jump to navigation

Perjalanan ke Puket Dari Pantai Sampai Bukit, Berkano dan menemui Big Budha: 2. Seri Sejarah, Budaya dan Belanja : Menggunakan motor sewaan menjelajahi Kota Tua, Chalong Temple, Big Buda, dan Pasar Sovenir April 7, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Untuk Anak - anakku, Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana.
add a comment

Hari ke dua dan ke tiga kami jalani tanpa ikut paket wisata. Setelah dirasa mengenal medan dengan bertanya ke beberapa orang yang kami temui dan mengandalkan peta perjalanan wisata Phuket, kami menjelajah daratan Phuket menggunakan sepeda motor sewaan.  Phuket adalah daerah turis, banyak fasilitas yang tersedia untuk turis, termasuk berbagai kendaraan sewaan. Tarif sewa motor biasanya 300 bath per hari. Berkendara menggunakan motor di Phuket bisa gampang – gampang susah. Gampangnya antara lain pemilik motor sangat percaya kepada penyewa. Asal bayar sesuai tarif selesai, tanpa perlu jaminanan, kita diberi motor dan kuncinya. Tidak perlu menggunakan STNK di Phuket. Tidak pernah ada razia Polisi di sana. Meski dominan menggunakan Bahasa dan Huruf Thai,  hampir semua petunjuk arah dan nama jalan dilengkapi dengan Bahasa Inggris berhuruf Latin. Susahnya adalah nama jalan – yang berhuruf Latin setidaknya – hanya terpampang di ujung – ujung jalan. Jadi ketika kita tidak memperhatikan dan menghapal nama jalan tersebut, kita tidak akan mendapatkan nama jalan tersebut saat sampai di tengah.

8-SalahSatuSudutKotaTua

Gambar  1 Gedung tua di sudut Kota Tua Phuket

gambar-2

 

Gambar  2 Gang Soi Romanee, kawasan pecinan di Kota Tua Phuket

Tujuan kami yang pertama adalah Kota Tua Phuket di tengah Kota Phuket yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kami menginap di daerah pantai Panwa. Setelah beberapa kali tersesat, tengah hari kami sampai di Kota Tua itu. Lokasi Kota Tua tidak jauh dari Circle Clock yang merupakan penanda utama Kota Phuket, seperti halnya Monas di Jakarta. Kota tua ini dulu menurut sejarahnya adalah tempat tinggal para imigran Tionghoa ke Phuket, mereka disebut dengan Thai Hua. Representasi Kota tua ini berupa bangunan – bangunan kuno bergaya Chino – Portugise di sepanjang dan sekeliling jalan Thalang Road – Krabi Road – Mae Luan Road – Thung Kha Road  dan Thepkrasattri Road.  Di jalan – jalan ini bangunan – bangunan tua masih terlihat asli dan kokoh. Kebanyakan bangunan tua ini dulunya – menurut penjelasan di Thalang Museum – adalah rumah – rumah pribadi milik pekerja / pengusaha Thai Hua.  Kebanyakan sekarang difungsikan sebagai kios – kios, tempat beribadatan, kantor pemerintah, kantor pos dan museum.  Salah satu bangunan menarik yang mencolok menarik perhatian di Kota Tua ini berupa wat/candi tempat peribadatan ummat Budha. Seperti kebanyakan bangunan sejenis di Thailand, candi ini selalu menempati tempat yang luas, berbentuk bangunan tinggi dengan dominasi warna kuning emas.

9-PetaHartaKarunKotaTuaPhuket

Gambar  3 Peta Harta Karun Kota Tua yang memudahkan pelancong asing, peta seperti ini mudah di dapatkan di kaki lima berupa brosur

Di Thalang Road tedapat museum Thalang yang menyimpan kisah Thai Hua. Pada awal kedatangannya mereka adalah pekerja pada tambang Timah di Phuket. Selain kisah perjalanan perantauan mereka, museum Thalang Road juga menceritakan budaya mereka mulai dari kelahiran, upacara pernikahan sampai dengan ritual kematian. Dokumentasi, photo – photo, model atau narasi mengenai pakaian, rumah, dan makanan mereka juga tersaji. Semuanya dalam format yang cukup detil. Rumah orang Thai Hua misalnya, disajikan dalam bentuk maket yang memperlihatkan per bagian ruangan dalam rumah yang biasanya terdiri dari dua lantai, apa fungsi masing – masing ruangan, siapa saja yang biasanya ada di ruangan tersebut, dan bagaimana penggunaan ruangan tersebut. Demikian juga pakaian, ada narasi contoh pakaian, narasi penggunaan dan lain – lain. Terdapat pula model makanan orang Thai Hua seperti bakso dan mi. Masih banyak yang bisa dilihat dan dinikmati mengenai semua yang terkait dengan Thai Hua di Museum ini. Tokoh – tokoh penting Thai Hua dalam bidang pendidikan, adalah salah satunya.

musem-thalang

Gambar  4 Thalang Museum di Thalang Road, tempat di mana sejarah bercerita mengenai perjalanan para perantauan Thai Hua dari tanah Tiongkok sampai Phuket memulai dari menjadi pekerja di pertambangan timah, membangun tradisi unik bersumber budaya Tiongkok, dan membangun pusat Kota Phuket

peralatan-thai-hua

Gambar  5 Koleksi berbagai peralatan yang digunakan orang – orang Thai Hua pada masa lalu

alat-tukar-thai-hua

Gambar  6 Alat tukar (uang) yang digunakan pekerja Thai Hua di pertambangan timah Phuket masa lalu

dokumentasi-masa-lalu

Gambar  7 Dokumentasi masa lalu yang menceritakan kegiatan penambangan timah di Phuket

contoh-hasil-tambang

Gambar  8 Contoh hasil tambang

maket-rumah-orang-thai-hua

Gambar  9 Maket rumah orang Thai Hua..

dapur-thai-hua

Gambar  10 Suasana dan peralatan di dapur

11-.SatuSudutCircleClock

Gambar  11 Circle Clock, Penanda Utama Kota Phuket seperti halnya Monas untuk Jakarta

 

Hari berikutnya masih dengan menggunakan motor, kami menjelajah ke bagian tengah daratan Phuket. Kami mengunjungi Wat Chalong (Chalong Temple) di daerah Chalong dan Big Buddha. Semua tempat menarik di Phuket selalu ramai oleh turis – turis asing, demikian juga Wat Chalong. Wat Chalong merupakan komplek peribadatan bagi ummat Budha. Komplek ini juga cukup luas dengan tiga atau empat blok bangunan. Bangunan utama terdiri dari tiga tingkat berada di tengah – tengah komplek. Di bangunan ini bisa dilihat patung Budha berbagai ukuran dengan berbagai sikap berdiri, duduk, bahkan terbaring. Sementara setiap dinding dihiasi dengan lukisan – lukisan indah yang kelihatannya menceritakan perjalanan dan tauladan dari sang Budha. Juga beberapa gambar / foto biksu utama yang mungkin merupakan reinkarnasi dari Budha Gautama sehingga mendapatkan tempat yang istimewa dalam sejarah umat Budha.

12- BangunanUtamaChalongWat

Gambar  12Bangunan utama di Wat Chalong / Chalong Temple. Megah didominasi warna kuning emas

13-.ChalongWatSebagianIsi

Gambar  13 Sebagian isi bangunan utama Wat Chalong. Patung Budha, foto – foto, lukisan semuanya indah untuk dipandang

14.BangunanYgLain

Gambar  14 Bangunan lain di komplek Wat Chalong

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Big Budha. Disebut demikian karena unsur utama komplek ini adalah patung Budha yang sangat besar dalam posisi duduk. Posisinya yang di puncak bukit dan ukurannya yang sangat besar membuatnya bisa terlihat dari tempat – tempat yang sangat jauh. Bahkan dari Port Chalong tempat keberangkatan kami ke Phi Phi Island hari sebelumnya pun, Big Budha terlihat. Juga bisa dipandang dari lantai dua dan tiga bangunan utama Wat Chalong. Komplek Big Budha ini sejatinya belum selesai dan masih dalam tahap pembangunan. Bahkan di bagian utama bangunan penyangga Big Budha masih terlihat besi – besi rangka beton yang dalam proses pengerjaan. Bangunan tempat memamerkan segala pajangan, foto, dokumentasi atau media – media lain hanya berupa bangunan sementara beratapkan asbes. Tetapi inilah hebatnya otoritas wisata Thailand atau Phuket khususnya, komplek wisata belum jadi pun bisa dikemas menjadi tujuan wisata yang dikunjungi sangat banyak turis dari berbagai negara termasuk wisatawan dari Indonesia.

