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments

Bagi orang Jawa Timur terutama pesisir Timur dan sekitarnya atau orang yang pernah tinggal di sana, tentulah kata – kata itu familiar di telinga dan rasa mereka. Itu adalah kata seru yang mengandung banyak arti, tergantung konteks pengucapan atau kalimatnya. Tergantung juga pada intonasi dan nada bagaiman kata itu diucapkan. Bisa jadi dia adalah umpatan, bisa juga ungkapan rasa jengkel, marah atau geli.

Jancuk…!! itulah yang keluar dari mulut saya beberapa minggu yang lalu. Sampai sekarang masih terpikirkan. Jancuk yang merepresentasikan kejengkelan, kasihan dan umpatan sekaligus.

Jancuk itu keluar dengan diawali saat saya mendapatkan kontak (orang yang mengaku mudah-2an) politisi Senayan. Jujur saja harus kita akui, tidak ada yang orisinil dalam hidup kita ini. Kita semua mencontek. Demikian juga saya, saya mencontek kenal dengan dia dari teman saya. Nah saya mengenal teman saya ini dari kawan saya yang lain. Dengan teman saya ini saya sudah kenal cukup lama, jadi saya tahu karakteristik dan sifatnya. Rasanya mustahil dia ada niat mengerjai daku. Singkat cerita dari teman inilah saya dapat nomor beliau. Atas pemberitahuan teman saya, saya diminta telphon beliau. Yah iseng – iseng berhadiah, siapa tahu ada manfaatnya kenal sama petinggi Senayan to? Otak pedagang mana yang tidak ingin kenal sama petinggi? Sekali saya bel, langsung diangkat. Wuih…serius rupanya beliau mau terima kontek-2 saya. Padahal saya tahu beliau ini super sibuk. ”Berbunga – bunga lah hati awak nih” – kata saudara kita dari Padang – perasaanku. Singkat cerita saya ditawari proyek di sana, beliau minta ketemuan minggu depan. Waktu itu hari Kamis/Jumat saya lupa.

Tak dinyana, Sabtu pagi teman saya memberitahu lagi bahwa saya diminta menghubungi beliau. Saya hubungi juga pasti. Sekali lagi dia bilang bahwa di sana ada proyek dan semua sudah ”diamankan”. Wah baiklah kalau begitu, kabar bagus buat saya pasti. Beliau bilang minta ketemuan Senin depan jam empat an di K komplek Senayan. Nanti akan diketemukan dengan bagian anggaran. ”Siap Pak!”, jawabku cepat.

Siangnya, dia ngebel saya. Bukan saya yang diminta ngebel beliau. Dia bilang proyek sudah firm tapi sekarang dia ada kebutuhan mendesak. Jadi dia minta bantu saya menyediakan uang 50 juta saja. Alamaakkkk…Bagaimana mungkin ?? Ketemu saja belum pernah. Masak cukup dengan JANJI proyek dapat 50 juta dalam sehari. Macam mana pula kawan kita ini ??. Tetapi saya mencoba sabar dan mengulur waktu, dengan alasan hari libur lah, karena keperluan kantor tidak mungkin saya harus menyediakan dalam waktu secepat ini lah, perlu koordinasi dengan orang keuangan kantor lah. Saya tawarkan ”Baiklah pak, boleh nggak kita ketemuan dulu?”.

”Okey -2 Senin kita ketemuan ya..”.

”Siap Pak…”.

Sabtu lewat, minggu berlalu, Senin menyambut. Merasa akan ketemu Petinggi Negara yang tentu saja menentukan merah hitamnya Republik ini, saya berdandan serapi mungkin. Pakek dasi, parfum agak banyak, rambut mengkilat berminyak wangi. Baru keluar dari gang rumah bersemen, belum sampai jalan raya beraspal, HP berbunyi…Ah si Bapak rupanya. ”Siap Pak …!”. Sekali lagi dia katakan, ”Mas kita ketemuan nanti sekitar jam 4 ya atau nanti saya kasih tahu tepatnya. Mudah-2an rapat hari ini tidak berlarut-2, untuk bahas proyek dengan orang bagian anggaran. Semua sudah disiapkan buat Mas. Email saja company profile pagi ini, jadi nanti sore Mas tinggal tanda tangan SPK…!”. Halah bagaimana bisa bim salabim begitu??!!. Jelek – jelek gini saya juga paham proses pengadaan di Pemerintahan. Meski belum katam, saya juga mengerti aturan Keppres 80 / 2003. Apa mau diborgol KPK jika proyek diatas 1 M begitu saja SPK ditandatangani tanpa proses lelang? Gilo Le, dalam hati.

