Ke pabrik kotak tinta Epson, Batam… Oktober 21, 2011
Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.trackback
Di sela urusan pekerjaan, saya sempatkan mengunjungi seorang teman lama yang menjadi salah satu manajer di PT. Epson Indonesia Batam. Ternyata yang saya dapat bukan hanya kunjungan biasa silaturahmi dan semacamnya. Lebih dari itu saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang memperkaya wawasan saya. Pada kesempatan itu diajaknya saya berkeliling pabrik untuk melihat – lihat proses dan cara kerja pembuatan kartu tinta di Epson.
Banyak hal baru saya dapatkan dari kunjungan ini. Seperti yang saya dengar selama ini mengenai budaya kerja perusahaan – perusahaan Jepang, keteraturan, kedisiplinan, dan kebersihan terciri kuat di Epson. Mesin dan orang – orang bekerja sesuai dengan porsi dan bagiannya masing – masing. Pekerjaan yang spesifik dilakukan secara tekun dan terus menerus menjadikan mereka sangat paham di bidangnya. Mesin – masin perakit cartridge, pengisi tinta, pengepak cartridge dan uji kualitas terjajar rapi sesuai dengan tempat dan urutan semestinya. Disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengendalian dan perawatan dan pemeliharaan jika diperlukan. Robot – robot perakitan cartridge, pengisian tinta, dan pengepakan hasil akhir dibuat transparan di dalam “lemari” kaca yang terstandardiasai. Agaknya ini bertujuan agar memudahkan perawatan dan pemeliharaan.
Pabrik dan ruang kerja lainnya sangat bersih, lantai licin seperti selalu terlihat setelah dipel. Apalagi ruang produksi, harus bebas dari debu setitikpun. Sebelum masuk ruang produksi, semua orang (pekerja, pengunjung) harus mengenakan pakaian dan sepatu khusus dilengkapi dengan masker dan sarung tangan. Kemudian masuk ruang pembersih debu, baru bisa masuk ruang produksi. Sarung tangan dan masker hanya sekali pakai untuk kemudian dicuci dan disterilkan.Di luar area produksi pun tidak kalah bersihnya. Setiap lantai selalu bersih licin terlihat seolah selalu habis dipel. Di kantin, meja – meja makan karyawan hanya terlihat “rame” saat waktu makan. Segera setelah itu meja bersih kembali. Para karyawan dengan kesadaran sendiri membereskan dan membersihkan limbah apapun sisa makan mereka. Di meja makan tidak tersedia tisu, melainkan handuk lap tangan yang lebih hemat dari pada tisu kertas.
Bukan hanya kedisiplinan dan ketekunan kerja yang menjadi fokus Epson. Sisi manusiawi dan kebutuhan rohani karyawannya pun sangat diperhatikan. Koperasi karyawan tumbuh baik. Masjid di lingkungan Pabrik menempati tempat yang representatif, luas dan juga selalu bersih. Para pekerja masuk kerja mulai jam 8 pagi s.d. jam 5 sore, istirahat untuk makan siang dan sholat jam 12 – 13. Namun di antara waktu pagi dan sore itu ada break 15 menit. Jadi sekitar jam 10 an mereka break untuk sekedar ngopi atau keperluan lain. Bahkan banyak di antara mereka memanfaatkan waktu break untuk sholat Dhuha.
Epson Indonesia (Batam) ternyata merupakan salah satu pabrik andalan Epson untuk seluruh dunia. Untuk produk cartrdge dan tinta jenis ini, dari Batam menguasai 60 % pasokan Epson di dunia. 40% sisanya dibagi antara UK, AS, China, dll. Prestasi Epson Indonesia di tingkat Epson global juga membanggakan. Sering sekali mereka mendapatkan penghargaan untuk kompetisi – kompetisi berbagai level pegawai di tingkat Epson Internasional. Hampir semua robot pekerja di Batam dirakit oleh teknisi Epson Batam yang hampir semuanya orang lokal. Tergambar bahwa, secara individu setidaknya, Bangsa kita setidaknya utuk kasus Epson ini tidak kalah bahkan sering unggul dibandingkan bangsa lain. Bahkan dengan orang Jepang sendiri. Kata teman, satu kekurangan kita yang paling mencelakakan adalah kesulitan untuk diatur dan menyesuaikan dengan sistem yang disepakati. Kebanyakan dari kita merasa paling jago dan susah diatur. Inilah yang membedakan bangsa kita dengan bangsa Jepang. Katanya, orang jepang sangat patuh pada sistem dan disiplin mengikuti. Bahkan jikapun Boss menyuruhnya mati, dia mau melakukkanya.
Beberapa gambar yang saya ambil menggunakan ponsel di antaranya terlihat seperti di bawah.








hallo pak, ngomong2 bapak lagi nyeritain PT EPSON Batam ya? dari fotonya kayaknya belum lama deh ke EPSON. Emang nya Bapak sekarang kerja dimn? apa memang beda jauh dengan perusahaan yang Bapak sekarang tempati?
saya staf PT EPSON pak, saya lagi iseng2 browsing ngerjain tugas kuliah istri trus nemu web ini.
Terimakasih sudah mampir. Ya memang belum lama, sekitar awal Oktober. Sebenarnya saya ke Batam untuk urusan pekerjaan lain. Kebetulan ada teman saya sekolah dulu yang kerja di Batam, Pak Tangguh Wisanto (anda kenal ?:). Saya diajaknya mampir ke Epson Batam. Inilah sebagian oleh-2nya
Salam
Assalamu’alaikum,
Salam Kenal, Saya Musfiari berdomisili di Batam. tanpa sengaja saya Browsing dan nyampe di sini..hehehe..
Perkenalan singkat : Saya ex.Karyawan Epson Batam (Device Division) – terakhir 2011. sekarang saya di perusahaan Oil & Gas di Batam.
Tepat sekali seperti yang Bapak (Mujiono Sadikin) utarakan diatas, saya tambahkan sedikit. Di samping itu semua mereka (Karyawan) juga memiliki Etos kerja dan effisiensi kerja yang baik.
Hal ini juga tidak terlepas dari semangat/Motto kerja Japanesse Company yaitu 5S (Seiri = Ringkas, Seiton = Rapi, Seiso = Resik/bersih, Seiketsu = Rawat, Shitsuke = Rajin/Bekerja tanpa harus ada Boss..hehehe)
Mudah2an lingkungan kita bisa lebih baik…Apa pun ceritanya, Indonesiaku harus lebih baik dari bangsa lain, Setuju..?
Mari berkontribusi..Go Indonesia..!!!
(Maaf Panjang Lebar = Mudah2an Bermanfaat)
Wassalam
Musfiari Ibn Ahmad Al Asyii
Terimakasih sudah mampir
Terimakasih juga tambahan informasinya..
banyak factory yah di batam ini? selama ini nyangka kawasan industri cuma ada di daerah Jawa saja.
kalo perusahaan SG banyak yang buka pabrik juga di sini?