15-BigBudhaDariWatChalong

Gambar  15 Big Budha dilihat dari Wat Chalong

 

Kami perhatikan semua ya semua apapun yang terkait dengan pembangunan Big Budha ini dikemas dalam berbagai media untuk disajikan menjadi sesuatu yang menarik untuk dilihat dan sekedar diingat pengunjung. Pengunjung bisa melihat gagasan dan ide awal pembangunan Big Budha, bagaimana dana dikumpulkan, mata uang apa dan dari negara mana saja yang berperan dalam pembangunan Big Budha ini, bahan bangunan apa saja dan dari mana yang digunakan, bagaimana proses pembuatan bagian per bagian dikerjakan, dan seterusnya. Pengunjung dan siapapun boleh menyumbang dengan satuan bath tertentu untuk dijadikan dalam bentuk apa (semen, ubin, dst). Dan untuk setiap sumbangan ini penyumbang bisa mengabadikan namanya yang kelak akan jadi bagian yang akan ditunjukkan.

16-.BigBudha

Gambar  16 Big Budha, masih dalam proses pembangunan. Toh sudah sangat ramai dengan kunjungan turis manca nergara

 

Penduduk Thailand sangat menghormati Raja dan sangat bangga dengan bangsa dan negaranya. Mungkin aneh bagi kita, ketika acara televisi dimulai dan dinyanyikan lagu kebangsaan semua yang melihat dan mendengar dengan sukarela menghentikan aktivitasnya dan dengan sikap sempurna ikut menyajikan lagu kebangsaan. Tetapi itulah yang terjadi di Thailand. Maka tidak heran jika di semua tempat keramaian apalagi tempat – tempat wisata religi seperti Big Budha ini gambar dan photo Raja Bumiphol selalu mendapat tempat istimewa. Di komplek Big Budha dokumentasi foto – foto aktivitas Raja baik sebagai kepala negara, kepala rumah tangga, atau sebagai biksu disajikan sebagai sesuatu yang sangat menarik.  Saat kami berkunjung, seorang perajin pahat kayu sedang menggarap replika mata uang kertas 1000 bath yang dikerjakan pada media kayu ukuran kira – kira 2 x 1 meter dengan ketebalan kurang lebih 10 – 20 cm. Replika ini sebagai persembahan rakyat untuk Raja yang dicintainya. Begitu keterangan tertulis yang bisa dibaca.

17-RuangPamerSementara

Gambar  17 Ruang pamer sementara di komplek Big Budha. Bangunan sementara beratap asbes..

18-.MataUangMenunjukkanAsalDonatur

Gambar  18 Koleksi mata uang yang berperan dalam membangun Big Buddha, termasuk Rp.

19-PersembahanUntukRajaTercinta

Gambar  19 Replika 1000 Bath Thailand, persembahan untuk raja yang dicintai

Belanja untuk mendapatkan oleh – oleh rasanya tidak mungkin terlewatkan untuk perjalanan ke negari orang seperti ini. Maka itu pula yang menjadi agenda utama kami. Tentu saja kami ingin mendapatkan harga yang murah. Referensi yang kami dapatkan dari internet sebelumnya untuk berburu suvenir mayoritas adalah Central Festival dan tempat – tempat wisata itu. Tetapi di tempat – tempat ini harga lebih mahal. Kami tidak belanja ke tempat – tempat tersebut melainkan mencoba mendapatkannya di tempat asal sovenir atau setidaknya pasar grosir.  Untuk mendapatkan tempat belanja ini, kami menanyai hampir setiap orang Phuket berinteraksi dengan kami. Hingga akhirnya kami mendapatkan keterangan di rumah makan muslim di kota tua Phuket. Tempat belanja ini namanya Expo Market, tidak jauh dari Kota Tua dan berdekatan dengan Circle Clock. Benar saja, barang –barang di sini sangat bervariasi sebagai sovenir. Mulai dari yang standard seperti kaos, gantungan kunci, patung gajah berbagai ukuran dan bahan, lukisan, patung budha dan lain – lain. Sampai dengan yang khas Thailand seperti cermin rias untuk wanita. Harga di sini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di Kota Tua atau di tempat – tempat wisata, bisa setengah atau setidaknya dua pertiga.

7-SudutdiPhiPhiIsland

Gambar  20 Expo Market, salah satu tempat alternatif untuk belanja sovenir yang murah

Sebagai penutup dari cerita perjalanan ke Phuket ini, beberapa catatan mungkin berguna bagi kita terutama anda yang hendak ke Phuket untuk pertama kalinya. Saya kira yang membuat wisata Thailand begitu terkenal adalah kemasan dan layanannya yang sangat baik. Promosi di Internet yang merupakan gerbang informasi untuk seluruh jagad kelihatannya benar – benar dimanfaatkan oleh mereka. Baik secara formal oleh institusi yang bertanggung jawab maupun pihak lain yang berkepentingan seperti agen tour dan travel. Promosi secara informal di forum – forum, blog, dan lain – lain juga begitu mudah di dapatkan. Setidaknya kita akan bisa mendapatkan informasi – informasi berikut tentang Phuket : Apa yang ada, tempat – tempat yang wajib dikunjungi dikategorikan berdarkan: wisata entertain, wisata malam, wisata belanja, wisata sejarah, dan seterusnya.  Ada juga informasi mengenai bagaimana mengunjuginya, apa yang sebaiknya di bawa, apa yang boleh dan apa yang tidak dan lain – lain. Tak ketinggalan tarif yang memberikan kepastian dan kemudahan pengaturan anggaran.

 

Bungkusan yang ke dua adalah bagaimana mereka memaketkan suatu lokasi wisata sehingga terlihat menarik. Satu tempat wisata sebenarnya, tetapi bisa terkesan 3 – 4 karena diambil dari sudut yang berbeda dengan narasi yang berbeda. Padahal tempatnya itu – itu juga. Sengaja diambil foto –foto berjibunnya pengunjung yang secara mencolok membedakan bahwa mereka dari manca negara, maka banyak foto bule bersenang-senang di bungkusan – bungkusan itu. Kemasan berikutnya adalah bagaimana mereka menjualnya. Di setiap sudut Phuket dengan mudah ditemukan kaki lima penjaja paket wisata. Ini memudahkan bagi siapapun sekalipun ini kedatangan pertama mereka di Phuket.

 

Layanan, jangan ditanya bagaimana seolah – olah semua pihak di sana sebagai pintu depan penerima turis mempunyai prosedur yang baku. Bisa berbicara Bahasa Inggris, ramah, dan banyak bicara. Mulai dari sopir, penjaja paket turis kaki lima, penjaga hotel /motel, sampai pemandu wisata tentu saja, semuanya bisa berbahasa Inggris meski standard minimal. Semuanya banyak bicara dan senang ngobrol.  Jika kita sudah ikut paket wisata, termasuk makan misalnya, semuanya dipenuhi tanpa ingkar janji. Tidak ada lagi sama sekali pungutan di tempat –  tempat wisata itu.

 

Bagi kita yang muslim, di Phuket tidak perlu khawatir dengan makanan. Mayoritas penduduk Phuket, terutama di daerah Selatan, adalah muslim. Maka tidak heran jika banyak bertebaran restoran dan rumah makan muslim. Bahkan penduduk Phuket – yang muslim  tentu saja – akan selalu mengucapkan salam terlebih dahulu jika melihat rombongan kita ada yang berjilbab. Di Kota Phuket dan sekitarnya, masjid cukup mudah untuk ditemukan karena memang kebanyakn orang Phuket dari suku Phattani yang secara kultural memeluk Islam.

20-SalahSatuMasjidDiKotaPhuket

Gambar  21 Masjid Agung di Kota Phuket

Jika berbelanja, apalagi di pasar dan pedagang mengetahui kita turis asing, jangan segan – segan untuk menawar. Barang yang dijual biasanya ditawarkan dengan harga gila. Rata  – rata kami membeli barang dengan harga sepertiga sampai maksimal setengah dari harga yang ditawarkan. Bahkan untuk satu item barang dari penawaran 290 bath bisa dilepas dengan harga 40 bath !. Terakhir, cuaca di Phuket kebanyakan panas terik. Paling tidak itulah yang kami alami dan penjelasan dari beberapa orang yang kami temui. Setidaknya Januari di saat tanah air diguyur hujan hampir tiada henti, Phuket panas menyengat. Maka ada baiknya anda selalu menggunakan penutup kepala, kaca mata hitam, atau jangan lupakan sun block jika di daerah pantai / laut.

