jump to navigation

Terkesan dengan pelayanan BCA Finance, Appresiasi juga untuk pengurusan perpanjangan SIM dan KTP Januari 26, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
Tags: , , , , ,
3 comments

Minggu lalu untuk suatu urusan pengambilan berkas, saya mengunjungi kantor pusat BCA Finance di Pondok Indah. Terkesan saya dengan pelayanan dan kondisi ruang pelanggannya. Meskipun pelanggan sama saja pengutang, seperti saya ini, namun perlakuan mereka sungguh baik. Mungkin ini karena semakin kerasnya persaingan dalam menggaet pelanggan (pengutang).

Masuk ruang pelayanan terasa lega dan nyaman. Ruangan luas, bersih, tertata, dan tentu saja nyaman. Meja kursi pelayanan pelanggan (customer services) tertata rapi lengkap dengan papan nama pelayan dan nomor kursi yang jelas terbaca. Bagi pelanggan disediakan kursi meja tunggu yang nyaman tidak membosankan untuk menunggu pelayanan. Setiap putaran leher dan mata, bisa kita jumpai papan pengumuman digital yang menunjukkan nomor antrian giliran terlayani, informasi layanan andalan, dan informasi pengetahuan dari kanal teve Discovery.

Semua pelayanan serba digital, untuk yang memungkinkan digital. Begitu masuk ruang pelanggan yang besar, petugas antrian dengan ramah menanyakan apa maksud kita. Kemudian diberikanlah kepada kita nomor antrian. Demikian juga saya yang punya keperluan mengambil berkas. Tidak lama menunggu – karena memang saya datang awal – saya dilayani oleh pelayan pelanggan yang ramah. Hanya sekedar menunjukkan nomor kontrak dan KTP asli, dengan satu klik kontrak saya sudah ada di atas meja tanpa mbaknya beranjak dari kursinya. Maklum, sudah diganakan aplikasi document management. Jadi hanya degan satu key word dan satu klik tetikus, semua tersaji. Saya tinggal mengisi formulir pengambilan berkas yang sederhana. Selasai tidak sampai 3 menit. Saya dipersilahkan menunggu paling lama 30 menit untuk pengambilan berkas manual. Yang ini tentu tidak bisa didigitalisasikan. Si Mbaknya mempersilakan menunggu di kursi meja layanan non 21 – 24 seberang nya.

Ternyata tidak sampai 15 menit saya dipanggil untuk mengambil berkas. Sebelum saya tanda tangan pengambilan dan penerimaan Mbak yang bertugas mengingatkan saya untuk mengecek kembali semua berkas. Cocok, selesai. Urusan hari itu selesai tidak sampai 1 jam, wong ongkos parkir cuman 2000. Appresiasi untuk BCA Finance.

Tetapi sebenarnya instansi pemerintah juga sudah baik. Beberapa waktu yang lalu saya ngurus perpanjangan SIM. Simple dan tidak bertele-2 juga. Tidak lebih dari 30 menit, hanya satu yang mengganjal saya tidak menerima kuitansi pembayaran yang 225 / 250 ribu saya lupa, untuk 2 SIM. Ya sudahlah saya tidak mau ribut. Mengurus KTP pun juga tidak ribet, dengan kasus kurang lebih sama saya diminta sumbangan PMI tapi tidak ada kuitansi. Biarlah, yang penting ada peningkatan daripada sebelumnya. Dulu untuk perpanjang SIM yang ke dua saya yang tinggal di Jakarta Timur harus ke Daan Mogot, perlu waktu seharian meski tanpa calo. Waktu perpanjang SIM pertama masih banyak calo dan saya pakek calo mau tidak mau. Jadi kalau sekarang “hanya” tanpa kuitansi ya sudah lah. Mudah-2an ke depan semakin clear . Begitu juga KTP.

Gambar – gambar yang sempat saya rekam dari ruang pelayanan BCA Finance

Ruang Pelayanan Pelanggan BCA Finance

Ruang Pelayanan Pelanggan BCA Finance

 

Alat Peraga Informasi Digital & Minuman Gratis

Alat Peraga Informasi Digital & Minuman Gratis

Hati – hati dengan Bahan Bakar Solar Januari 14, 2012

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment

Beberapa kali saya mendengar dari beberapa teman tentang kualitas BBM, khususnya solar, di Tanah Air. Katanya kebanyakan mobil – mobil kelas menengah atas di Eropa kebanyakan bermesin disel. Hal demikian tidak terjadi di Indonesia karena – katanya – kualitas solar di Indonesia buruk. Hari ini saya mengalami sendiri. Kendaraan saya bermesin disel dengan pertimbangan katanya bandel, dan memang buat kami lebih cocok mengingat ekonomis, dan mampu mengangkut banyak orang karena keluarga kami banyak. Mobil disel itu keluaran tahun 2005 dan saya menggunakannya sekitar setahun lalu. Selama setahun ini tidak pernah ada keluhan apapun. Apalagi mogok saat digunakan. Tapi hari ini rupanya tibalah saat naas saya. Mobil itu awal tahun lalu dipinjam famili untuk liburan ke Jawa Tengah – Jawa Timur. Kembali sekitar minggu lalu dengan tangki solar full. Lumayan juga tidak akan ngisi solar lagi untuk beberapa hari, pikir saya. Hari ini dari indikator terbaca solar masih setengah, cukup lah. Saat melaju tol, tarikan gas tiba – tiba terasa aneh. Saat diinjak tidak ada tenaga, terasa bahan bakar tidak mengalir semestinya. Mogok di tengah kepadatan tol JORR. Petugas Tol datang tak lama kemudian. Dengan bantuan mereka, pompa solar dikutak – katik bisa jalan lagi. Keluar pintu tol dengan hazard, ketemu bengkel sekenanya yang saya sendiri ragu. Tetapi tidak ada pilihan lain. Mobil saya tinggal jumatan. Kembali jumatan beres. Kata montir itu hanya pompa solar saja yang lemah, tapi masih bisa digunakan. Aman. Masuk Cijantung tujuan Meruya. Keluar tol ulujami ngadat lagi pas menjelang rel kereta Ulujami. Kutak – katik sendiri pompa solar, buang solar yang tersisa di situ. Masih bisa jalan dipaksakan, dengan kekhawitiran jangan – jangan mogok di tengah rel, dengan harapan ketemu bengkel secepatnya. Alhamdullilallh lolos rel. Pas selepas rel mogok, hujan, pas banget nih “penderitaan”. Alhamdullillah, ketemu Mas pengelola kios air minum isi ulang di sekitar rel itu. Darinya dapatlah Pak Puji, montir rumahan sekitar situ. Meski montir free lance, kayaknya dia professional. Terbukti alat – alatnya komplit dan sesuai dengan diagnosanya. Diagnosanya adalah masalah di filter solar, bukan di pompa solar seperti montir pertama tadi. Dan benar, saat filter solar dibuka. Isinya bukan solar, tapi air . Alhamdullillah sejaman beres, dan mobil bisa dihela lagi. Tapi rasanya masih ada sisa air di tangkinya itu. Maka saran P Puji isi biosolar – yang lebih baik kualitasnya daripada solar – sampai full tank. Dan kalau belum sempat dikuras nanti, mengisi biosolar lagi jangan sampai menunggu indikator tangki di bawah separo, agar semaksimal mungkin biosolar yang tersedot ke mesin. Bukan air yang kemungkinan masih tersisa. Terimakasih P Puji dan Mas Pengelola Kios isi ulang, dan hati – hatilah pengguna mesin disel.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.