Tapi masak berani saya berkata vulgar begitu? Jadi yang keluar dari mulut saya kira – 2”Maaf Pak, kalau dana APBN setahu saya tidak begitu mekanismenya. Harus ada proses lelang dulu pak..”. Baru sampai situ beliau potong “Sudah, semuanya sudah diamankan, pokoknya ntar mas ketemuan langsung SPK diterima. Saya sudah kondisikan semua…” Hiks… ”Baiklah pak kalau begitu, nanti kita bicarakan lagi. Karena saya perlu tahu item pekerjaan nya apa saja..”

“Pokoknya IT, nanti itu bagian anggaran yang tahu. Tapi gini saya ada kebutuhan mendesak, bukan buat saya tapi buat orang – orang anggaran itu. Bisa nggak ditransfer 30 juta dulu, bukti transfernya nanti dibawa.” Wah politisi kok main recehan begini, dalam hati. Semoga, semoga orang ini bukan benar – benar Bapak itu.“Oke pak nanti saya bicarakan dengan orang kantor, tapi sebaiknya kita ketemuan dulu”.

Sampai di situ, siangnya dia SMS terus menerus menanyakan kesanggupan saya untuk menyerahkan 30 juta cash, hari itu. Saya sudah mulai males nanggepi. Tapi karena sebatas SMS ya saya ladeni. Awalnya dia kirimkan no rekening familinya. Saya tidak mau “Wah pak bagaimana saya bisa percaya begitu saja kalau bapak adalah pak ..yang sebenarnya dan saya hormati kalau rekening bukan atas nama bapak. Jangan – jangan nanti malah membuat saya tidak respek kepada Bapak, gara – gara rekening palsu itu Pak”. Rupanya dia nekat (sekali lagi saya sangat berharap dia ini bukan Bapak …yang di Senayan itu), dikirimkannya no rekening a.n. dia sendiri. Sampai sekarang masih saya simpan sms itu. Tapi saya tidak pernah mentransfer 30 juta, apalagi 50 juta. Akhirnya memang saya tidak pernah ketemu dia, apalagi dapat proyeknya.

Jancukkk…!2, mau dapat dui kok begitu caranya. Kasihan Bapak …yang sebenarnya itu. Kalau benar dia, kasihan dia. Kalau bukan dia, kasian juga namanya dicatut n dipakek untuk nipu.

Dua hari yang lalu saya baca – baca lagi SMS terakhirnya. Saya senyam – senyum sendiri. Kebetulan sambil lewat lihat ATM bank saya, yang kebetulan sama dengan banknya beliau. Kasian beliau sudah menyediakan waktu n ngabisin pulsa, saya transfer juga ke rekeningnya, 50.000 (lima puluh ribu rupiah saja), bener lo atas namanya beliau !

Jancuk…jancuk….Sekarang sms beliau dan tanda bukti transfer itu jadi salah satu kenang-kenangan dalam hidup saya. Sudah saya backup di notebook, saya back up di komputer rumah, saya print hardcopinya, saya simpen rapat. Saya berharap semua itu tidak perlu digunakan nantinya. Loh kok ??? Jancuk…jancuk

Jika Pompa Air Bermasalah September 15, 2009

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments
Pompa Air

Pompa Air

Sudah dua hari saya perhatikan pompa air di rumah “bermasalah”. Bunyinya tidak halus atau normal seperti biasa, melainkan “mbengung” (Ini Bahasa Indonesianya apa ya?) tidak konstan. Orang rumah punya opini macam – macam mengenai ini. Nyonya bilang rusak, apanya yang rusak? Nggak tahu pokoknya rusak. Mbah putri bilang itu lakernya harus diganti. Saya berpendapat kumparannya sudah mendekati aus, menilik pengalaman mobil tua kami dulu suka seperti itu.

Minggu kemarin sambil menunggu waktu ngabuburit, padahal waktu itu jam 10 pagi bangun tidur, saya oprek sendiri itu pompa air. Alhamdullillah saya termasuk orang yang ringan tangan kalau ada masalah-masalah teknis di rumah, semisal genthen bocor, keran air patah, dll dsb. Maka pompa itu pun saya bongkar sendiri. Cenderung percaya dengan apa yang dikatakan mbah putri, saya harus menemukan di mana laker pompa itu. Saya akan lihat dan kalau ada yang ganjil tinggal bongkar, bawa ke material, beli yang baru pasang lagi. Selesai…!

Wah ternyata ribet juga meskipun hanya membongkar pompa air. Sampai berpeluh akhirnya saya bisa membongkar pompa air itu. Tapi sayang, tidak sampai bisa membongkar jeroannya. Saya tidak mempunyai kunci yang pas untuk membongkar jeroannya. Tidak ada pilihan lain selain membawanya utuh-utuh ke tukang servis.