 

(www.mercubuana.ac.id) , http://moedjionosadikin.wordpress.com

Perjalanan ke Puket Dari Pantai Sampai Bukit, Berkano dan menemui Big Budha April 1, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment
  1. Seri Pantai Laut : Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island – Maya Bay – Phi Phi Island  – Khai Island

102_3075Perjalanan Pertama Mengikuti paket wisata Pulau, Pantai, Laut Kompromi antara tanggal konferensi yang saya ikuti di Phuket Thailand dan jadwal penerbangan yang tersedia mengharuskan saya tinggal lebih lama di Phuket. Waktu yang senggang kami (saya berdua istri) isi dengan mengikuti paket wisata pantai, laut, pulau – pulau di hari pertama dan kedua. Sedangkan hari ke tiga empat, menjelajah daratan Phuket dengan sepeda motor sewaan, tanpa ikut paket wisata.   Bagi anda yang baru pertama kali datang ke Phuket, tidak perlu khawatir dengan tujuan wisata dan cara menikmatinya. Begitu kita keluar Bandara dan juga di hampir sepanjang jalan Phuket, paket – paket wisata dijajakan di kios – kios dengan harga yang bervariasi dan penjaga kios biasanya fasih menjelaskannya dalam Bahasa Inggris. Atau jika masih punya waktu lebih, kita bisa mencari jasa paket wisata di Internet. Sangat banyak pilihan paket ditawarkan di Internet dengan berbagai variasi harga tergantung isi paket misalnya apakah termasuk penginapan atau tidak, termasuk tiket pesawat atau tidak.  Paket standard biasanya terdiri dari jemputan di hotel menuju tempat – tempat wisata sudah termasuk tiket masuk, makan siang, tips pemandu, tips pengemudi dan pengantaran kembali ke hotel. Karena Phuket merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal, banyak penerbangan dari Jakarta langsung ke Bandara Internasional Phuket. Air Asia misalnya, melakukan penerbangan 3 kali seminggu Jakarta – Phuket, Phuket – Jakarta. Sesampai di Bandara Internasional kita bisa menggunakan taksi untuk sampai penginapan. Ongkos taksi antara 400 Bath sampai dengan 800 Bath tergantung jarak. Bandara international Phuket terletak di utara Phuket, di Distrik Thalang. Jika tujuan kita masih di area ini ongkos taksi bisa 400 Bath, tetapi jika tujuan di area selatan seperti Kathu atau Mueang Phuket, ongkos bisa 800 atau maksimal 1000 Bath. Untuk transport di di daratan dan kota beberapa alternatif tersedia antara lain tuk – tuk khas Thailand, bus untuk jarak menengah, taksi, bahkan ojek motor, sewa mobil atau motor.  Tempat penyewaan mobil atau motor banyak tersedia di pinggir – pinggir jalan sekaligus informasi tarifnya. Untuk  mobil sekitar 900 – 2000 Bath tergantung jenisnya, sementara motor 300 bath per hari. Tuk – tuk dan bus beroperasi pada waktu terbatas, biasanya hanya sampai jam 18.00. Untuk pendatang asing yang baru datang ke Phuket rasanya bus dan tuk – tuk tidak disarankan karena alasan Bahasa dan ketidaktahuan rute. 102_3274 Gambar  1 Bermacam – macam Brosur Paket Wisata bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari Bandara sampai dengan kios – kios kaki lima   Kami memilih mendapatkan paket wisata  dari seseorang yang kontaknya kami dapatkan di Internet, namanya Mrs Ladda. Mrs. Ladda ini sudah biasa menjadi agen wisata personal bagi turis asing dan namanya cukup terkenal di dunia maya untuk urusan membantu mengatur perjalanan wisata turis, terutama turis asal Indonesia. Korespondensi mengenai paket dan harga dilakukan melalui email. Jasa yang kami dapatkan termasuk penjemputan dari bandara dan paket perjalanan dua hari tidak termasuk hotel. Hotel kami pesan terpisah melalui situs penyedia jasa pemesanan hotel.   Saya menemukan Mrs Ladda dengan segala attributnya sekitar 3 bulan yang lalu. Dan sekitar 3 bulan yang lalu juga saya mengontaknya melalui email. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, dan sebulan dua bulan, tidak ada jawaban!. Saya mulai frustasi dengannya. Aih, tiba-tiba 2 minggu sebelum keberangkatan datang surel darinya yang langung to the point mengatur perjalanan kami di sekitar Phuket hari pertama dan kedua. Termasuk dengan tarifnya. Tentu saja saya tidak langsung menerima begitu saja, saya mencoba membanding – bandingkan dengan skenario yang kurang lebih sejenis dari “pihak lain”. Masih lebih baik.   Singkat cerita tanggal 10 Januari malam waktu setempat yang lalu kami tiba di Bandara Phuket. Mrs Ladda dan staffnya sudah menunggu saya dan drivernya mengantar saya ke penginapan yang terletak di daerah Panwa. Ini jauh jika diukur dari Bandara, karena menyeberang phuket. Bandara di seberang utara phuket, sementara panwa di ujung selatan. Bagi kita yang muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Sebelum kita menanyakan Mrs Ladda sudah menjelaskan bahwa semua makanan halal. Dan dia ternyata juga seorang muslim, nama aslinya Hasanah. Tapi nama panggung yang sudah kadung terkenal di belantara turis adalah Ladda.   Kesan pertama menginjakkan Thailand masih saja sama dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke lain tempat. Berbeda dengan di Indonesia setelah reformasi terutama. Jika di Indonesia – apalagi sekarang – sangat jauh lebih banyak sekali (sengaja digunakan hiperbol begini) gambar – gambar foto orang dengan sederet gelar bertebaran di jalanan atau di tempat umum, baik tersangkut di pohon, ditancapkan di tiang listrik, di baleho, spanduk, dan kadang bercampur dengan penawaran iklan produk; di Thailand foto raja ada di mana – mana. Biasanya dibingkai (setidaknya diberi gambar bingkai) dengan ornamen bagus – bagus dengan warna kuning – warna kuning adalah warna kebesaran Kerajaan Thailand-, dan menempati tempat – tempat terhormat dan mudah di lihat. Dengan demikian tidak ada yang tersangkut di pohon atau bergantungan di tiang listrik. Setidaknya poto Raja ada di baleho-2 persimpangan jalan, dan hampir di setiap pintu gerbang instansi pemerintah atau tentara.

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Gambar  2 Di depan foto Raja di Salah Satu Markas Komando AL Thailand, Cape Panwa   Awalnya saya berpikir akan sulit mencari makanan benar menurut Islam, di Phuket. Ini juga berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu di Bangkok. Tetapi di Phuket kondisinya ternyata berbeda. Orang lokal pertama, ke dua, ketiga ke empat, ke lima yang saya ajak mengobrol ternyata muslim, dengan nama muslim.  Mulai dari Hasanah, Abdullah driver, Isnan penjaga hotel, Ahmad driver, Haji Osman pemandu wisata. Mungkin hanya Sujida Nam pemilik gerai tour & travel saja yang non muslim J. Jadi makanan halal di Phuket bukan merupakan hal yang sulit. Bahkan jika melihat kita muslim, untuk yang putri berjilbab, mereka akan menyapa lebih dulu “Asalamu’alaikum” dan penjaja makanan atau pelayan restoran akan menjelaskan “halal – halal”. Memang – setidaknya kata orang – orang lokal yang saya temui itu – di Phuket ini muslim merupakan mayoritas kalau tidak separo – separo terutama di area selatan. Atau setidaknya daerah Panwa ini mayoritas muslim.   Hari pertama kami mengikuti paket perjalanan Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island yang merupakan kemasan jalan-jalan antar pulau – pulau kecil di sekitar Phuket di Laut Andaman. Transportasi utama yang digunakan adalah kapal motor ukuran sedang berpenumpang 25 – 65 orang. Kapal motor ini terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama di bawah, merupakan lokasi tempat mayoritas kru bekerja. Kru terdiri dari awak kapal (nakoda), pemandu wisata, koki, pelayanan makanan, dan tukang kayuh kano. Maka di tingkat bawah disimpan semua perlengkapan dan keperluan mereka seperti dapur beserta perabotan dan bahan masakan, kano, jaket pelampung, dll. Bagian atas kapal diperuntukkan bagi penumpang perjalanan, ada bangku  – bangku sederhana dari kayu di semua sisi. Di tengah ada meja makan.

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Gambar  3 Kapal Motor dua tingkat bersandar di Port Pier siap mengantar turis berkeliling kepulauan sekitar Phuket Perjalanan dimulai dari Port Pier, menuju pulau Panak sebagai singgahan pertama. Pulau – pulau di sekitar Phuket ini (sama seperti Halong bay di Vietnam) merupakan pulau – pulau kecil yang kelihatannya seperti batuan. Yang membuatnya sangat menarik adalah konstruksinya yang menjulang ke atas dan sisi – sisinya tegak lurus dengan permukaan laut.  Dari kejauhan, jajaran pulau – pulau ini terlihat sangat indah dengan dinding – dindingnya yang kokok menjulang muncul dari permukaan laut. Di tengah pulau – pulau kecil ini biasanya terdapat laguna yang airnya tenang dengan kedalaman tidak seberapa. Nah tujuan utama paket perjalanan ini sebenarnya  melihat – lihat pemandangan di sekitar laguna sambil berkano ria.  Jika kita beruntung di sisi – sisi gua dalam pulau – pulau ini beberapa binatang menampakkan diri seperti  iguana, monyet, burung – burung bahkan ikan – ikan kecil yang senang berjalan di lumpur laguna.

102_2908

Gambar  4 Mendekati salah satu pulau batu dari kapal motor 102_2932 Gambar  5 Pulau Gunung Batu dari jarak dekat

 6-.LautLepasDariPintuLaguna

Gambar  6 Kapal dan Perahu Wisata Berbagai Ukuran berseliweran di sekitar pulau

102_2997

Gambar  7 Makan siang di atas kapal yang berlayar di lautan di antara pulau – pulau batu

 102_2988

Gambar  8 Menyusuri laguna di rongga pulau Singgahan berikutnya adalah Hongs Island.  Apa yang dilakukan sama dengan Panak Island, tetapi laguna dan pemandangan di sini lebih eksotik. Karena kita dibawa kano memasuki gua  – gua di bawah Pulau Hong. Karena laguna – lagunanya berada di ronga – rongga pulau – pulau batu itu, maka keadaan di sini terasa gelap meski di luar siang terik menyengat.  Diperlukan bantuan lampu penerang untuk menyusuri gowa – gowa bawah pulau di atas laut Andaman ini.  Suasana ini lah saya rasa salah satu kelebihannya. Selain juga lebih banyak satwa bisa ditemukan di sini. 1-. Berkano Mengitari Pulau Gambar  9 Berkano di laguna Kepualuan Hong

102_2973

  Gambar  10 Saya Cukup beruntung bertemu dan mendekati Iguana di antara bebatuan di atas laguna   102_2944 Gambar  11 “CanoDriver” menunggu kapal motor pengangkut turis tiba di  Hongs Island. Kapal Motor, Segrup Cano, dan Segrup long Boat di JamesIsland biasanya milik satu perusahaan terntentu. Mereka dapat dibedakan dari warna seragam dan canonya

 102_2983

Gambar  12 Keluar dari rongga pulau  di atas laut   Selesai bermain di situ, perjalanan dilanjutkan ke James Bond Island. Dari Panak Island biasanya tengah hari. Maka sudah waktunya makan siang. Makan siang dilakukan di atas kapal motor tadi. Menu makanan standard Thailand. Ada tom yam, ada ayam goreng tepung, cap cay, dll. Tidak tertinggal buah dan minuman ringan selalu tersedia. Pisang dan semangka adalah buah standard di Phuket. Bagi pengunjung muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Kebanyakn kru di sini, bahkan kokinya muslim. Dan mereka menjamin semua hidangan yang  disajikan merupakan makanan halal. Di James Bond Island,  kita diajak menikmati konstruksi batu cadas yang tidak biasa. Sekilas beberapa bagian batu cadas tengah laut itu membentuk formasi gajah di sisi – sisinya.  Konon tahun 1974 kepuluan ini pernah digunakan shooting film James Bond. Karena itulah, pulau ini disebut begitu.  Untuk mencapai daratan di pulau ini digunakan long Boat yang suara berisiknya minta ampun. Mesin motornya telanjang (kelihatannya sengaja begitu) lebih besar dari mesin truk diesel ukuran besar.  Suara – suara bising dan keras ini kelihatannya juga menjadi ciri dan daya tarik tersendiri hasil kemasan yang luar biasa oleh pengurus pariwisata di Thailand ini. 4-. GugusanJamesBondIsland Gambar  13 Salah satu formasi di James Bond Island. Berdasarkan keterangannya formasi kepulauan batu di James Bond Island ini terbentuk karena pada jaman purba air laut turun secara drastis dan tiba – tiba sehingga menyisakan bebatuan yang muncul di permukaan laut saat ini. 102_3042 Gambar  14 Long boat melaju menjemput turis di kapal motor 102_3046 Gambar  15 Turun dari kapal motor berganti mode transportasi menggunakan long boat menuju James Bond Island 102_3003 Gambar  16 Kerumunan turis lalu lalang naik turun long boat di James Bond Island   Persinggahan terakhir adalah Lawa Island. Di sini kita bisa rileks, nyebur di laut atau berjemur di pantai berpasir putih yang lembut.  Tak ada gading yang tak retak. Dengan segala kelebihan kualitas kemasan dan layanannya masih ada kekurangan yang  cukup mengganggu di sisi lokasi wisatanya. Toilet di Lawa Island sangat buruk dan kotor, air tidak mengalir, bau menyengat minta ampun. Sayang.   Paket wisata hari ke dua masih bertema laut dan pantai. Tujuan perjalanan adalah ke Maya Bay, Monkey Beach, Phi Phi Island, dan Khai Island. Pemberangkatan dari pelabuhan Chalong Bay menggunakan speed boat kapasitas 45 penumpang. Seperti halnya paket perjalanan sebelumnya, pemandu wisata menjelaskan rute tujuan dan rute perjalanan, apa yang akan dilakukan dan waktu masig – masing kegiatan, dalam Bahasa Inggris yang cukup mudah dimengerti. Di Maya Bay, pengunjung bisa menikmati keindahan pantai di tengah cekungan pulau dengan air laut yang jernih tenang berpasir putih lembut. Maya Bay selalu ramai dengan turis – terutama Eropa dan Asia Oriental – yang berjemur dan menikmati sengatan matahari yang selalu terik. Di sini mayoritas yang dilakukan adalah menikmati pemandangan pantai yang dikelilingi pulau – pulau batu berkonstruksi curam 90 derajat, menjulang dari permukaan air laut.  Setelah dirasa cukup waktu berkeliling pulau, kapal motor cepat meneruskan perjalanan sedikit ke tengah menuju kedalaman yang cukup. Kapal membuang jangkar ke tengah laut, dan wisatawan dipersilakan snorkling sekitar 30 menitan.  Aktivitas berikutnya di Monkey Bay adalah menyaksikan monyet  – monyet yang banyak berkeliaran, mengambil foto tentu saja. 5-.DeretanSpeedBoatDanKerumunanTurisdiMayaBay Gambar  17 Deretan Speed Boat dan Kerumunan Turis di Maya Bay   6-.LautLepasDariPintuLaguna Gambar  18 Laut Lepas dari Pintu Laguna   Persinggahan berikutnya adalah Phi Phi Island untuk makan siang dan sekedar jalan – jalan di daratan. Phi – phi Island merupakan pulau yang sangat terkenal di kalangan wisatawan dunia. Sinar matahari yang terik dan cuaca yang selalu cerah, dengan pantai berpasir putih yang lembut merupakan surga yang dicari oleh turis – turis Eropa.  Maka tidak heran kalau di sini sangat banyak turis Eropa.  Bahkan saya rasa jauh melebihi penghuni domestik. Sementara di sekeliling pulau ini didominasi oleh pasir putih yang lembut yang mereka cari, di pulau tersedia berbagai keperluan mereka mulai dari cafe & bar, salon kecantikan, toko – toko souvenir, atau tukang tato tubuh.  Berbeda dengan pulau  – pulau kecil lainnya yang hanya sekedar dijadikan persinggahan, di Phi Phi Island turis bisa menginap untuk jangka waktu tertentu. Banyak penginapan dan motel ditawarkan di sini. Secara periodik juga ada speed boat yang melayani rute Phi Phi Island – Chalong Port.  Persinggahan terakhir sebelum kembali ke Chalong Port adalah Khai Island. Tujuan utama di sini adalah berenang dan berjemur di pantai, tidak berbeda dengan di Phi Phi Island. Jadi sebenarnya di sini tidak terlalu menarik lagi. Kondisi daratan di Khai Island tidak terlalu baik kalau tidak dikatakan buruk. Kios – kios makanan terkesan seadanya hampir seperti kampung nelayan. Toilet kotor, sampah berserakan dan seringkali terlihat tikus – tikus berseliweran mencari sisa – sisa makanan para turis. 7-SudutdiPhiPhiIsland Gambar  19 Salah satu sudut di daratan Phi Phi Island 15-BigBudhaDariWatChalong Gambar  20 Big Buddha terlihat dari kejauhan, dari Chalong Bay Port