Tukang servis mendiagonasa sebentar. Tanya keluhan sedikti. Periksa sekilas, ditest sejenak. Gak kenapa – kenapa tuh …..Mesin baik – baik aja. Wah ternyata “hanya” setelannya yang gak pas. Jadi yang perlu dilakukan hanyalah menyetel skrup setelan saja. Kata tukang servis, bunyi tadi disebabkan karena ketidakstabilan air yang diisap naik oleh pompa. Ketidakstabilan itu disebabkan karena ketinggian air sudah berkurang. Maklum musim kemarau barangkali. Kalau ketinggian air berkurang makan tekanan udara harus ditambah, agar air tidak thekor. Dan menambah tekanan udara itu dilakukan dengan menyetel skrup tadi. Kurang lebih beginilah cara kerja pompa itu (lihat gambar)

Lubang pipa. Kiri, jalan udara menekan. Kanan, jalan air yang dihisap

Lubang pipa. Kiri, jalan udara menekan. Kanan, jalan air yang dihisap

Jika kita amati selalu ada 2 pipa yang masuk ke sumar dan masuk ke mesin pompa. Di pompa seperti terlihat dalam gambar itu lubang pipa kiri adalah jalan udara yang dihembuskan pipa ke sumur. Lubang pipa kanan adala jalan air yang dihisab air dari sumur. Jadi air naik keatas karena adanya tekanan udara ke bawah. Ini prinsip apa ya ? Bejana berhubungan, Bernoulli, atau kekekalan energi ?

Nah setelan untuk mengatur kuat tidaknya tekanan udara terlihat seperti gambar di bawah. Kalau tidak salah, semakin besar tekanan udara semakin besar daya angkat air (semakin dalam jangkuan air yang bisa dinaikkan) namun daya listrik yang diperlukan tentu lebih besar. Sebaliknya jika semakin hemat daya listrik, maka daya angkat air semakin dangkal. Jadi carilah keseimbangan diantaranya.

Sekrup Setelan Udara Penekan

Sekrup Keseimbangan Tekanan Udara


Mengatur Keseimbangan Tekanan Udara

Mengatur Keseimbangan Tekanan Udara

Demikian, semoga bermanfaat. Barangkali pompa air bermasalah, jangan buru-buru panic terus main bongkar saja. Nggak tahunya, cukup dengan puteran dengan perasaan, masalah selesai J

Alhamdullillah…Akhirnya Hampir Selesai….. Mei 19, 2009

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan.
add a comment

Kurang lebih enam bulan yang lalu saya ketiban sampur untuk mengkoordinir renovasi musholla sebelah rumah. Meskipun dengan perasaan was – was apakah dapat mengemban tugas (walah kayak pejabat aja) ini, dengan Bismillah saya berangkat juga. Banyak rintangan dan hambatan yang saya rasakan. Dana awal yang tersedia hanya 20 juta sementara rencana biaya setelah direvisi adalah 190 jutaan. Jadi dana awal sedikit dari 10%. Dengan kondisi dana yang tersedia seperti itu, tentu saja merupakan satu alasan yang membuat saya was – was. Termasuk juga adik saya mengingatkan, wah pasti bakal berat nih nyari dana tambahannya. Gimana bisa ? Belum lagi hambatan non teknis dan non biaya, termasuk “sedikit konflik” dengan jamaah…

Tetap alhamdullillah, Allah menolong kami. Dengan dukungan jamaah dan warga sekitar, teman – teman baik di Jakarta, di kawasan Indonesia yang lain maupun di manca negara dengan identitas jelas maupun hanya menyebutkan Hamba Allah, renovasi (bahkan jadinya pembangunan kembali) Musholla ini sekarang telah memasuki tahap akhir. Belum bisa dikatakan 100 % karena kami masih punya PR untuk menyediakan pagar dan pintu jendela lantai II. Terlepas dari beberapa kekurangan itu, terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami. Tentu saja teriring doa semoga – dan kita yakin – Allah “melihat” usaha kita.

Dengan kekurangan beberapa item tersebut, kami panitia masih mengharapkan sumbangan dari donotur yang berkenan membantu kami.

Berikut beberapa jejak pembangunan musholla dalam bentuk gambar.

Musholla An Nur Sebelum Renovasi

Musholla An Nur Sebelum Renovasi

Musholla Tadi Pagi, 19 Mei 2009. Tampak samping atas :)

Musholla Tadi Pagi, 19 Mei 2009. Tampak samping atas :)

Kondisi Musholla Dari Samping Bawah

Kondisi Musholla Dari Samping Bawah

Lantai 1..

Lantai 1..

Lantai 2

Lantai 2

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.