Jakarta – Jeddah, 10 Jam di udara. Bismillah Januari 28, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment

Perjalanan ke tanah suci ini dimulai dengan berkumpul di meeting point bandara Soetta terminal 2D. Di situ kami berkumpul dengan anggota rombongan yg lain dari satu biro perjalanan. Karena kelihatannya di situ tempat berkumpul para peziarah umrah tanah air, maka kami juga bertemu dengan peziarah dari biro2 yg lain dan juga daerah luar Jakarta. Sempat saya berbincang dengan peziarah dari Padang dan Lombok NTT. Keberangkatan pesawat yg rata – rata pada waktu dini hari, mengharuskan kami – para peziarah – brkumpul setidaknya seblum pergantian hari tengah malam. Jeda waktu yg panjang antara berkumpul dan keberangkatan pesawat, digunakan untuk mengecek kehadiran masing2 anggota, menunggu check in yg dilakukan kolektif oleh biro, membagi passport, pemeriksaan imigrasi, dan menunggu boarding.

Pukul 03.30 para penumpang mulai menaiki peswat. Rombongan kami menggunakan pesawat yg dioperasikan oleh flyNAS, maskapai penerbangan dari Malaysia. Jenis pesawat kelihatnnya jumbo jet berbadan lebar. Kabin ruang penumpang terdiri dari dua tingkat. Dan kebetulan kami menempati tingkat dua. Hujan rintik di bandara Soetta mengiringi pesawat lepas landas pukul 04.00 WIB. Kurang tidur semalaman membuat mayoritas kami mulai terlelap satu per satu setelahnya. Tetapi tak lama setelah itu, terdengar pemberitahuan waktu sholat shubuh telah masuk. Sekira pukul 05.30 an di udara. Tidak tahu di mana posisi saat itu. Jika diukur dengan kecepatan 800km/jam, kami sudah 1400 km an meninggalkan Jakarta. Pukul 06 lebih waktu jam saya, hidangan sarapan pagi disajikan. Ada nasi goreng, ayam goreng, puding, dan sebungkus krupuk udang berlabelkan halal. Selesai menyantap sarapan pagi, kembali kami tertidur. Kali ini benar2 terlelap. Ada sedikit guncangan karena cuaca pagi tadi. Tetapi perjalanan secara umum relatif lancar. Ketika terbangun sekitar pkul 11 an waktu jam saya, dari jendela pesawat terlihat cuaca cerah dengan sedikit mendung putih di sekeliling. Saya tengok suasana luar dari jendela pesawat. Subhanallah, terhampar lukisan padang pasir, berbukit2, indah dipandang dari udara. Dari ketinggian 3000an kaki menurut informasi dari pilot. Sempat beberapa kali saya potret lukisan itu menggunakan kamera saku.

Makan siang kali ini menunya adalah nasi hangat, sayur tumis buncis, ayam goreng sambal kecap. Saya amati selalu sajian makanan seminimal mungkin meninggalkan sampah. Maka ayam selalu disajikan tanpa tulang. Saya teringat bagaimana katering maskapai penerbangan internasional disiapkan, dikontrol, diujicoba dengan sangat ketat di channel History tv beberapa minggu yg lalu. Sngat banyak syarat harus diperhatikan agar menu makanan layak terbang mengudara untuk para penumpang. Menu makanan itu harus memenuhi syarat2 antara lain: bobot, adaptasi terhadap tekanan udara di ketinggian, aman dikonsumsi pada ketinggian, tidak terlalu mentah tetapi juga tidak boleh terlalu matang karena harus siap dipanaskan di udara, higienis, dan untuk muslim tentu saja halal. Maka, tidak semua bahan makanan yg bsa diolah di darat, layak disajikan di udara. Bukan hanya makanan, peralatan makanan pun harus mengikuti syarat2 khusus.

Sekira pukul 09.55 pesawat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah. Sekarang kami menunggu proses imigrasi, yg kata pemandu umrah ini, bisa ber jam jam. Maklum bsa puluhan ribu peziarah datang di Bandara ini. Sabar..mudah2an

Mengisi Waktu Hari Pertama : Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island Januari 15, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments
Berkano di Pangna Island

Berkano di Pangna Island

Kompromi antara tanggal konferensi yang saya ikuti di Phuket Thailand dan jadwal penerbangan yang tersedia mengharuskan saya tinggal lebih lama di Phuket. Maka dengan asistansi Mrs Ladda saya mengikuti program jalan – jalan sekitar Phuket. Paket perjalanan Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island ini merupakan kemasan jalan jalan antar pulau – pulau kecil di sekitar Phuket Laud Andaman. Transportasi utama yang digunakan adalah kapal motor ukuran sedang berpenumpang 25 – 65 orang tergantung ukuran. Kapal boat ini dua tingkat, tingkat pertama di bawah, merupakan lokasi tempat mayoritas kru bekerja. Kru terdiri dari awak kapal (nakoda), pemandu wisata, koki, pelayanan makanan, dan tukang kayuh kano. Maka di tingkat bawah disimpan semua perlengkapan dan keperluan mereka seperti dapur beserta perabotan dan bahan masakan, kano, jaket pelampung dst dls dll. Bagian atas kapal diperuntukkan bagi penumpang perjalanan, ada bangku  – bangku sederhana dari kayu di semua sisi. Di tengah ada meja makan.

 

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Bersandar di Po Pier, menunggu wisatawan

Perjalanan dimulai dari Port Pier, menuju pulau Panak sebagai singgahan pertama. Pulau – pulau di sekitar Phuket ini (sama seperti Halong bay di Vietnam?) merupakan pulau – pulau kecil yang kelihatannya seperti batuan. Yang membuatnya sangat menarik adalah konstrusksinya yang menjulang ke atas dan sisi – sisinya tegak lurus dengan permukaan laut.  Di tengah pulau – pulau kecil ini biasanya ada laguna yang airnya tenang dengan kedalaman tidak seberapa. Nah tujuan utama paket perjalanan ini sebenarnya  melihat – lihat pemandangan di sekitar laguna sambil berkano ria.  Jika kita beruntung di sisi – sisi gua dalam pulau – pulau ini beberapa binatang menampakkan diri seperti  iguana, monyet, burung – burung bahkan ikan – ikan kecil yang senang berjalan di lumpur laguna.

 

102_2892 102_2908 102_2960Singgahan berikutnya adalah Hongs Island.  Apa yang dilakukan sama dengan Panak Island, tetapi laguna dan pemandangan di sini lebih eksotik. Karena kita dibawa kano memasuki gua  – gua di bawah Pulau Hong. Juga lebih banyak satwa bisa ditemukan di sini.

 

Selesai bermain di situ, perjalanan dilanjutkan k eJames Bond Island. Dari Panak Island biasanya tengah hari. Maka sudah waktunya makan siang. Makan siang dilakukan di atas kapal boat tadi. Menu makanan standard Thailand. Ada tom yam, ada ayam goreng tepung, cap cay, dll. Tidak tertinggal buah dan minuman ringan selalu tersedia. Pisang dan semangka adalah buah standard di Phuket ini.  Di James Bond Island,  kita diajak menikmati konstruksi batu cadas yang tidak biasanya. Sekilas beberapa bagian batu cadas tengah laut itu membentuk formasi gajah di sisi – sisinya.  Konon tahun 1995 kepuluan ini pernah digunakan shooting film James Bond. Karena itulah, pulau ini disebut begitu.  Untuk mencapai daratan di pulau ini digunakan long Boat yang suara berisiknya minta ampun. Mesin motornya telanjang (kelihatannya sengaja begitu) lebih besar dari mesin truk diesel ukuran besar.  Suara – suara bising dan keras ini kelihatannya juga menjadi ciri dan daya tarik tersendiri hasil kemasan yang luar biasa oleh pengurus pariwisata di Thailand ini.

Little beautiful Nada with her father

Little beautiful Nada with her father

 

102_2983 102_2988 102_2997 102_3001 102_3010 102_3012 102_3014 102_3027 102_3042 102_3067 102_3075 102_3084

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persinggahan terakhir adalah Lawa Island. Di sini kita bisa relaks, nyebur di laut atau berjemur di pantai berpasir putih yang lembut.  Tak ada gading yang tak retak. Dengan segala kelebihan kualitas kemasan dan layanannya masih ada kekurangan yang  cukup mengganggu di sisi lokasi wisatanya. Toilet di Lawa Island sangat buruk dan kotor, air tidak mengalir, bau menyengat minta ampun. Sayang.. (www.mercubuana.ac.id) 

 

 

 

Kemasan dan Layanan, saya rasa kunci sukses Industri Wisata Thailand… Januari 14, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari.
add a comment
Brosur-1

Brosur-1

Dua hari yang lalu saya berkesempatan mengelilingi pulau – pulau di sekitar Phuket. Sekali lagi saya merasakan kualitas kemasan dan layanan industri pariwisata thailand yang membuatnya unggul. Promosi di Internet yang merupakan gerbang informasi untuk seluruh jagad kelihatannya benar – benar dimanfaatkan oleh mereka. Baik secara formal oleh institusi yang bertanggung jawab maupun pihak lain yang berkepentingan seperti agen tour dan travel. Promosi secara informal di forum – forum, blog, dan lain – lain juga begitu mudah di dapatkan. Setidaknya kita akan bisa mendapatkan informasi – informasi berikut tentang Phuket : Apa yang ada, tempat – tempat yang wajib dikunjungi dikategorikan berdarkan: wisata entertain, wisata malam, wisata belanja, wisata sejarah, dan seterusnya.  Ada juga informasi mengenai bagaimana mengunjuginya, apa yang sebaiknya di bawa, apa yang boleh dan apa yang tidak dan lain – lain. Tak ketinggalan tarif yang memberikan kepastian dan kemudahan pengaturan anggaran.

102_3274Bungkusan yang ke dua adalah bagaimana mereka memaketkan suatu lokasi wisata sehingga terlihat menarik. Satu tempat wisata sebenarnya, tetapi bisa terkesan 3 – 4 karena diiambil dari sudut yang berbeda dengan narasi yang berbeda. Padahal tempatnya itu – itu juga. Sengaja diambil foto –foto berjibunnya pengunjung yang secara mencolok membedakan bahwa mereka dari manca negara, maka banyak foto bule bersenang-senang di bungkusan – bungkusan itu. Kemasan berikutnya adalah bagaimana mereka menjualnya. Di setiap sudut Phuket dengan mudah ditemukan kaki lima penjaja paket wisata. Ini memudahkan bagi siapapun sekalipun ini kedatangan pertama mereka di Phuket.

Layanan, jangan ditanya bagaimana seolah – olah semua pihak di sana sebagai pintu depan penerima turis mempunyai prosedur yang baku. Bisa berbicara Bahasa Inggris, ramah, dan banyak bicara. Mulai dari sopir, penjaja paket turis kaki lima, penjaga hotel /motel, sampai pemandu wisata tentu saja, semuanya bisa berbahasa inggris meski standard minimal. Semuanya banyak bicara dan senang ngobrol.  Jika kita sudah ikut paket wisata, termasuk makan misalnya, semuanya dipenuhi tanpa ingkar janji. Tidak ada lagi sama sekali pungutan di tempat –  tempat wisata itu.

102_3275Okay, mari kita mulai dengan rute Ao Port Pier – Panak Island – Hong Island – James Bonds Island – Lawa Island. …cerita berlanjut nanti..

http://www.mercubuana.ac.id

2014 2nd International Conference on Innovation and Information Management(ICIIM 2014), Phuket, Thailand Januari 14, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment

ICIIM (iciim.org) merupakan salah satu konferensi tahunan yang diorganisasikan oleh IACSIT (www.iacsit.org). ICIIM 2014  diadakan di Phuket Thailand. Tujuan dari iCIIM 2014  adalah untuk menyediakan landasan fasilitas bagi peneliti, perekayasa, akademisi maupun profesional dari kalangan industri dari seluruh penjuru dunia untuk mempresentasikan hasil penelitian dan aktivitas pengembangan di area inovasi dan pengelolaan informasi. Mengutip dari situs resmi konferensi, konferensi ini juga menyediakan kesempatan bagi semua peserta untuk saling bertukar ide – ide baru maupun pengalaman penerapan aplikasi riset secara face to face sebagai landasan relasi bisnis maupun penelitian untuk mendapatkan jaringan global demi terwujudnya kolaborasi dan kerja sama yang baik.

Mengutip laporan panitia ICIIM 2014, kompetisi makalah di konferensi ini cukup ketat. Dari 200 makalah yang masuk hanya sekitar 50 yang dinilai layak dan memenuhi syarat untuk dipresentasikan serta dipublikasikan di jurnal internasional. Untuk ICIIM, makalah yang masuk dipublikasikan di  Journal of Advanced Management Science  (ISSN: 2168-0787 http://www.joams.com ), yang akan diindeks olah Ulrich’s Periodicals Directory, Google ScholarEBSCOEngineering & Technology Digital Library and Electronic Journals Digital Library.

luch-with-keynote-speakersIsu utama yang diangkat pada ICIIM 2014 ini adalah algoritma kompetisi dan pengelolaan pengetahuan. Ide algoritma kompetisi disampaikan oleh Prof., Ph.D. Dong Hwa Kim dari Dept. of Electronic and Control Engineering, Hanbat National, Korea.  Algoritma ini diadaptasi dari perilaku alamiah makhluk hidup. Optimasi algoritma kompetisi dilakukan pada algoritma genetika klasik.  Dengan optimasi proses algoritmas genetis ini, Prof Dong mengklaim proses komputasi bisa jauh lebih cepat. Generasi baru algoritma genetika ini diterapkan salah satunya untuk menggenerate robot yang lebih “manusiawi”. Lebih manusiawi di sini adalah  misalnya image robot tiga dimensi yang bisa mewakili emosi manusia. Emosi manusia secara dominan diwakili oleh raut muka, suara, dan gestur tubuh. Meski tentu saja ada unsur – unsur yang lain. Aplikasi nyatanya adalah bagaimana karakter kartun 3 dimensi yang mewakili manusia yang sedang senang misalnya, ketiga unsur tadi merepresentasikan perasaan senang manusia.

Pengelolaan pengetahuan (Knowlodge Management/KM) sebenarnya bukan hal yang baru dalam area sistem informasi. Namun kekinian KM ini tidak akan pernah usang, sepanjanga ilmu pengetahuan berkembang maka permasalahan KM ini juga akan terus bertambah dan membutuhkan ide – ide serta inovasi baru untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul. Pada presentasinya, Prof Ritesh Chugh dari School of Engineering and Technology, Central Queensland University Australia, mengemukakan thesis “Bagaimana mentransformasi knowledge (tacit, intangible) menjadi informasi (tangible) yang berguna tidak hanya bagi pemilik knowledge tetapi juga pihak lain”. Knowledge adalah pengetahuan yang ada di otak kita masing – masing. Dan hanya kita masing – masing yang tahu. Sementara informasi merupkan pengetahuan yang diketahui bersama atau lebih dari satu orang, bersifat tangible. Mentransformasi knowledge personal menjadi informasi umum merupakan kebutuhan sekaligus tantangan yang utama bagi suatu organisasi.  Dalam kasus ini Prof Ritesh melakukan studi pada beberapa universitas di Australia. Kebutuhan tranformasi knowledge menjadi informasi ini sangat penting karena knowledge melekat pada personal. Dan jika tanpa transformasi ini, maka keberlangsungan organisasi bisa dikatakan sangat tergantung pada personal.  Namun ternyata di kalangan akademisi sekalipun, transformasi ini bukan merupakan hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus diatasi antara lain: kesediaan masing – masing personal untuk berbagi knowledge untuk orang lain, ketersediaan waktu (anggapan perlukah dilungkan waktu untuk menuliskan knowledge kita misalnya), kebijiakan organisasi mendukung atau kurang mendukung, budaya tulis yang kurang, sikap pimpinan, dan lain – lain. Profesor Ritesh juga mengajukan beberapa usulan solusi untuk masalah ini.

Sedangkan dari makalah lainnya, topik pembahasan cukup bervariasi mencakup berbagai bidang disiplin ilmu terkait teknologi informasi dan electrical engineering. Bidang teknologi informasi bervariasi mulai dari tata kelola sistem informasi, kecerdasan buatan, bahkan juga pembangunan protitipe aplikasi. Pemakalah datang dari segala penjuru dunia. Dari Asia Pasifik ada Thailand, Malaysia, Indonesia, Korea, Jepang, Australia, India, Canada, China dan Pakistan. Beberapa peserta dari Eropa juga terlihat, dari Timur Tengah antara lain Iran.

http://www.mercubuana.ac.id

Kesan – kesan yang tersisa dari konferensi ICIIM 2014, Phuket Thailand 12 – 13 Januari 2014. Seharusnya kita bisa lebih baik Januari 13, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang di seputar Mercu Buana, Yang Kami Kerjakan, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment
ICIIM 2014

ICIIM 2014

Seharian ini 13 Januari 2014 saya mengikuti konferensi dan mempresentasikan makalah di ICCIM (www.iciim.org) yang diadakan oleh IACSIT (http://www.iacsit.org/).  Untuk alasan inilah saya berada di Phuket sampai dengan Rabu nanti. Kesan yang saya dapatkan adalah sekilas konferensi ini tidak lebih baik dari beberapa konferensi internasional yang saya ikuti di tanah air seperti ICOICT Telkom, ICIBC Undip, ICTS ITS Surabaya, atau ICID 2011  UII. Dan jauh lebih baik dan lebih ramai ICCIS 2012 University of Technology Petronas Malaysia. Dari sisi infrastruktur pendukung ICIIM, saya hitung beberapa kali power listrik mati sehingga mengganggu acara. SDM yang mengurus pun terkesan kurang memadai. Pembawa acara, pengurus dokumentasi, bahkan pengurus dan penyelesai permasalahan seperti listrik yang mati tadi, hanya seorang yang sama. Untuk konferensi sekelasi ICIIM begini, tentu saja janggal jika hanya ada 3 panitia yang terlihat bekerja. Itupun sudah termasuk tuan rumah sebagai penyampai opening speech. Terkesan fokus pada efisiensi yang kebablasan.

Berdasarkan laporan dari panitia saat pembukaan acara kualitas makalah yang masuk bisa dikatakan bagus jika dilihat dari kompetisinya yang cukup ketat. Dari sekitar 200 makalah yang masuk, hanya 50 yang dinyatakan layak dipresentasikan pada konferensi ini. Dari 50 makalah yang lolos ini mencakup berbagai bidang disiplin ilmu terkait teknologi informasi dan electrical engineering. Bidang teknologi informasi bervariasi mulai dari tata kelola sistem informasi, kecerdasan buatan, bahkan juga pembangunan protitipe aplikasi. Pemakalah memang datang dari segala penjuru dunia. Dari Asia Pasifik ada Thailand, Malaysia, Indonesia, Korea, Jepang, Australia dan Pakistan. Beberapa peserta dari Eropa juga terlihat, Satu dua orang dari Asia Tengah.

Conference Title

Conference Title

Sayang sekali lagi, tidak semua peserta datang mempresentasikan hasil penelitiannya. Dari 50 peserta tersebut, hanya sekitar 25 an yang hadir dan mendiskusikan hasil studinya. Sisanya entah ke mana.  Ini mungkin pengaturan panitia yang kurang pas dan terlalu baik, yaitu pembagian sertifikat yang diberikan saat registrasi. Ini hal yang baru bagi saya. Beberapa saya menghadiri dan mempresentasikan makalah pada konferensi internasional, selalu sertifikat diberikan setelah kita mempresentasikan apa yang kita submit.

Dengan memperhatikan pelaksanaan konferensi itu dan juga sedikit diskusi dengan peserta lainnya. Rasanya beberapa konferensi internasional yang diselenggarakan di tanah air lebih baik dan lebih serius. Sayang – menurut saya – kompetisi kelolosan makalah yang cukup ketat ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Dan lebih dari itu, dari pengelolaan maupun dari materi, harusnya kita –  UMB, Fasilkom –  bisa menyelenggarakan konferensi internasional dengan cukup percaya diri. Hanya sayang, kita masih belum terlalu bisa menjual. Menjual inilah saya lihat sebagai salah satu kekuatan ICIIM ini. Oh ya, kekuatan yang lain mungkin adalah semua makalah yang dipresentasikan di ICIIM ini otomatis diterbitkan di jurnal   saya kutip saja : All papers for the ICIIM 2014 will be published in the Journal of Advanced Management Science  (ISSN: 2168-0787www.joams.com ), which will be indexed by Ulrich’s Periodicals Directory, Google ScholarEBSCOEngineering & Technology Digital Library and Electronic Journals Digital Library.

Jadi lumayan, satu kum Jurnal Internasional sudah didapatkan :)

Sebagian Peserta

Sebagian Peserta

Wallahu alam bissawab 

http://www.mercubuana.ac.id

Ke Phuket : Dipandu Mrs. Ladda, photo raja bukan photo politikus, makanan halal Januari 12, 2014

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Jalani (Perjalanan), Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Aku Senangi, Yang Sayang Dilupakan.
add a comment
Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Markas Komando AL Thai, Panwa Cape

Ini kedua kalinya saya ke Thailand. Kalau dulu ke Bangkok, sekarang saya berkesempatan menginjakkan kaki di Phuket. Perjalanan ke Phuket ini sebenarnya untuk keperluan dinas, menghadiri dan mempresentasikan paper di iciim.org. Tetapi tentu saja sayang kalau hanya itu yang dijadikan alasan. Kata ABG sekarang “secara phuket gitu loh”. Maka menyambangi tempat – tempat menarik tentu saja sayang dilewatkan.

Internet sangat membantu untuk berbagai keperluan, termasuk mencari tahu hal – hal terkait negeri orang seperti ini. Tetapi untuk menggunakan internet, itupun perlu modal pengetahuan meski hanya sebatas kata kunci. Maka yang pertama saya lakukan adalah mencari kata kunci ke teman yang kebetulan pernah ke sana. Dari kata kunci ini lah akhirnya menuntun ke perjalanan saya menemukan “Mrs Ladda”.  Dia salah satu (setidaknya satu – satunya yang saya tahu) yang bisa membantu mengatur semua perjalanan kita ke Phuket dengan biaya relatif terjangkau dibanding skema perjalanan yang lain.

Saya menemukan Mrs Ladda dengan segala attributnya sekitar 3 bulan yang lalu. Dan sekitar 3 bulan yang lalu juga saya mengontaknya melalui email. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, dan sebulan dua bulan, tidak ada jawaban !. Saya mulai frustasi dengannya. Aih, tiba-tiba 2 minggu sebelum keberangkatan datang surel darinya yang langung to the point mengatur perjalanan saya di sekitar Phuket hari pertama dan kedua. Termasuk dengan tarifnya. Tentu saja saya tidak langsung menerima begitu saja, saya mencoba membanding – bandingkan dengan skenario yang kurang lebih sejenis dari “pihak lain”. Masih lebih baik.

Singkat cerita Jum’at sore lalu saya sampai ke Bandara Phuket. Mrs Ladda dan staffnya sudah menunggu saya dan drivernya mengantar saya ke penginapan yang terletak di daerah Panwa. Ini jauh kalau diukur dari Bandara, karena menyeberang phuket. Bandara di seberang utara phuket, sementara panwa di ujung selatan. Bagi kita yang muslim, tidak perlu khawatir dengan makanan. Sebelum kita menanyakan Mrs Ladda sudah menjelaskan bahwa semua makanan halal. Dan dia ternyata juga seorang muslim, nama aslinya Hasanah. Tapi nama panggung yang sudah kadung terkenal di belantara turis adalah Ladda.

IMG_00000410Kesan pertama menginjakkan Thailand masih saja sama dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke lain tempat. Berbeda dengan di Indonesia setelah reformasi terutama. Jika di Indenesia – apalagi sekarang – sangat jauh lebih banyak sekali (sengaja digunakan hiperbol begini) gambar – gambar photo orang dengan sederet gelar bertebaran di jalanan atau di tempat umum, baik nyangkut di pohon, ditancapkan di tiang listrik, di baleho, spanduk, dan kadang bercampur dengan penawaran iklan produk; di Thailand photo raja ada di mana – mana, juga gambar famili Kerajaan. Biasanya dibingkai (setidaknya diberi gambar bingkai) dengan ornamen bagus – bagus dengan warna kuning – warna kuning adalah warna kebesaran Kerajaan Thailand-, dan menempati tempat – tempat terhormat dan mudah di lihat. Dengan demikian tidak ada yang tersangkut di pohon atau bergantungan di tiang listrik. Setidaknya poto Raja ada di baleho-2 persimpangan jalan, dan hampir di setiap pintu gerbang instansi pemerintah atau tentara.

Warung Muslim

Warung Muslim

Awalnya saya berpikir akan sulit mencari makanan benar, menurut Islam, di Phuket. Ini juga berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu di Bangkok. Saya pernah terjebak menelan makanan haram di sana. Tetapi di Phuket kondisinya ternyata jauh panggang dari api. Orang lokal pertama, ke dua, ketiga ke empat, ke lima yang saya ajak ngobrol ternyata muslim, dengan nama muslim.  Mulai dari Hasanah, Alek driver, Isnan penjaga hotel, Abdullah driver, Haji Osman pemandu wisata. Mungkin hanya Sujida Nam pemilik gerai tour & travel saja yang non muslim :). Jadi makanan halal di Phuket bukan merupakan hal yang sulit. Bahkan jika melihat kita muslim, untuk yang putri berjilbab, mereka akan menyapa duluan “Asalamu’alaikum” dan penjaja makanan atau pelayan restoran akan menjelaskan “halal – halal”. Memang – setidaknya kata orang – orang lokal yang saya temui itu – di Phuket ini muslim merupakan mayoritas kalau tidak separo – separo. Atau setidaknya daerah Panwa ini mayoritas muslim. Kebanyakan mereka dari etnis Phatani. Photo ini merupakan salah satu kegiatan warung makan yang dikelola oleh orang Muslim di daerah Panwa Cape.

http://www.mercubuana.ac.id

Penjelasan SIPKD dari Prof Hermawan (Direktur Kelembagaan DIKTI) di forum APTISI Wilayah III, 19 Desember 2013 Desember 19, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang di seputar Mercu Buana.
30 comments

Bagi para dosen, mungkin saja isu yang hangat akhir-2 ini adalah kewajiban pengisian SIPKD (Sistem Informasi Penilaian Kinerja Dosen). Kewajiban mengisi SIPKD secara online (sipkd.dikti.go.id) oleh para dosen ini menjadi trending topik di komunitas dosen. Ada pandangan positif lebih banyak lagi nada negatif mulai dari kebijakan, kandungan, sampai ke masalah teknis pengisian dan kehandalan sistem.  Pagi tadi kebetulan ada acara dengan tema Penguatan PTS Kopertis Wilayah III di tempat kami, Universitas Mercu Buana. Sebagai salah satu nara sumber adalah Prof Hermawan, Direktur Kelembahaan DIKTI. Tulisan ini merupakan ringkasan penjelasan beliau yang secara bebas dan tentu saja berdasar pemahaman saya pribadi yang mungkin bisa luput di sana – sini.

Pada kesempatan tanya jawab, saya sampaikan keluhan kita mengenai SIPKD ini, yang saya ringkas dari diskusi bebas di grub fb. Antara lain saya sampaikan : 1. Mengapa ada ancaman ? 2. Mengapa ada dobel entry (data-2 yang sudah dientry / upload ke serdos, harusnya bisa langsung digunakan di SIPKD. 3. Keandalan sistem yang masih labil (Pagi ini saya dan teman di UMB tidak bisa akses, mungkin server down).  Saya sampaikan, terutama masalah dobel entry ini, bagai kami – kami yang mengerti sedikit teknis dobel entry ini seharusnya tidak perlu terjadi. Dan kalau memang sistemnya belum handal untuk handle semua dosen dari seluruh Indonesia, ada baiknya dilakukan penjadwalan dan DIKTI tidak perlu khawatir (malu) untuk melakukan penjadwalan giliran ini karena kehandalannya belum bisa maksimal.

Jawaban beliau adalah kurang lebihnya (Maaf kalau terlalu banyak kurang atau lebihnya) : semua diniatkan untuk kebaikan bersama, DIKTI menginginkan adanya pangkalan data yang terintegrasi  akurat sehingga mempermudah pengambilan kebijakan untuk kebaikan bersama, termasuk dosen. Dosen (Pak Direktur juga dosen) wajar dibebani sedikit pekerjaan tambahan ini mengingat DIKTI juga sudah memberikan reward yang cukup dari tunjangan serdos atau tunjangan profesor. Bahkan masih banyak mereka-2 penerima tunjangan itu tidak melakukan kewajibannya tetapi reward mereka terima terus. SIPKD sebagai suatu sistem jangan hanya dilihat kelemahannya tetapi coba dipandang dari sisi semangatnya. Beliau mengakui bahwa masih ada kelemahan di sana – sini, dengan tenaga SDM dikti yang hanya 70 orang mengurusi sekian buanyak layanan, mohon dimaklumi. Sekali lagi niatnya baik, mari lakukan bersama – sama.

Hmmm…terus terang dari sisi saya pribadi, masih ada beberapa yang perlu diklarifikasi dari jawaban beliau. Tetapi waktunya terbatas sekali (bahkan tidak semua pertanyaan/keluhan terlayani) maka seperti biasa, kita – kita dalam posisi seolah-2 menerima penjelasan beliau demikian juga audience semuanya – saya rasa – menganggap pertanyaan/keluhan kita (saya) sudah terjawab dan clear J.

Salah satu contoh yg perlu klarifikasi misalnya: 1. Ya semangatnya baik, niatnya mulia tetapi kalau proses yang tidak perlu (dobel entry itu) bisa dihilangkan dan diefektifkan bukannya mendukung percepatan pencapaian niat dan semangat yang baik itu ? 2. Kalau tenaganya terbatas, mengapa tidak dengan bantuan sistem “yang lebih benar dan baik” yang sebenarnya bisa dilakukan ? Misalnya mengapa mesti membuat form entry yang baru untuk SIPKD kalau formatnya sama dengan SERDOS ?  dll dst….

Saya rasa bapak/ibu dosen akan punya lebih banyak alasan dan justifikasi untuk mendebat dan mengklarfikasi jawaban  Prof Hermawan itu, tapi mohon maaf (sudah jelas sih) kalau tulisan ini nanti hanya sekedar keluhan tanpa jawaban :).

Salam

http://www.mercubuana.ac.id

Hati – hati membeli lisensi S/W di Internet, pengalaman saya ini mudah-2an bisa jadi pelajaran kita semua. November 18, 2013

Posted by Mujiono Sadikin in Yang Aku Pelajari, Yang Aku Pikirkan, Yang Sayang Dilupakan.
2 comments

email-mcafee

Tanggal 2 Desember 2012, saya membeli S/W Mc Afee anti virus melalui situs http://home.mcafee.com . Aplikasi S/W tersebut tidak dapat saya install meskipun berkali – kali saya mengikuti petunjuk instalasi dari technical support perusahaan tersebut, hingga akhirnya saya tidak bisa menggunakan sama sekali apa yang sudah saya beli.

Tanggal 2 November 2013 saya mendapatkan konfirmasi berupa email dari McAfee bahwa “annual subcription“ saya telah sukses dan saya dikenakan pembayaran USD 89.99 secara otomatis dari kartu kredit yang saya gunakan saat membeli.  Karena merasa saya sama sekali tidak bisa menggunakan aplikasi S/W tersebut, tentu saja saya sama sekali tidak berharap transaksi ini terjadi. Setelah saya periksa kembali status account di situs McAfee, ternyata bagi semua pembelinya dikenakan default otomatis membeli lisensi tahunan.  Jadi auto-renewal otomatis On. Dan kalau tidak ada action dari kita, pembeli, tiap tahun akan dikenakan charge. Ini jebakan batman menurut saya :(

Masih untung, sesuai dengan email dari McAfee tentang transaksi pendebetan tersebut, maka bagi pembelinya diberikan kesempatan untuk refund dan membatalkan transaksi. Saya sudah melakukan pembatalan transaksi dan mengupdate status aotumatic renewal lisensi McAfee menjadi  OFF.

Saat ini saya sedang mengajukan refund ke McAfee dan pengajuan pembatalan transaksi ke BNI Kartu Kredit.  Meskipun – mudah2 an – transaksi itu nanti dibatalkan, tetap saja kita rugi waktu tenaga dan pikiran. Apalagi kalau tidak bisa dibatalkan. Maka Waspadalah !

www.mercubuana.ac.id

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.605 pengikut lainnya.